Seni Arsitektur Renaisans: sejarah, ciri khas dan contoh bentuknya

Seni Arsitektur Renaisans (atau Renaissance Architecture) adalah jenis Seni Arsitektur yang berkembang di kawasan Eropa yang muncul pada awal perkembangan Periode Kolonialisme.

Seni Arsitektur Renaisans merupakan bentuk awal dari Seni Arsitektur Kolonialisme yang berkembang di Eropa setelah berakhirnya periode Abad Pertengahan. Hadirnya Periode Kolonialisme setelah runtuhnya Kekaisaran Byzantium dan Romawi Timur, sehingga menimbulkan perpecahan di Eropa yang membentuk Kerajaan sendiri-sendiri.

Seni Arsitektur Renaisans adalah sebuah fase awal dari perkembangan Kesenian era Kolonialisme di Eropa yang disebarkan ke seluruh penjuru Dunia. Seni Arsitektur Renaisans melanjutkan perkembangan Seni Arsitektur Gothic yang merupakan akhir dari warisan Periode Abad Pertengahan di kawasan Eropa Kuno.

 

Sejarah Seni Arsitektur Renaisans

Sejarah Perkembangan Seni Arsitektur Renaisans dimulai dari runtuhnya periode Abad Pertengahan di Eropa pada akhir tahun 1400-an atau awal tahun 1500 Masehi. Keruntuhan Periode Abad Pertengahan tersebut akibat keruntuhan yang terjadi pada Kekaisaran Byzantium dan Romawi Timur, sehingga sisa-sisa kekuasaan Kerajaan kembali ke Semenanjung Italia dan berpusat di Kota Roma kembali. Akibat hal tersebut banyak wilayah jajahan Romawi Kuno dan Byzantium yang memisahkan diri dan mendirikan Kerajaan Baru. Gejolak yang terjadi tersebut membuat setiap Bangsa yang memiliki kerajaan tersebut, ingin memiliki wilayah kekuasaan yang luas dan baru diluar Benua Eropa, yang terinspirasi dari kejayaan Romawi Kuno pada masa lalu. Akhirnya dimulailah masa penjelajahan para Bangsa di Eropa yang disebut Masa Kolonialisme.

Seni Arsitektur Renaisans merupakan fase awal dari Seni Arsitektur Periode Kolonial di Eropa. Seni Arsitektur Renaisans berkembang pada rentang waktu tahun 1500-1600 Masehi. Masa Renaisans ini diartikan sebagai Periode Pencerahan, yang berarti meninggalkan gaya Arsitektur bernuansa Agama pada Periode Abad Pertengahan dan mulai menerapkan Seni Arsitektur berskala manusia (antrosentris) dan bersifat Duniawi. Abad Pertengahan sudah dianggap usang dan tidak memiliki karakter Ilmu Pengetahuan yang jelas, sehingga dikenal sebagai Periode Kegelapan Eropa

Istilah Renaisans berasal dari bahasa Prancis yang memiliki arti “terlahir kembali”. Penamaan fase Renaisans ini terinspirasi dari ketertarikan orang-orang Eropa yang mempelajari peradaban dan Kebudayaan Yunani dan Romawi Kuno. mereka mengaplikasi Gaya Arsitektur Renaisans yang megah ini terhadap bangunan publik dan Kerajaan, yang tidak selalu mengakomodir kebutuhan Religius pada bangunan Gereja saja. Salah satu tokoh yang memperkenalkan dan mengembangkan Seni Arsitektur Renaisans ini adalah Filipo Brunelleschi yang berasal dari Florence, Italia. Dari terobosan ini, Seni Arsitektur Renaisans menyebar hingga ke Prancis, Jerman, Rusia dan Inggris.

 

Ciri Khas Arsitektur Renaisans

Karakteristik dari Seni Arsitektur Renaisans memiliki kesan megah yang mengembalikan kembali Karakter Arsitektur pada era Yunani Kuno dan Romawi Kuno. Nilai-nilai filsuf dari Yunani Kuno dan Romawi Kuno tersebut ditampilkan dari berbagai sudut dekorasi bangunan. 


Para Tokoh Arsitektur Renaisans mencoba menghidupkan kembali kebudayaan klasik Yunani Kuno dan Romawi Kuno, tetapi tidak bersifat murni atau meniru asalnya. Mereka bereksperimen untuk mengambil inspirasinya, tetapi tidak mencontoh atau terjebak didalam nostalgia klasik. Seni Arsitektur Renaisans merupakan salah satu jenis Seni Arsitektur yang banyak mengalami perkembangan dengan memadukan dengan elemen-elemen lokal.

Ciri khas lainnya yang divisualkan dalam bangunan bercorak Seni Arsitektur Renaisans antara lain;

  1. Denah Lansekap bangunan menitikberatkan pada kesimetrisan dan keseimbangan. Seni Arsitektur Renaisans sangat mengedepankan unsur-unsur simetris dan bentuk yang kongruen.
  2. Fasad dari bangunan dibuat secara simetris disekitar sumbu vertikal bangunannya.
  3. Atap bercorak Renaisans umumnya berbentuk limas yang terinspirasi dari bangunan Romawi Kuno. Namun penggunaan Atap berbentuk Kubah (Dome) pada bagian utama bangunan juga masih ditemukan, namun dimodifikasi dengan bentuk sedikit cembung dan menjadi tipikal baru pada yang menandakan ciri khas baru dari Seni Arsitektur Renaisans.
  4. Kolom menjadi bagian struktur utama yang menopang bangunan. Kolom-kolom tersebut berbaris rapi dan presisi, menyerupai bangunan-bangunan Yunani Kuno dan Romawi Kuno yang bergaya Seni Arsitektur Mediterania Kuno.
  5. Lengkungan setengah lingkaran menjadi sebuah elemen yang dominan. Lengkungan ini ditemukan pada beberapa elemen bangunan atau menjadi sebuah balok yang merangkai susunan Kolom dan menjadi ciri khas dekorasi khas Romawi Kuno.
  6. Bukaan Bangunan menggunakan Lengkungan (Arc) semi-sirkuler berbentuk elips. Tidak ditemukan Lengkungan berbentuk lancip yang merupakan gaya lengkungan Gothic.
  7. Interior Bangunan menampilkan kombinasi unsur-unsur klasik yang terlihat pada dekorasi Mozaik, Patung, Relief atau Lukisan Dinding.
  8. Langit-langit biasanya dilapisi dengan bahan keramik dan dihias dengan beragam bentuk lukisan beraliran romantisisme atau imperalisme. Lukisan-lukisan tersebut biasanya mengambil tema sebuah kisah epos atau tokoh karakter tertentu.
  9. Pintu biasanya memiliki ambang persegi yang diatasnya terdapat lengkungan atau Arc, dengan beberapa tambahan pedimen diatasnya dan ornamen relief disekitar pintu.
  10. Jendela berbentuk persegi dengan lengkungan yang dipasang diatasnya dan diberi tambahan pedimen.
  11. Tembok menggunakan bahan batu bata yang pada bagian luarnya dilapisi dengan mortar halus dan permukaannya terluarnya dilapisi kapus. Sementara Tembok bagian dalam (interior) menggunakan lapisan mortar yang lebih halus dan ditambah dengan dekorasi berupa ukiran relief berjenis Relief Dangkal atau Lukisan Dinding (Mural).
  12. Tangga didekorasi dengan beberapa ornamen atau ukiran yang berestetika tinggi.
  13. Ornamen seperti Seni Relief berjeni Relief Tinggi atau Patung-patung masih banyak ditemukan pada bagian eksterior dan interior bangunan, namun tidak serumit yang ditemukan pada Seni Arsitektur Gothic.

 

Contoh Karya Seni Arsitektur Renaisans

Karya Seni Arsitektur Renaisans banyak ditemukan diberbagai tempat di Eropa, hingga menyebar di berbagai kawasan di Dunia. Karya-karya tersebut biasanya menjadi sebuah situs warisan tentang perkembangan Seni Arsitektur dan menjadi simbol sejarah di beberapa tempat.

Berikut ini adalah beberapa contoh-contoh Karya Bangunan yang menerapkan Seni Arsitektur Renaisans di berbagai kawasan Dunia.

1. Basilika Santo Petrus
St. Peter’s Basilica adalah bangunan Basilika Utama bagi Umat Katolik yang Terbesar di Dunia yang terletak di Vatikan, Roma, Italia. Bangunan Basilika ini dibuat sejak tahun 1506 dan rampung pada tahun 1626 Masehi. Banyak Arsitek Terkenal yang terlibat dalam pembuatan struktur bangunan hingga dekorasinya, antara lain seperti; Micheangelo, Rapahel, Gian Lorenzo Bernini, Leone Battista, dan lain-lain. Bangunan Basiliki ini memiliki corak Arsitektur Renaisans bergaya Romawi Kuno

Basilika St. Petrus

2. El Escorial
Situs Kerajaan Monastery and Site of The Escorial atau lebih dikenal sebagai El Escorial merupakan bangunan kerajaan Spanyol yang terletak di Kota Madrid, Spanyol. Bangunan bercorak Seni Arsitektur Renaisans ini dirancang oleh Arsitek asal Spanyol yang bernama Juan Bautista de Toledo dan Juan de Herrera. Bangunan ini dibangun sejak tahun 1563 dan selesai dibangun pada tahun 1584, berfungsi sebagai bangunan Istana Kerajaan, Museum, Sekolah dan Biara. El Escorial adalah bangunan bergaya Arsitektur Renaisans yang Terbesar di Dunia, hingga diakui sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO pada tahun 1984.

El Escorial
3. Cheteau de Chambord
Chateau de Chambord adalah bangunan Istana Kerajaan Prancis yang terletak di Chambord, Prancis. Bangunan bercorak Gaya Arsitektur Renaisans ini dibangun pada tahun 1519 dan rampung pada tahun 1547. Bangunan ini dirancang oleh Arsitek asal Italia yang bernama Domenico da Cortona, yang terinspirasi dari pemikiran Leonardo da Vinci, sementara struktur bangunannya dibuat oleh seorang Insinyur Prancis bernama Pierre Nepveu.

Chateau de Chambord
4. The Queen’s House
Bangunan The Queen’s House adalah bangunan Kerajaan Inggris yang dekat Istana Greenwich terletak di London, Inggris. Bangunan ini membentuk kesatuan kompleks dengan Old Royal Naval College dipinggir Sungai Thames. Bangunan ini dibuat pada Tahun 1616 dan rampung pada tahun 1635, yang dirancang oleh seorang Arsitek Inggris bernama Inigo Jones. Bangunan ini memiliki corak Arsitektur Romawi Kuno dan Renaisans yang disatukan dengan gaya Palladian Italia.

The Queen's House
5. Antwerpen Stadhuis
Antwerpen Stadhuis atau Balai Kota Antwerpen adalah bangunan Balai Kota yang terletak di Antwerpe, Belgia. Bangunan ini dirancang oleh Arsitektur bernama Cornelis Floris de Vrient dan beberapa Arsitek Terkenal lainnya, yang didirikan pada tahun 1561 dan rampung pada tahun 1565. Bangunan Balai Kota Antwerpen memiliki corak Seni Arsitektur Renaisans dengan elemen Budaya Flandria dan Romawi. Antwerpen Stadhuis diakui sebagai Situs Warisan Dunia oleh Lembaga UNESCO.

Antwerpen Stadhuis

6. Queen Anne’s Summer Palace
Bangunan Queen Anne’s Summer Palace atau terkadang disebut Belvedere adalah bangunan Istana Kerajaan yang terletak di Praha, Republik Ceko. Bangunan Istana ini dibangun pada 1538 dan rampung pada tahun 1560, melalui perintah Raja Ferdinand yang ingin mendirikan Istana untuk istrinya, Anne Jagiellonica. Bangunan ini dirancang oleh Arsitek asal Italia bernama Paolo della Stella dan pembangunannya dipimpin oleh Giovanni Spatio. Bangunan ini dianggap sebagai salah satu Istana bercorak Seni Arsitektur Renaisans yang paling murni yang terletak di luar Italia.

Queen Anne’s Summer Palace
7. Museum Bank Indonesia
Gedung Museum Bank Indonesia merupakan bangunan situs sejarah Bank Indonesia yang terletak di Jakarta, Indonesia. Bangunan ini merupakan peninggalan Kolonial Hindia Belanda saat menjajah Indonesia yang mendirikan De Javashe Bank (DJB) pada tahun 1828 di Jakarta Barat. Bangunan bercorak Neo-Renaisans ini dirancang dan dibuat oleh Arsitek asal Belanda yang bernama Eduard Cuypers, yang memasukkan beberapa Elemen Nusantara bergaya Jawa kedalam bangunan tersebut. Saat Kemerdekaan Indonesia dari Kolonialisme, Gedung Bank miliki Hindia Belanda ini dinasionalisasikan pada tahun 1953 menjadi Gedung Bank Indonesia. Kemudian Bangunan Museum Bank Indonesia ini telah ditetapkan sebagai Bangunan Cagar Budaya berdasarkan SK Gubernur Provinsi DKI Jakarta No. 475 tahun 1993.

Museum Bank Indonesia
 

Selain beberapa contoh bangunan yang bercorak Seni Arsitektur Renaisans diatas, masih terdapat beberapa contoh bangunan lainnya. Contoh-contoh bangunan bercorak Seni Arsitektur Renaisans lainnya antara lain; San Pietro (Montorio), San Lorenzo (Florence, Italia), Cathedral of St. James (Kroasia), Wawel Castel (Polandia), Palace of Facets (Moskow, Rusia), Frederiksborg Palace (Denmark), Cathedral Basilica of Salvador (Brazil), Basilica of San Francisco (Ecuador), Lima Metropolitan Cathedral (Peru), dan lain-lain.

 

Tokoh-tokoh Arsitek Renaisans

Pada masa perkembangan Seni Arsitektur Renaisans yang merupakan fase awal dari Periode Kolonialisme dari Eropa, banyak memunculkan para Tokoh Arsitektur (atau disebut Arsitek) yang banyak bereksperimen dan mengembangkan gaya Arsitektur Renaisans. Seni Arsitektur Renaisans termasuk salah satu jeni Seni Arsitektur yang sangat Populer dan Terkenal di Dunia, sehingga Gaya Arsitektur ini telah menyebar ke beberapa kawasan Dunia. Seni Arsitektur Renaisans banyak disebarkan melalui Penjelajahan Kolonial para Bangsa-bangsa dari Eropa yang mencari wilayah jajahan baru di kawasan Asia, Afrika hingga Amerika.

Filipo Burnelleschi

Beberapa Arsitek terkenal yang memperkenalkan dan mengembangkan Seni Arsitektur Renaisans antara lain adalah;

  • Leonardo da Vinci
  • Michelangelo
  • Filipo Brunelleschi
  • Bramante
  • Giulio Romano
  • Baldassare Peruzzi
  • Andrea Palladio
  • Gian Lorenzo
  • Leone Battista Alberti
  • Bernardo Rosellino
  • Bramante Donato
  • Giacomo dell Porta
  • Moderno


Demikian artikel yang mendeskripsikan sejarah, ciri khas dan contoh-contoh bentuk dari Seni Arsitektur Renaisans yang muncul pada awal periode Kolonialisme di Eropa yang tersebar ke seluruh Dunia. Artikel terkait lainnya silahkan menulusuri label seni arsitektur pada laman tegaraya.com

10 Komentar untuk "Seni Arsitektur Renaisans: sejarah, ciri khas dan contoh bentuknya"

  1. Wah ada Museum BI... Keren keren ya bangunannya. Khas banget. Era renaissance ini emang keliatan banget hebohnya di karya seni, bener bener cocok kalo disebut era pencerahan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya.. ternyata Indonesia memiliki gedung yang diwariskan pada masa Kolonialisme Hindia Belanda, dan memiliki corak Arsitektur Renaisans..

      terimakasih telah berkunjung ke artikel ini
      artikel terkait lainnya silahkan menelusuri label Seni Arsitektur pada laman tegaraya.com

      Hapus
  2. wahhh nambah ilmu baru lagi. saya punya dulu buku seri tokoh dunia kayak michaelangelo dan leondardo da vinci. pas SD tapi wkwkwkwk.

    keren2 ya bangunannya. antik gitu kesannyaa. saya jg baru tau museum BI khas reinasannce.

    btw mas kok bisa bikin niche seputar seni gini mas? apa ada background seni kah?

    BalasHapus
  3. Adakah contoh bangunan seni renaissance di Indonesia? Saya koq belum tahu ya

    BalasHapus
  4. Bank Indonesia memang punya desain bangunan yg aesthetic terkesan kuno..ternyata peninggalan Belanda, ya...thanks mas for sharing.

    BalasHapus
  5. nampaknya asyik ya bila kita berkunjung ke suatu kota kemudian kita tahu sejarah sejarah bangunan di kota kota tersebut

    BalasHapus
  6. Masa kolonial mengingatkan nusantara yang dikuasi oleh Belanda, menguras seluruh hasil bumi, meskipun kaum kolonialis mewarisi seni arsitektur juga di Indonesia, tapi penderitaan masyarakat Indonesial akibat kolonialisme begitu menyakitkan

    BalasHapus
  7. Kalau liat arsitektur khas renasains itu kesannya mewah dan agung
    Gedung-gedungnya pasti luasss dan besaaar
    Di Eropa emang banyak ya gedung-gedung renasains ini

    BalasHapus
  8. baca kata renaisans jadi inget pelajaran sejarah pas bahas zaman renaisans. Dulu suka banget kalau sudah masuk pembahasan itu

    BalasHapus

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

RajaBackLink.com