The Darkness of Gatotkaca - Novel Kepahlawanan Epik karya Pitoyo Amrih


untuk Para Patriot yang terkadang hidup dalam kesendirian ditengah keriuhan

. . . . . .

tegaraya.com - Novel berjudul The Darkness of Gatotkaca adalah karya sastra novel yang ditulis atau dibuat oleh Penulis bernama Pitoyo Amrih. Novel ini mengambil cerita dari Epos Mahabharata versi Pujangga Jawa yang mengisahkan sosok pahlawan Legendaris keturunan Raden Bima (Bratasena), salah satu dari anggota Pandawa Lima yang kita kenal sebagai Raden Gatotkaca. Oleh Sang Penulis Novel ini, dikisahkan dan ditulis kembali cerita mengenai kehidupan Gatotkaca secara detail dan spesifik.
Gatotkaca dikenal sebagai Pahlawan tanpa tanding yang memiliki kesaktian bertubuh sekeras baja dan mampu terbang diudara secepat suara. Namun dibalik kesaktiannya, ternyata Gatotkaca memiliki sisi psikologis yang kelam dan penuh rasa kesepian. Sebagai seorang Ksatria Utama yang menjaga Kemampanan Para Dewa di Kahyangan serta Kerajaan Amarta dan sekitarnya, Ia merasa hanya sebagai “alat” pembunuh bagi para musuh-musuh Para Dewa dan Keluarganya, tanpa ada yang bisa mengerti segala kegundahan, amarah dan rasa lelahnya selama ini yang selalu menumpahkan darah diatas bumi. Sisi gelap Sang Ksatria beradu didalam dirinya yang tidak pernah merasakan kasih sayang dari orang tuanya, kerabat atau saudara-saudara lainnya.



Sinopsis Singkat Novel

Pengasingan Para Pandawa bersama Dewi Drupadi ke Hutan Angker Wanamarta akibat pertaruhan curang dari Pihak Kurawa mengakibatkan kemarahan dari pihak Bangsa Raksasa sebagai penghuni Hutan tersebut. Akibatnya terjadi pertarungan sengit oleh Raden Bima (Bratasena) dari pihak Pandawa dengan Raja Arimba dari Kerajaan Bangsa Raksasa di hutan Wanamarta. Kekalahan Raja Arimba didalam pertarungan tersebut, membuat Dewi Arimbi sebagai adik dari Raja Arimba, mengambil jalan damai untuk menikah dengan Raden Bima. Pernikahan mereka adalah Rencana dari Para Dewa di kahyangan untuk mendamaikan pertikaian tersebut.
Raben Bima (Bratasena)
Namun ternyata Para Dewa memiliki rencana lain dari pernikahan Bangsa Manusia dan Bangsa Raksasa, antara Raden Bima dan Dewa Arimbi tersebut. Raden Bima yang merupakan Bangsa Manusia Terkuat dengan postur tubuh yang serupa dengan Bangsa Raksasa, ketika menikah dengan Dewi Arimbi yang merupakan keturunan Bangsa Raksasa, justru melahirkan seorang anak calon Ksatria Utama di Arcapada. Proses kelahiran anak tersebut terjadi sangat luar biasa yang hanya terjadi dalam beberapa Purnama, dan kemudian dibentuk agar cepat menuju fase dewasa. Anak tersebut dibentuk dan dididik oleh Para Dewa di Kawah Candradimuka, dan dikenal dengan nama Raden Gatotkaca.
Raden Gatotkaca
Gatotkaca adalah ksatria yang menjadi “alat” para Dewa untuk menumpas musuh-musuh mereka dengan bengis, baik diatas Arcapada maupun di dalam Khayangan. Dari petualangannya tersebut dia banyak menemui berbagai musuh dari berbagai Bangsa diatas Arcapada. Keluarga, saudara dan kerabat-kerabatnya banyak meminta bantuan Gatotkaca ketika mereka memiliki pertarungan fisik. Gatotkaca pun akhirnya bertemu dengan saudara-saudara kandungnya yang memiliki kesaktian dan kebijaksanaan tersendiri, yaitu Antareja dan Antasena. Pertemuan Gatotkaca dengan para saudara kandungnya tersebut menjadi sebuah perjalanan batin Gatotkaca yang selama ini mengalami kesepian.
Perang Kurusetra
Pecahnya wacana perang besar Kurusetra antar keluarga Pandawa dan Kurawa yang ingin memperebutkan Tahta Hastinapura, membuat Gatotkaca memiliki kegundahan untuk membunuh saudara-saudara dan kerabat keluarganya sendiri. Namun Perang Akbar di Padang Kuru tersebut merupakan sebuah takdir akhir kisah Mahabharata. Dan diperang inilah Gatotkaca menemui ajalnya yang tertembus Tombak Kontawijayadanu, dan meninggal sebagai seorang Patriot yang rela berkorban demi keluarganya dan memendam semua kesepiannya didalam kematiannya.


Catatan Data tentang Novel

Novel yang bercerita tentang Gatotkaca ini memiliki judul cetak yaitu The Darkness of Gatotkaca “Sebuah Novel Pahlawan Kesunyian. Buku Novel yang ditulis oleh seorang Novelis Terkenal bernama Pitoyo Amrih, yang menerbitkan kisah-kisah serupa tentang kehidupan para tokoh pewayangan. Berikut ini adalah catatan Data tentang Buku Novel The Darkness of Gatotkaca:
Buku Novel The Darkness of Gatotkaca

  • Judul Novel (Title) : The Darkness of Gatotkaca
  • Penulis/Author: Pitoyo Amrih
  • Nomor Jumlah Halaman: 416 Halaman
  • Ukuran Buku : 14 x 21 cm
  • Pencetak/Publisher: DIVAPress-Yogyakarta
  • ISBN : 979-963-639-0
Untuk mendapatkan dan membeli Novel The Darkness of Gatotkaca tersebut, anda dapat membeli di situs laman pitoyo.com/webstore


Demikian artikel singkat yang menceritakan dan mendeskripsikan sinopsis singkat dan data karya sastra Novel berjudul The Darkness of Gatotkaca. Artikel terkait lainnya dapat menelusuri label sastra pada laman tegaraya.com

artikel ditulis oleh: Tomy Tegar

30 Komentar untuk "The Darkness of Gatotkaca - Novel Kepahlawanan Epik karya Pitoyo Amrih"

  1. Wah ceritanya ini sangat menarik.. penasaran, gimana jadinya ya kalau misalkan di angkat ke layar lebar seperti FILM Satria dewa gatotkaca. pasti seruh... sampai sekarang masih penasaran dengan kelanjutannya pandawa dan kurawa. pingin ngerasain bangkitnya kisa pahlawan super asli tanah air. ijin titip cerita ya mas,, siapa tau aja ada yang hobi membaca karangan fiksi "Menjelaja Angkasa Bersama ALEX"

    BalasHapus
  2. Trims infonya mas bro tentang kisah the darkness of gatotkaca. Semoga makin banyak artikel-artikel menarik lainnya

    BalasHapus
  3. Sepertinya novel ini menarik gan jadi pengen baca lebih lengkap

    BalasHapus
  4. Keren artikelnya mas/mbak. Semangat terus nulis dan updatenya.

    BalasHapus
  5. Baru tau kalo Gatot kaca punya sisi gelapnya

    BalasHapus
  6. akhirnya tau cerita gatotkoco secara keseluruhan, sebelum nya hanya tau secuil ceritanya ;)

    BalasHapus
  7. Kalau baca2 novel kaya gini keinget cerita mbah zaman dulu di dongengin dengan sebuah legenda Gatot kaca
    Mantap lah jadi seru bacanya

    BalasHapus
  8. novel dengan seri perwayangan sepertinya seru untuk dibaca, karena aku sendiri suka baca baca yang menyangkut soal cerita zaman dahulu. Biasanya kalo soal perwayangan lebih banyak tau dari cerita2 orang tua/sepuh hehe

    BalasHapus
  9. Uwah kak menarik, dr dulu pingin baca tp kok belum baca" buku itu. Di ipusnas juga ada novelnya itu. Makasih informasinya kak

    BalasHapus
  10. Ini sangat menarik dunia perwayangan, terima kasih ini sangat bermanfaat

    BalasHapus
  11. Pahlawan anak sang bima dengan kutang antasena yang membuatnya terbang, dengan kematian yang tragis dalam perang bharatayudha

    BalasHapus
  12. Menarik! "Novel dengan cerita tentang hero lokal". Terima kasih informasinya, Kak.

    BalasHapus
  13. Bagi para pecinta cerita dengan latar budaya Indonesia, novel ini sepertinya akan menjadi pilihan yang menarik. Terlebih lagi, sinopsis memberikan gambaran yang membangkitkan minat untuk membaca lebih lanjut.

    BalasHapus
  14. Menarik ya bukunya, tapi berasa berat banget ini kalau nggak biasa baca genre sejarah. Kalau dibuat film kayanya asik nih kak

    BalasHapus
  15. lumayan tebel juga novel The Darkness of Gatotkaca ini ya, tetapi menarik ceritanya mengangkat cerita khas nusantara.

    BalasHapus
  16. Menarik bgt ceritanya mas. Sbnry Indonesia gak kekurangan cerita rakyat yg bisa dijadikan karya tulisan/film ya. Aku baca di tulisan ini aja lgsg berpendapat klo ceritanya cukup rumit namun seru.

    BalasHapus
  17. Ceritanya menarik yaa ternyata. Tapi rasanya cukup rumit tapi juga pastinya seruuu! haha kalau dibuat film kayanya bagusss

    BalasHapus
  18. Meskipun ga terlalu bangak tau kisah pewayangan, tp utk Gatot kaca dan pandawa 5 dah sering denher sih. Dan lewat ulasan di artikel ini yg membahas buku "sisi lain Gatot Kaca" di balik gagah perawakannya ternyata menyimpan "sisi luka" yg ga banyak dibahas

    BalasHapus
  19. Jujur saya kurang begitu paham dengan kisah Gatotkaca. Yang saya tahu hanya Otot kawat, tulang baja hehehe. Tapi baca cerita di atas, sebenarnya sedih juga ya peran Gatotkaca. Dibalik kehebatannya, ada rasa galau yang terus menerus hadir di dalam dirinya tanpa pernah terjawab.

    BalasHapus
  20. Gatotkaca ini salah satu epik superhero Indonesia yang menurutku jadi real dari sejarah. Dulu belajar lewat komik-komik lokal sekarang anak-anak bisa belajar cerita ini dari film. Mungkin nanti bisa ditambah tentang pandangan alur sampai kesan membaca kak. Cheers ❤️

    BalasHapus
  21. Sering mendengar soal Gatot Kaca, tapi belum pernah sekalipun mencari ceritanya apalagi ini dalam bentuk novel. Jadi penasaran juga dengan keseluruhan isinya. Terima kasih atas ulasannya.

    BalasHapus
  22. Daku kalau inget kisah Gatotkaca lewat yang drama Mahabarata yang versi baru itu.
    Sedih sih saat dia harus meninggoy itu.
    Asiknya buat yang pengen tahu kisahnya bisa baca lewat novel juga ya

    BalasHapus
  23. Baguusss yaah..
    Seringkali aku memahami makna sebuah perjuangan dan kemampuan seseorang untuk bertahan hidup ini sebuah dilematik. Jadi seandainya Gatotkaca ini lemah lembut dan tidak bisa diandalkan, tentunya gak akan ada peperangan. Tapi karena dia adalah sosok yang bisa diandalkan, sehingga harus selalu ada di garda terdepan dalam sebuah peperangan.

    Novel The Darkness of Gatotkaca menarik sekali.

    BalasHapus
  24. Saya baru tahu kalau kisah gatotkaca itu, ternyata dikalahkan dan tewas dalam perang. Saya pikir dia tidak terkalahkan hingga tak seorangpun berhasil membunuhnya.

    BalasHapus
  25. Wah, ini novel yang mengupas sisi lain Gatotkaca ya kak
    Penasaran, pengen baca juga

    BalasHapus
  26. Novel yang sangat jarang ditemukan nih. Karena novel tentang Epos Mahabaratta di jaman sekarang seperti sudah tenggelam. Padahal, di setiap sisi atau tokoh ada kisahnay sendiri, salah satunya ini, Gatotkaca. Anak dari Bima dan Dewi Arimbi.

    BalasHapus
  27. Akhir kisah hidup Gatotkaca ternyata tragis ya. Baca tulisan ini jadi tertarik buat baca-baca novel epos juga.. :)

    BalasHapus
  28. Novel yang menarik. Gatotkaca ternyata punya sisi kelam tersendiri ya, kurang kasih sayang dan hanya sebagai "alat" untuk membunuh musuh-musuhnya dari ara Dewa dan keluarganya.

    BalasHapus
  29. Berulangkali baca kisah mahabharata, nggak pernah bosan. Lama nggak baca, lupa lagi hubungan antar tokoh dan jalan ceritanya. Yang pasti banyak pelajaran hidup yang bisa dipetik.

    BalasHapus

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel