Tari Reog Ponorogo: Tari Tradisional dari Provinsi Jawa Timur

Tari Reog Ponorogo (atau hanya dikenal Reog Ponorogo saja) adalah jenis Tari Tradisional berlatar kebudayaan Jawa yang berasal dari Provinsi Jawa Timur. Tari Reog ini dikenal berasal dari Kabupaten Ponorogo di Jawa Timu, sehingga dikenal dengan nama Reog Ponorogo yang menunjukkan identitas asalnya. Reog Ponorogo ini merupakan tarian tradisional yang sangat dikenal luas di Indonesia.

Reog Ponorogo adalah pertunjukkan Seni Tari Tradisional yang dilakukan secara berkelompok atau massal yang memuat sebuah lakon cerita dengan beragam karakter dan penari yang memiliki tampilan, busana dan ragam gerak masing-masing. Didalam sebuah pertunjukkan Reog Ponorogo, memiliki banyak kelompok penari dengan karakter tarian yang berbeda-beda, namun saling mengisi didalam sebuah lakon yang utuh. Karena karakteristik Tarian yang seperti hal tersebut, Reog Ponorogo juga dapat disebut sebagai Pementasan Seni Teater Rakyat.

Kepopuleran Tari Reog Ponorogo yang sangat terkenal di Indonesia ini, bahkan telah menyebar ke kawasan Asia Tenggara. Beberapa Negara tetangga bahkan pernah mengklaim bahwa itu adalah sebuah warisan dari Kebudayaan mereka. Namun melalui UNESCO, Indonesia berharap mendapat pengakuan atas Sebuah Warisan Kebudayaan asli dari Jawa Timur yang merupakan bagian dari Indonesia.

 

Sejarah Reog Ponorogo

Sejarah Tari Tradisional Reog Ponorogo dianggap cukup tua dan telah ditemukan sejak abad ke-15 atau saat Kerajaan Majapahit berkuasa di wilayah Nusantara. Kesenian Tari Reog Ponorogo tercatat dalam prasasti Kerajaan Kanjuruhan yang tertulis pada tahun 760 Masehi serta Prasasti Kerajaan Kediri pada tahun 1045 Masehi. Cerita lainnya menyebutkan bahwa Kesenian Tari Reog Ponorogo dipopulerkan oleh seorang Seniman bernama Ki Ageng Kutu

Ki Ageng Kutu

Ki Ageng Kutu diungkapkan adalah seorang Abdi Kerajaan yang saat itu merasa prihatin dengan kondisi Kerajaan Majapahit menjelang keruntuhannya. Raja Bhre Kertabhumi atau dikenal dengan gelar Raja Brawijaya V merupakan Raja terakhir Majapahit yang memperistri wanita keturunan Tiongkok. Karena pengaruh Sang Istri Raja yang sangat kuat, Kerajaan Majapahit mengalami banyak praktek korupsi dan pemberontakkan internal kerajaan.

Ki Ageng Kutu akhirnya meninggalkan Istana Kerajaan dan mendirikan Perguruan di sebuah Desa. Didalam perguruan tersebut, Ia menciptakan Barongan yang dia ajarkan kepada murid-muridnya.  Melalui Barongan tersebut dia ingin mempertunjukkan sebuah kesenian tarian kepada rakyat Majapahit dan menyindir Raja Bhre Kertabumi didepan umum dengan lakon “Raja yang Arogan”. Akibat pemberontakan tersebut, Perguruan Ki Ageng Kutu diserang oleh Prajurit Kerajaan Majapahit. Namun pengaruh kesenian tersebut tetap dilanjutkan oleh para murid-murid dari Ki Ageng Kutu, dan bertahan hingga saat ini.

Gerbang di Kabupaten Ponorogo

Saat penaklukan Perguruan Ki Ageng Kutu oleh prajurit Kerajaan Majapahit, Ki Ageng Kutu mewariskan Barongan untuk para Warok. Raden Katong yang dikenal sebagai seorang Legendaris yang konon mendirikan Kabupaten Ponorogo, saat itu hadir dan berusaha mewariskan Kesenian Barongan tersebut, dan memanfaatkannya menjadi media dakwah Agama Islam yang saat itu sudah memasuki Pulau Jawa. Kesenian Barongan yang dipeliharanya bersama para Warok, dikembangkan diwilayah Ponorogo, dan berganti nama menjadi Reog. Kata Reog berasal dari kata Riyoun yang memiliki arti Khusnul Khatimah.

 

Makna dan Ciri Khas Reog Ponorogo

Kesenian Tari Reog Ponorogo memiliki nilai-nilai seni sekaligus nilai-nilai luhur. Tari Reog Ponorgo juga sangat kental dengan unsur mistis dan ilmu-ilmu kebatinan yang kuat. Tari Reog merupakan sebuah pertunjukkan hiburan bagi rakyat yang dipertontonkan di lapangan terbuka dan dikelilingan oleh masyarakat sekitar. 

Barongan Reog Ponorogo

Ciri khas utama dari Pertunjukkan Tari Reog Ponorogo adalah penampilan Topeng besar yang dinamai Dadak Merak. Topeng ini menggambarkan wujud seekor Singa yang besar yang kepalanya ditunggangi oleh seekor Merak cantik. Konon perwujudan dari Dadak Merak ini memiliki makna dari Sejarah yang menyindir Raja Brawijaya V saat memerintah Kerajaan Majapahit. Raja Brawijaya V yang terlalu tunduk dengan keinginan istrinya, digambarkan sebagai seekor Singa yang gagah, namun ditunggangi oleh Seekor Burung Merak. 


Karakter lainnya didalam lakon pertunjukkan Tari Reog Ponorogo adalah Karakter Warok yang diterjemahkan dari sosok Ki Ageng Kutu, seorang Abdi Kerajaan dengan ilmu kebatinan yang tinggi yang tinggi menumbangkan arogansi Raja Majapahit. Kemudian para Jhatil yang menggambarkan Para Prajuris berkuda dari Kerajaan Majapahit, dan karakter-karakter lainnya. 

Didalam Pertunjukkan Reog Ponorogo biasanya memiliki skenario yang sudah tersusun rapi, dan menampilkan interaksi antara dalang, para penari dan para penonton. Tarian Reog Ponorogo ini diiringi oleh alat Musik Tradisional Gamelan yang memainkan lagu-lagu tradisional.

 

Tokoh dan Gerakan Tari Reog Ponorogo

Gerakan-gerakan didalam pertunjukkan Reog Ponorogo memiliki beragam bentuk dan jenis. Gerakan-gerakan tersebut dibagi berdasarkan beberapa Penari yang memerankan beberapa jenis Karakter ikonik didalam lakon Tari Reog Ponorogo.

Beberapa karakter ikonik dan terkenal dari Kesenian Tari Reog Ponorogo yang memiliki gerakan tariannya masing-masing, antara lain adalah sebagai berikut.

1. Warok

Warok berasal dari kata wewarah yang memiliki arti orang yang memiliki tekad suci dan dapat memberi tuntunan kepada orang lain untuk berbuat baik tanpa pamrih. Warok tidak hanya sebuah karakter didalam sebuah pertunjukkan Reog Ponorogo, tetapi juga orang yang terpilih untuk menjadi tuntunan kebaikan di tengah masyarakat. Sehingga untuk memerankan karakter Warok didalam pertunjukkan Reog, seseorang yang telah terpilih tersebut harus menjalankan beberapa syarat ritual, seperti berpuasa, tidak bersentuhan dengan perempuan, menyerahkan sesaji dan menggelar selamatan

Warok

Karakter Warok biasanya ditampilkan didalam pertunjukkan sebagai sosok yang menggunakan baju berwarna hitam, memiliki kumis dan jenggot yang tebal, memiliki penutup kepala berupa udheng, memiliki ilmu dan kesaktian tinggi, serta gemblakan.

 

2. Jathil

Jathil merupakan karakter Prajurit Berkuda didalam sebuah Pertunjukkan Reog Ponorogo. Jathil menggambarkan ketangkasan para Prajurit yang berlatih diatas Kuda. Tarian ini dibawakan oleh Para Penari (wanita atau pria) yang saling berpasangan. Gerak tari ini cenderung memiliki kesan feminim dan halus namun lincah dan cekatan.

Jathil

3. Bujang Ganong 

Bujang Ganong atau dikenal juga sebagai Patih Pujangga Anom, adalah salah satu karakter seorang Patih muda dengan paras buruk rupa. Bujang Ganong digambarkan sebagai seseorang buruk rupa namun memiliki kesaktian, cerdik, cekatan dan bersifat jenaka. Karakter ini sangat energik dan kocak, dan sering menampilkan gerakan-gerakan bela diri. 

Bujang Ganong

4. Klono Sewandono 

Klono Sewandono atau dikenal juga sebagai Raja Klono, adalah salah satu karakter seorang Raja Muda yang memiliki kesaktian dan membawa pusaka berupa Pecut yang disebut Pecut Samandiman. Didalam pertunjukkan lakon Reog Ponorogo, Raja Klono ini selalu membawa pecut untuk melindungi dirinya. Raja Klono digambarkan sebagai sosok Raja yang gagah dan berwibawa, yang sedang jatuh cinta dengan seorang putri. Karena lakon tersebut, Raja Klono ini memiliki gerakan seperti seseorang yang sedang kasmaran.

Klono Sewandono

5. Singo Barong 

Singo Barong merupakan karakter penari berkepala Harimau Jawa dengan hiasa bulu merak yang menghiasi kepalanya. Penari Singo Barong ini memiliki gerakan berupa mengayun-ayunkan kepala kedepan dan kebelakang, berguling-guling hingga merebahkan kepalanya.

Singo Barong

Busana dan Aksesoris Reog Ponorogo

Pertunjukkan Kesenian Reog Ponorogo banyak menampilkan beragam jenis busana dan aksesoris yang dikenakan oleh Para Penari dengan berbagai karakter.

Berikut ini adalah jenis-jenis Busana dan aksesoris yang digunakan oleh Para Penari yang memerankan Karakter-karakter pada Tari Reog Ponorogo.

  • Warok; karakter ini biasanya menggunakan kostum berwarna serba hitam. Penari akan menggunakan Baju dan Celana Cingkrang berwarna hitam. Pada bagian bawahan, celana akan dilapisi kain jarit bercorak batik. Penutup kepala berupa Udheng atau sorban yang juga berwarna berwarna hitam. Wajah mereka akan dirias dengan cadar dan aksesoris berupa kumis dan janggut tebal. Aksesoris lainnya yang digunakan oleh Karakter Warok antara lain adalah: Stagen, Epek Timang, Waktung, Keris, Jam Kantong dan Tongkat.
Kostum Warok
  • Jathil; karakter ini biasanya menggunakan kostum berwarna putih dipadukan dengan riasan kain bercorak Batik Jawa. Pada bagian atas, penari akan menggunakan aksesoris rompi atau kace berwarna hitam dengan rajutan berwarna kuning emas. Sementara pada bagian bawahan akan menggunakan celana pendek yang dibalut dengan kain batik. Karakter Jathil menggunakan aksesoris tambahan berupa selendang yang terikat dipinggang, dan kuda-kudaan yang terbuat dari kulit binatang atau anyaman bambu, sebagai simbol Penunggang Kuda. Aksesoris lainnya yang digunakan oleh Karakter Jathil antara lain adalah: Boro-Boro Samir, Stagen, Epek Timang, Sampur Merah dan Kuning, Kace, Gulon Ter, Srempang dan Binggel.
Busana Jathil
  • Bujang Ganong; karakter ini biasanya menggunakan busana agak terbuka berwarna hitam atau merah yang sangat mencolok. Pada busana mereka banyak ditambah rajutan atau rumbai-rumbaian kain berwarna kuning atau merah, sehingga semakin semarak. Karakter Bujang Ganong sangat dikenal dengan aksesoris berupa Topeng yang terbuat dari kayu berwarna merah menyala dengan tatapan mata melotot, hidung yang besar dan gigi yang menonjol. Sementara rambutnya terbuat dari bulu-bulu ekor kuda. Aksesoris lainnya yang digunakan oleh Karakter Bujang Ganong antara lain adalah: Embong Gombyong, Stagen, Epek Timang, Sampur Merah dan Kuning, Rompi Merah, dan Binggel.
Aksesoris Topeng Bujang Ganong
  • Klono Sewandono; karakter ini menggunakan busana layaknya seorang Raja atau Prabu. Penari karakter Raja Klono ini menggunakan busana Prabu berwarna merah atau hitam, bertelanjang dada dan menggunakan bawahan kain jarit bercorak batik. Aksesoris yang digunakan berupa mahkota Prabu, Keris yang disematkan dipinggang, Probo di punggung, dan Topeng Merah yang dikenakan diatas wajah Penari. Aksesoris lainnya yang digunakan oleh Karakter Klono Sewandono antara lain adalah: Boro-Boro Samir, Stagen, Epek Timang, Sampur, Uncal, Kace, Klat Bahu, Binggel, Cakep, dan lain-lain.
Kostum Klono Sewandono
  • Singo Barong; karakter ikonik ini merupakan simbol utama Reog Ponorogo yang menggunakan aksesoris besar berupa topeng yang disebut Dadak Merak. Topeng Dadak Merak ini terbuat dari kayu dan bambu dengan tinggi mencapai 2,25 meter dan memiliki bobo hampir 50 kilogram. diatas Topeng tersebut terdapat bulu Burung Merak yang disusun rapi diatas wajah Singa. Penari Singo Barong tersebut menggunakan busana berupa baju kimplong dan celana panjang berwarna hitam.
Dadak Merak

Demikian artikel singkat tentang Reog Ponorogo yang merupakan Tari Tradisional berlatar kebudayaan Jawa yang berasal dari Provinsi Jawa Timur. Artikel terkait lainnya dapat menelusuri label seni tari pada laman tegaraya.com

5 Komentar untuk "Tari Reog Ponorogo: Tari Tradisional dari Provinsi Jawa Timur"

  1. Aku selalu tertarik kalo ada pertunjukkan reog di jalan hehehe. Wah, ini jg yg lagi isu saat ini, reog Ponorogo di perebutkan Malaysia jadi budaya mereka! Semoga budaya itu terus dilestarikan supaya claim mereka tidak terbukti ya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyaa.. ada isu reog mau diklaim lg oleh negara Malaysia.. smoga Indonesia bisa mempertahankan budayanya sendiri yaa

      Hapus
  2. budaya yang harus terus di pertahankan dan di lestarikan sebagai identitas bangsa

    BalasHapus
  3. Membawa beban sebegitu beratnya, tetap tampil enerjik nan menawan adalah definisi dari keren yang sesungguhnya. Salut banget sama penari reog di Nusantara. Semoga budaya ini tetap lestari dan menginspirasi. Keren mas tulisannya.

    BalasHapus
  4. ga bisa membayangkan beratnya membawa dadak merak yang besar itu. Ternyata banyak berkaitan dengan mistis ya
    selain itu semua saya suka pertunjukkannya sih tapi tidak pernah lihat dari dekat

    BalasHapus

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

RajaBackLink.com