Seni Arsitektur Baroque: sejarah, ciri khas dan contoh-contoh bentuknya

Seni Arsitektur Baroque (atau disebut Barok) adalah jenis Seni Arsitektur yang berkembang di kawasan Eropa pada abad ke-16 dalam Periode Kolonialisme. Seni Arsitektur Baroque merupakan fase lanjutan dari aliran Seni Arsitektur sebelumnya, yaitu Seni Arsitektur Renaisans yang telah muncul seabad yang lalu. Seni Arsitektur Baroque sangat identik dengan gaya Arsitektur Eropa dan tidak pernah ditemukan jenis pembaharuan gaya Arsitektur setelahnya.

Seni Arsitektur Baroque merupakan sebuah simbol kebangkitan Gaya Arsitektur Eropa yang menonjolkan kesah mewah dan rumit, setelah sebelumnya pernah terjadi pada Periode Abad Pertengahan. Seni Arsitektur Baroque muncul pertama kali di Italia serta telah berkembang luas di Prancis, hingga akhirnya tersebar hingga ke kawasan Dunia lain lewat ekspedisi pelayaran Bangsa Kolonial dari Eropa saat itu.

Kehadiran Seni Arsitektur Baroque diwacanakan saat itu demi tujuan untuk menunjukkan esksitensi Pemerintahan Kerajaan dan Monarki Gereja, agar rakyat menjadi lebih patuh dan tunduk terhadap aturan-aturan yang ada saat itu.

 

Sejarah Seni Arsitektur Baroque

Seni Arsitektur bergaya Baroque atau Barok berkembang menjelang akhir abad ke-16 atau kisaran tahun 1600-1800 Masehi di kawasan Semenanjung Italia. Para Arsitek saat itu berusaha menghidupkan kembali ide-ide Renaisans dengan sentuhan Realisme, namun dengan gaya yang lebih mewah dan penuh corak ornamen. Melalui usaha pengembangan Seni Arsitektur Baroque ini, hingga pada abad ke-17 Seni Arsitektur Baroque telah menyebar hingga ke seluruh Eropa hingga mencapai wilayah Amerika Latin melalui penjelajahan Missionaris Yesuit.

Seni Arsitektur Baroque melanjutkan perkembangan dari Seni Arsitektur Renaisans seabad yang lalu. Perkembangan Arsitektur Baroque sejalan dengan munculnya Gerakan Protestanisme pada ajaran Umat Kristen dan mempengaruhi Reformasi Gereja di Kawasan Eropa. Tanggapan dari Gereja Katolik saat itu menginginkan pesan yang lebih religius dan emosional pada bangunan-bangunan Gereja, serta meningkatkan kepatuhan rakyat atau umat Kristen untuk kembali mengingat dan meningkatkan iman kepercayaan mereka. Pendapat lain mengungkapkan bahwa kemunculan Seni Arsitektur Baroque juga dipengaruhi oleh Kaum Borjois yang pada saat itu dalam upayanya menentang Kaum Bangsawan dan Kapitalis di Italia.

Setelah itu penerapannya Seni Arsitektur bergaya Baroque tidak hanya ditemukan pada bangunan Gereja, namun juga pada Istana dan Bangunan umum lainnya. Nama Baroque sendiri berasal dari Bahasa Portugis yaitu “Barocco” yang berarti Permata berbentuk tak beraturan. Hal tersebut terinspirasi dari Bros Mutiara yang dianggap sebagai perhiasan paling mewah di Eropa saat itu.

Seni Arsitektur Baroque sendiri terbagi menjadi 3 Fase atau rentang waktu perkembangan di kawasan Eropa. Rentang waktu atau era perkembangan Seni Arsitektur Baroque saat itu antara lain adalah;

1. Early Baroque (1584-1625)

Fase Early Baroque adalah fase awal dari kemunculan Seni Arsitektur Baroque yang terjadi pada kisaran tahun 1584 hingga 1625 Masehi. Periode ini menampilkan kreasi Arsitektur yang dikembangkan oleh para Arsitek Roma dan banyak mengaplikasikannya ke bangunan-bangunan Gereja. Ciri khas dari perkembangan Seni Arsitektur Baroque pada periode ini adalah dinding-dinding Gereja dibuat cekung atau cembung, menampilkan efek motion, banyak ditemukan lukisan atau ukiran pahat dengan efek 3 dimensi, langit-langit dipenuhi lukisan Fresco, dan kesan teatrikal dari pencahayaan ruangannya.  Beberapa Tokoh Arsitek yang muncul dan berkarya di fase ini adalah; Michelangelo, Giacomo dell Porta, Carlo Maderno, dan lain-lain.

2. High Baroque (1625-1675)

Fase High Baroque adalah periode puncak atau kejayaan dari perkembangan Seni Arsitektur Baroque yang terjadi pada kisaran tahun 1625-1675 Masehi. Seni Arsitektur Baroque ini telah berkembang keluar dari kawasan Italia dan menyebar di kawasan Eropa lainnya, seperti Prancis, Spanyol hingga Austria. Ciri khas Seni Arsitektur Baroque pada fase ini adalah diaplikasikannya pilar memutar, pahatan-pahatan tinggi, tampilan gedung yang dinamis dengan sudut yang melengkung, pencahayaan dramatis di dalam ruangan, serta penerapan yang tidak hanya untuk bangunan Gereja, tetapi juga pada Istana dan Bangunan Publik. Salah satu Tokoh Arsitek yang terkenal pada fase ini adalah Gian Lorenzo dari Italia.

3. Late Baroque (1675-1750)

Fase Late Baroque adalah fase akhir perkembangan Seni Arsitektur Baroque yang terjadi pada kisaran tahun 1675-1750 Masehi. Pengaruhnya Seni Arsitektur Baroque telah meluas hingga keluar Eropa dan mencapai Rusia dan Benua Amerika. Pada fase akhir ini telah muncul pengaruh Seni Arsitektur yang Baru yaitu Seni Arsitektur Rococo yang kelak menggantikan Gaya Arsitektur Baroque. Ciri khas Seni Arsitektur Baroque pada fase ini pahatan relief bangunan lebih banyak menonjolkan ornamen-ornamen bercorak bunga dan tanaman, interior Istana akan ditemukan properti yang memiliki ukiran-ukiran rumit, dan mulai menunjukkan bentuk yang asimetris pada desain bangunan.


Ciri Khas Seni Arsitektur Baroque

Ciri khas utama dari Seni Arsitektur Baroque adalah kesah megah dan mewah yang disajikan pada struktur bangunan hingga ornamen-ornamennya. Arsitektur Baroque mengeksplorasi bentuk, penekanan pilar yang tegas, pencahayaan dan bayangan dan intensitas yang dramatis. Arsitektur yang ditunjukkan terkesan berlebihan, dramatis dan lepas dari aturan, namun mengungkapkan kebebasan berekspresi dari para Seniman dan Arsitek dalam merancang dekorasi bangunan yang megah. 

Interior Arsitektur Baroque

Penggambaran umum dari Arsitektur Baroque ini pernah ditemukan sebelumnya pada Gaya-gaya Arsitektur Periode Abad Pertengahan. Beberapa contoh bentuk dramatis dan kesan yang mewah ditemukan pada Seni Arsitektur Gothic dengan ciri khas pahatan Seni Relief tinggi dan ornamen-ornamen bercorak mewah.

Beberapa ciri khas dan karakterisitik lainnya yang ditampilkan pada bangunan bergaya Arsitektur Baroque antara lain adalah:

  1. Lansekap Denah berbentuk oval namun geometris, dengan ukuran ruang tengah yang luas.
  2. Atap Kubah memiliki tinggi yang mencolok & ditempatkan ditengah denah bangunan, kemudian atap sekelilingnya menggunakan jenis Mansard miring ganda. Elemen atap ini merupakan ciri utama Seni Arsitektur Baroque yang ditemukan dari Prancis. 
  3. Pilar berbentuk silinder dan berpilin atau memutar, dilengkapi dengan ukiran dan ornamen dengan warna yang cerah.
  4. Dinding memiliki pola berbentuk cembung dan cekung, sehingga menimbulkan kesan ilusi pergerakan. Beberapa ditambahkan dekorasi kapel pada dinding-dinding tersebut.  Hampir seluruh penjuru bangunan akan terlihat elemen-elemen dekorasi pahatan yang rumit.
  5. Pencahayaan Interior yang dramatis dengan menyorotkan cahaya dari luar ke bagian dekorasi interior karya-karya ukir pada Altar dan Dinding agar terkesan Teatrikal dan Syahdu.
  6. Langit-langit Kubah banyak menampilkan lukisan besar atau Fresco dengan efek ilusi 3 dimensi yang menyatu dengan lukisan tersebut.
  7. Jendela berbentuk persegi panjang dengan ornamen berbentuk setengan lingkaran.
  8. Karakteristik utama Seni Arsitektur Baroque adalah desainnya yang terkesan mewah dan menonjolkan hal yang berlebih-lebihan.
  9. Motif Dekorasi yang ditampilkan sangat rumit dan detail, menampilkan Seni Relief Tinggi berupa patung-patung berbahan marmer dengan warna dan tekstur yang kontras. Terkadang ornamen-ornamen tersebut dipahat dengan detail dan disepuh dengan butiran emas.

 

Contoh-contoh Karya Seni Arsitektur Baroque

Karya Seni Arsitektur Baroque muncul pertama kali akibat pengaruh gerakan Reformasi Gereja dan Protestanisme yang memisahkan diri dari Monarki Gereja Katolik Roma. Pihak Monarki Gereja Katolik saat itu membuka ide untuk diterapkan oleh para Arsitek di Kota Roma kepada bangunan-bangunan religius, untuk mengingatkan kembali keutuhan iman para penganut ajaran Kristen yang murni di Italia. Ide-ide Arsitektur tersebut membuat banyak bangunan Religius dan bangunan Publik dengan ciri khas mewah dan dramatis ala Arsitektur Baroque di sekitar Kota Roma, dan masih bertahan hingga saat ini.

Seni Arsitektur Baroque memang saat identik dengan kebudayaan Romawi dan Eropa. Namun pengaruh Seni Arsitektur ini diketahui telah menyebar melalui gerakan Kolonialisme dari Eropa yang saat itu meluas di seluruh dunia.

Berikut ini adalah beberapa contoh-contoh Karya Bangunan yang menerapkan Seni Arsitektur Baroque di wilayah Eropa dan kawasan Dunia lainnya;

1. Cheateau de Maisons

Cheteau de Maisons adalah sebuah Kastil Kerajaan Prancis yang terletak di Maisons-Laffitte, Pinggiran Kota Paris, di Prancis. Kastil ini dirancang oleh Arsitek Prancis bernama Francois Mansart dan dibangun pada rentang waktu 1630-1651 Masehi. Pembangunan Kastil ini adalah perintah langsung dari Presiden Parlemen Paris yang bernama Rene de Longueil yang menginginkan sebuah hunian mewah di atas tanah pribadinya. Bangunan Kastil ini adalah sebuah gambaran Seni Arsitektur Baroque dengan corak kebudayaan Prancis yang sangat terkenal.  

Cheateau de Maisons

2. San Carlo Alle Quattro Fontane

San Carlo Alle Quattro Fontane adalah sebuah bangunan Gereja Katolik Roma yang terletak di Kota Roma, Italia. Gereja ini dirancang oleh Arsitek dari Italia yang bernama Francesco Borromini, yang diminta oleh Kardinal dari Monarki Vatikan, yaitu Kardinal Francesco Barberini. Bangunan dibangun pada tahun 1638 dan rampung pada tahun 1646. Bangunan Gereja ini dijuluki The Church of Saint Charles at The Four Fountains karena menganut Gaya Arsitektur Baroque dengan desain yang cukup rumit.

San Carlo Alle Quattro Fontane

3. Trevi Fountain

Travi Fountain (atau dalam Bahasa Italia disebut Fontana di Trevi) adalah sebuah situs publik berupa Monumen Air Mancur yang sangat ikonik di Kota Roma, Italia. Situs Monumen ini dibangun oleh Arsitek dari Italia bernama Nicola Salvi yang kemudian dilanjutkan oleh Pietro Bracci untuk merampungkannya. Bangunan situs Monumen yang menjadi salah satu landmark terkenal di Kota Roma ini dibangun pada tahun 17762 Masehi. Dengan dimensi tinggi mencapai 263 meter, Monumen Air Mancur ini merupakan Situs Air Mancur Tertinggi di Dunia yang dihiasi dengan beragam seni pahatan tingkat tinggi dan rumit bercorak Seni Arsitektur Baroque.

Trevi Fountain

4. St. Peter Square

St. Peter Square (atau dikenal sebagai Plaza Santo Petrus) adalah sebuah kawasan kompleks plaza atau alun-alun terbuka yang terletak tepat di depan Basilika Santo Petrus di Vatikan. Kawasan Plaza ini diklaim sebagai kawasan Plaza terbesar untuk umat Katolik di Dunia. Plaza Santo Petrus ini dirancang ulang oleh Gian Lorenzo Bernini dan dibangun pada tahun 1656 dan rampung pada 1667 Masehi, dibawah arahan Paus Alexander VII. Plaza ini dikelilingi oleh 284 buah pilar atau kolom berbentuk Silinder Doric dengan ciri khas Seni Arsitektur bergaya Baroque. Ditengah plaza tersebut terdapat monumen obelisk dengan puncaknya terdapat simbol salib.

St. Peter Square

5. Gereja Frauenkirche

Gereja Frauenkirche (atau disebut juga Katedral Dresden) ini adalah sebuah bangunan Gereja Katedral untuk umat Katolik yang terletak di Dresden, Jerman. Bangunan Katedral ini dirancang oleh Arsitek Gaetano Chiaveri atas perintah dari Raja Augustus III yang merupakan Raja Polandia. Katedral ini dibangun pada tahun 1739 dan rampung pada tahun 1751. Bangunan ini masih aktif sebagai situs keagamaan bercorak Seni Arsitektur Baroque yang dibawah kepengurusan Keuskupan Dresden-Meissen.

Gereja Frauenkirche

6. St. Paul Chatedral

St. Paul Chatedral adalah sebuah bangunan Katedral Anglikan yang terletak di Kota London, Inggris. Struktur bangunan ini dibangun sejak akhir abad ke-17 yang dirancang oleh Arsitek asal Inggris bernama Sir Christopher Wren. Proses pembangunan Gereja ini terjadi pada rentang waktu 1675 hingga  1710 Masehi, dengan corak Seni Arsitektur Baroque dengan Gaya Tradisional Inggris. St. Paul Chatedral adalah salah satu landmark ikonik di Kota London dan merupakan Katedral paling Terkenal di Kota London dan juga Inggris.

St. Paul Chatedral

7. Royal Palace of La Granja de San Ildefonso

Royal Palace of La Granja de San Ildefonso merupakan sebuah bangunan Istana Kerajaan Spanyol yang terletak di San Ildefonso, Madrid, Spanyol. Bangunan ini dibuat pada awal abad ke-18, tepatnya sejak tahun 1721 Masehi, yang dirancang oleh Arsitek Terkenal dari Spanyol bernama Teodoro Ardemans. Bangunan Istana ini difungsikan sebagai kediaman musim panas bagi Raja Philip V. Istana ini memiliki corak Arsitektur Baroque ala Spanyol dengan dikelilingi taman yang sangat luas berukuran 146 hektar dan dilengkapi dengan Monumen Air Mancur bergaya Jardin La Fancaise. Saat ini bangunan ini telah difungsikan sebagai Museum yang terbuka untuk umum. 

Royal Palace of La Granja de San Ildefonso

8. The Clementinum

The Clementinum (atau dalam Bahasa Ceko disebut Klementinum) adalah sebuah bangunan situs sejarah yang terletak di Kota Praha, Republik Ceko. Bangunan yang telah berfungsi menjadi Perpustakaan Nasional Ceko ini dibuat pada abad ke-11 yang didedikasikan untuk Santo Clement, yang kemudian dirombak pada tahun 1556 menjadi sebuah Pusat Studi Missionaris Yesuit. Pada tahun 1781 The Clementinum telah beralih fungsi menjadi sebuah Perpusatakaan Nasional dan dirombak dengan corak Seni Arsitektur Baroque bergaya Tradisional Ceko.

The Clementinum

9. Cathedral of Cordoba

Cathedral of Cordoba (atau dikenal juga dengan julukan Our Lady of The Assumption) adalah sebuah bangunan Gereja Katedral yang Tertua untuk umat Katolik Roma yang terletak di Cordoba, Argentina. Gereja ini dibangun sejak tahun 1582 Masehi yang dirancang oleh Arsitek bernama Nicolas de Dios, yang dibantu dengan arahan Gregorio Ferreira selaku direktur Pekerjaan Umum di Cordoba. Pada tahun 1677, seorang Arsitek Yesuit yang bernama Ricardo Gonzalez Merguete merancang ulang bangunan ini menjadi bercorak Arsitektur Baroque bergaya Spanyol paska kerusakan yang terjadi pada bangunan Gereja. 

Cathedral of Cordoba

10. Nusretiye Mosque

Nusretiye Mosque adalah sebuah bangunan Masjid indah yang terletak di Beyoglu, Istanbul, Turki. Bangunan Masjid ini dibangun sejak tahun  1823 dan rampung pada tahun 1826 Masehi dibawah Kekuasaan pemerintahan Sultan Mahmut II. Bangunan Masjid ini dirancang Arsitek Terkenal dari Turki bernama Krikor Balyan. Bangunan Masjid ini merupakan salah satu situs bangunan religius yang bersejarah dengan corak Seni Arsitektur Baroque khas Turki yang disebut Ottoman Baroque. Sangat sedikit bangunan diluar kepercayaan Kristen dan kebudayaan Eropa yang menerapkan Seni Arsitektur Baroque, dan salah satunya ditemukan dari bangunan Masjid ini.

Nusretiye Mosque
 

Tokoh-tokoh Arsitek aliran Baroque

Pada Masa perkembangan Seni Arsitektur Baroque yang muncul pada periode Kolonialisme dari Eropa, sangat banyak memunculkan Tokoh-tokoh Arsitektur (atau disebut Arsitek) terkenal. Para Arsitek tersebut berhasil mengembangkan Seni Arsitektur Baroque dan membuat bangunan-bangunan ikonik di kawasan Eropa, serta telah terkenal di Dunia.

Seni Arsitektur Baroque banyak disebar melalui penjelajahan para Missionaris Agama Kristen yang serta merta membawa Ilmu dari para Arsitek Terkenal tersebut. Seni Arsitektur Baroque telah meluas di kawasan Eropa dan juga telah menyebar di wilayah Amerika Latin.

Gian Lorenzo Bernini

Berikut ini beberapa nama Tokoh Arsitek Terkenal yang berhasil mengembangkan dan menyebarkan Seni Arsitetktur Baroque.

  • Michelangelo
  • Donato Bramante
  • Carlo Maderno
  • Giovanni Lorenzo Bernini
  • Teatin Guarino Guarini
  • Bernardo Vittone
  • Filippo Juvarra
  • Christopher Wren
  • George Bahr
  • Francesco Borromini
  • Rembrandt Harmenszoon van Rijn
  • Giacomo dell Porta
  • Carlo Maderno
  • Francesco Borromini

Demikian artikel yang mendeskripsikan sejarah, ciri khas dan contoh-contoh bentuk dari Seni Arsitektur Baroque yang berkembang pada periode Kolonialisme di Eropa dan telah tersebar ke seluruh Dunia. Artikel terkait lainnya silahkan menelusuri label seni arsitektur pada laman tegaraya.com

Belum ada Komentar untuk "Seni Arsitektur Baroque: sejarah, ciri khas dan contoh-contoh bentuknya"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

RajaBackLink.com