Seni Arsitektur Gothic: sejarah, ciri khas dan contoh bentuknya

Seni Arsitektur Gothic (disebut juga Gotik) adalah jenis Seni Arsitektur yang muncul dan berkembang di kawasan Eropa Kuno pada periode Abad Pertengahan. Seni Arsitektur Gothic merupakan warisan kesenian dari Kekaisaran Romawi Kuno dan Byzantium yang saat itu masih menguasai sebagian kawasan di Eropa Klasik dan menempati semenanjung Italia.

 

Seni Arsitektur Gothic adalah fase paling terakhir dari perkembangan Kesenian periode Abad Pertengahan di Eropa Kuno. Setelah periode Abad Pertengahan tersebut berakhir, Perkembangan Kesenian di Eropa Klasik memasuki Periode Renaisans.

 

Sejarah Seni Arsitektur Gothic

Seni Arsitektur Gothic diperkirakan muncul dan berkembang pada kisaran tahun 1200 – 1500 Masehi. Bangsa  yang pertama kali mengusung Seni Arsitektur Gothic adalah Prancis yang mengembangkannya pada abad ke-12. Para Arsitek Prancis saat itu telah mengembangkan Seni Arsitektur Romawi Kuno menuju ke tingkatan yang lebih tinggi dan rumit, melanjutkan Gaya Arsitektur Romanesque yang sangat “minimalis” saat itu. Awalnya periode perkembangan jenis Gaya Arsitektur ini disebut dengan istilah Opus Francigenum yang berarti “Karya Prancis”. Kemudian Istilah Penamaan Gothic dipopulerkan pada Masa Renaisans (kisaran abad ke-17 Masehi) yang memiliki arti “Seni Akhir era Abad Pertengahan”. Penamaan Gothic juga memiliki arti bahwa fase tersebut adalah keruntuhan Kesenian Periode Abad Pertengahan di Eropa.

Istilah Gothic sebenarnya saat itu memiliki kesan negatif bagi orang-orang Eropa, yang memiliki arti “sesuatu yang biadab”. Salah satu tokoh Seniman yang bernama Giorgio Vasari mengungkapkan bahwa Gothic berasal dari kata Goth. Kemunculan istilah Goth saat itu adalah kelompok separatis yang disebut Kaum Goth (Ostrogoth) yang mencoba menaklukan Kota Roma, kemudian menghancurkan bangunan kuno dengan corak Seni Arsitektur Klasik bergaya Romanesque. Akibatnya bangunan-bangunan baru yang didirikan kemudian banyak mengadopsi gaya Arsitektur yang baru yang dikenal dengan istilah Gothic.
Seni Arsitektur Gothic saat itu berkembang didalam Kekaisaran Byzantium yang saat itu mulai terdesak dengan Kekhalifahan Islam dan Kekaisan Persia. Karena kedekatan wilayah dari beberapa Kekaisaran tersebut, mengakibatkan Seni Arsitektur Gothic terpengaruh dengan beberapa elemen klasik dari Seni Arsitektur Islam dan Seni Arsitektur Mesopotamia Klasik. Beberapa elemen yang diadaptasi dari pengaruh luar tersebut, seperti elemen Kubah dan Ornamen Fasad. Hingga pada awal kemunculannya, Seni Arsitektur Gothic mulai dikenal dan populer saat Kepala Biara yang dikenal sebagai Abbott Suger melakukan eksperimen Seni Arsitektur saat merenovasi Biara St. Denis di sebelah utara Paris, pada tahun 1137 Masehi. Elemen-elemen Arsitektur yang dihadirkannya pada bangunan Religius tersebut menjadi titik awal lahirnya Seni Arsitektur Gothic.

 

Ciri Khas Arsitektur Gothic

Gaya dan karakteristik Seni Arsitektur Gothic memiliki kesan megah dan misterius. Ciri khas yang paling populer dari Seni Arsitektur Gothic adalah terdapat banyak elemen berupa ragam ornamen dan seni relief tingkat tinggi yang menghiasi dekorasi eksterior dan interior bangunan.

Interior Gereja Gothic

Beberapa ciri khas dan karakteristik lainnya dari Seni Arsitektur bercorak Gothic antara lain adalah:

  1. Filsafat dari Seni Arsitektur bercorak Gothic adalah Vertikalisme, Transparan dan Diafran. Seni Arsitektur Gothic menerapkan proporsi Arsitektur yang berkesan Agung dan menjulang tinggi melebihi skala manusia normal.
  2. Denah bangunan keagamaan seperti Katedral atau Gereja berbentuk Salib. Sementara pada bangunan Kastil atau Istana Kerajaan berbentuk persegi panjang yang dikelilingi dinding pagar yang tinggi.
  3. Atap berbentuk Busur Lancip yang mengarah Vertikal dan bergaya Vernakular khas Eropa. Jenis bentuk atap ini banyak ditemukan pada bangunan Gereja dan Kastil Kerajaan.
  4. Pada bangunan Kastil terdapat banyak menara pengawas yang memiliki atap berbentuk lancip vertikal.
  5. Seni Arsitektur Gothic dikenal dengan banyak dekorasi ornamen, seni relief dan patung-patung yang rumit. Berbagai jenis ornamen dan  seni relief tersebut menggambarkan beberapa figur atau sosok religius maupun mitologi berupa Gargoyle.
  6. Kolom-kolom atau pilar pada bangunan Katedral atau Gereja dilengkapi dengan banyak ukiran patung-patung yang bersifat religius. Hal ini juga ditemukan pada Istana atau Kastil Kerajaan yang menampilkan ukiran patung para petinggi Kerajaan.
  7. Pada Seni Arsitektur Gothic, ditemukan dan berkembang Seni Kaca Patri atau Clear Storey yang dipasang pada dinging bangunan yang menandakan perkembangan teknologi bangunan yang sudah menggunakan material kaca.
  8. Terdapat fitur Flying Butters yang menjadi solusi peyangga struktur bangunan yang tinggi. Flying Butters juga memiliki fungsi sebagai hiasan dekoratif pada Seni Arsitektur Gothic.
  9. Pada bangunan Gereja atau Katedral, terdapat 2 menara utama yang simetris disamping kiri dan kanan. Menara ini difungsikan untuk menggantung lonceng Gereja atau Katedral.
  10. Eksterior bangunan Katedral atau Gereja bercorak Seni Arsitektur Gothic memimiliki fitur jendela berbentuk lingkaran besar dengan mosaik lukisan pada kaca. Keberadaan Jendela ini menjadi salah satu ciri khas Seni Arsitektur Gothic, yang disebut dengan nama Rose Window.
  11. Interior bangunan Kastil dan Katedral, terdapat fitur Pointed Arch pada langit-langit bangunan. Pointed Arch memiliki arti Lengkungan Runcing yang menjadi salah satu ciri khas dari Seni Arsitektur Gothic. Pointed Arch ini disalin dari gaya Arsitektur Islam yang ditemukan pada Masjid-masjid di wilayah Spanyol saat itu.

 

Contoh Karya Seni Arsitektur Gothic

Karya Seni Arsitektur Gothic banyak ditemukan diberbagai kawasan di Eropa. Karya-karya tersebut menjadi sebuah warisan yang masih dilestarikan hingga saat ini dan menjadi sebuah ikon landmark kota atau pariwisata yang mengundang apresiasi dan minat pembelajaran Seni Arsitektur bagi orang-orang yang berkunjung ke Eropa. Seni Arsitektur Gothic hingga saat ini masih diterapkan pada bangunan-bangunan modern di beberapa kawasan di Dunia.

Berikut ini adalah beberapa contoh-contoh bangunan yang menerapkan Seni Arsitektur Gothic.

1. Sagrada Familia

Cathedral Sagrada Familia atau dalam Bahasa Inggris disebut Holy Family adalah Katedral ikonik dan terindah yang terletak di Kota Barcelona, Spanyol. Bangunan Katedral bercorak Gaya Arsitektur Gothic dan Catalan Noucentisme ini dirancang oleh Arsitek & Seniman dari Spanyol yang bernama Antoni Gaudi. Katedral ini telah dibangun sejak tahun 1882 dan proses konstruksinya masih berlansung hingga saat ini. UNESCO menetapkan bangunan yang diproyeksikan selesai pada tahun 2026 kelak sebagai Situs Warisan Dunia

Sagrada Familia

2. Duamo di Milano

Duamo di Milano atau disebut juga Cathedral of Milano adalah sebuah bangunan Katedral terbesar kedua di Kota Milan, Italia. Bangunan bercorak gaya Arsitektur Gothic Flamboyant ini dirancang oleh puluhan Arsitek terkemuka sejak awal pembangunan sejak tahun 1387, yaitu dimulai oleh Simeone da Orsenigo, hingga yang terakhir adalah Benigno Morlin Visconti Castilione. Katedral ini memiliki Ikon Religius dalam Rupa Patung Bunda Maria yang dikenal dengan nama Madonnina.

Duamo de Milano

3. Notre-Dame de Reims

Notre-Dame de Reims atau dalam Bahasa Inggris disebut Rheims Cathedral adalah sebuah Gereja Katolik yang terletak di Reims, Prancis. Bangunan Gereja dengan corak Seni Arsitektur High Gothic ini dirancang oleh para Arsitek asal Prancis, antara lain; Jean d’Orbais, Bernard de Soissons, Jean le Loup, dan rekan-rekan Arsitek lainnya. Katedral yang dibuka dan diresmikan pada tahun 1275 Masehi ini memiliki tinggi mencapai 81 meter, memiliki 2 menara kembar yang simetris dan jendela Rose Windows yang sangat besar dan indah. UNESCO menetapkan Banguna Gereja ini sebagai Situs Warisan Dunia karena memiliki sejarah panjang sebagai tempat penasbihan 33 Raja di Kerajaan Prancis sejak dulu.

Notre-Dame de Reims

4. Hungary Parliamentery Building

Hungary Parliamentery Building atau dikenal juga dengan nama Parliament of Budapest adalah bangunan Parlemen yang sangat ikonik yang terletak di Kota Budapest, Hungaria. Bangunan ini dikenal sebagai Gedung Legislatif yang tertua di Eropa dibangun pada tahun 1885 yang dirancang oleh Arsitek Imre Steindi dengan corak Arsitektur Gothic Revival yang dipadukan dengan gaya Baroque. Bangunan setinggi 96 meter ini landmark kota Budapest yang paling ikonik sebagai tujuan wisata di Hungaria.

Hungary Parliamentery Building

 

5. Cathedral of Palma

Cathedral of Palma atau dikenal juga dengan nama The Cathedral of Santa Maria of Palma adalah sebuah bangunan Gereja Katolik yang terletak di Palma, Mallorca, Spanyol. Bangunan Gereja ini memiliki gaya Roman Gothic dirancang oleh para Arsitek yang terkenal di Spanyol, seperti Joan Rubio, Jaume Fabre, dan Ponch des Coll, yang dibangun sejak tahun 1229. Katedral Palma memiliki ukuran panjang 121 meter dan tinggi mencapai 44 meter, sehingga Gereja ini memiliki rekor dengan ketinggian Nave yang tertinggi di Eropa.

Cathedral of Palma

 

6. Katedral Cologne

Katedral Cologne adalah sebuah bangunan Gereja Katolik yang terletak di Kota Cologne, Jerman. Bangunan Gereja ini mulai dibangun sejak 15 Agustus 1248 yang dirancang oleh beberapa Arsitek terkenal, seperti Master Gerhard, Ernst Friedrich Zwirner, Barbara Schock-Werner, Peter Fussenich, dan rekan-rekan lainnya. Katedral Cologne memiliki denah berbentuk salib dan 2 menara simetris dengan tinggi yang mencapai 157 meter. 

Cathedral of Cologne

7. Rathaus Building

Rathaus Building adalah Gedung Pemerintahan Kota Wina yang terletak di Wina, Austria. Bangunan bercorak Arsitektur Neo-Gothic ini dirancang oleh Arsitek berkebangsaan Jerman bernama Friedrich von Schmidt yang memenangkan sayembara Arsitektur untuk renovasi Balai Kota Wina. Bangunan Balai Kota ini didirikan pada tahun 1872 dan rampung pada tahun 1883 dengan elemen yang ikonik dari bangunan ini berupa Patung Ratahusmann dipuncak menaranya.

Rathaus Building

8. Katedral St. Patrick

Katedral St. Patrick adalah sebuah bangunan Gereja Katolik yang terletak di Midtown Manhattan, dekat New York City, USA. Bangunan Gereja ini memiliki gaya Gothic, dirancang oleh Arsitek yang bernama James Renwick Jr., dan didirikan pada tahun 1879. Gereja Katolik ini adalah salah satu simbol Keagamaan Katolik yang paling menonjol di Amerika Serikat, yang dilengkapi dengan Menara Lonceng dengan ketinggian 100,4 meter. 

Cathedral of St. Patrick


9. Palace of Westminter

Palace of Westminter atau disebut juga sebagai Rumah dari Parlemen adalah sebuah kompleks istana yang terletak di London, Inggris. Bangunan Istana ini dirancang oleh Arsitek yang bernama Charles Barry dan Augustus Pugin, dan dibangun pada tahun 1016 dengan gaya Arsitektur English Gothic. Salah satu elemen yang paling ikonik dari banguan Istanan ini adalah sebuah menara yang menempatkan sebuah jam dinding raksasa.

Palace of Westminter

 
10. Katedral Jakarta

Katedral Jakarta atau dikenal dengan nama resmi Gereja Santa Maria Diangkat Ke Surga adalah sebuah Gereja Katolik yang terletak di Kota Jakarta, Indonesia. Bangunan Gereja setinggi 60 meter ini dirancang oleh Arsitekr bernama Antonius Dijkmans, memiliki gaya Arsitektur Neo-Gothic dan diresmikan pada tahun 1901s. Gedung Gereja ini dibangun untuk menggantikan Katedral Jakarta yang terkena musibah kebakaran oada tahun 1826.

Katedral Jakarta

Tokoh-tokoh Arsitek Gothic

Pada masa perkembangan Seni Arsitektur Gothic saat periode Abad Pertengahan di Eropa Klasik, banyak memunculkan para pakar Arsitektur yang bereksperimen dengan Seni Arsitektur Gothic ini. Seni Arsitektur Gothic termasuk salah satu jenis Seni Arsitektur yang populer dan terkenal di Dunia, sehingga masih bertahan hingga saat ini.

Antoni Gaudi

Beberapa Arsitek terkenal yang mengembangkan Seni Arsitektur Gothic antara lain adalah; Antoni Gaudi dan Joan Rubio dari Spanyol, Simeone de Orsenigo dan Benigno Morlin Visconti Castilione dari Italia, Jean d’Orbais dan Bernard de Soissons dari Prancis, Charles Barry dari Inggris, James Renwick Jr. dari Amerika Serikat,  Friedrich von Schmidt dan Peter Fussenich dari Jerman,  dan Antonius Dijkmans dari Belanda.

 

Demikian artikel yang mendeskripsikan sejarah, ciri khas dan contoh-contoh bentuk dari Seni Arsitektur Gothic yang muncul dari periode Abad Pertengahan di kawasan Eropa Klasik. Artikel terkait lainnya dapat menelusuri label seni arsitektur pada laman tegaraya.com

16 Komentar untuk "Seni Arsitektur Gothic: sejarah, ciri khas dan contoh bentuknya"

  1. Kebanyakan katerdal di Eropa masih banyak yang mengusung gothic ya. Hehehe.. Tapi dibanding gothic aku lebih suka arsitektur baroque yang lebih hidup. 😁

    BalasHapus
    Balasan
    1. Heheee.. iyaa.. gothic terlalu rumit sih..

      Smoga artikelnya bermanfaat ya

      Hapus
  2. Wow, sebelumnya saya pernah ambil studi di arsitek. Setelah membaca artikel ini, jadi teringat masa itu. Sebagian orang memiliki rumah indah, itu membutuhkan harga yang tak murah. Tapi, di tangan arsitek keinginan rumah yg indah, nyaman, dan biaya terjangkau. Sangatlah mungin.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul sekali mas, dan biasanya arsitek berkolaborasi dg Insinyur utk merancang hunian yg aman, terstruktur, dapat dibangun & terjangkau serta memiliki mutu yg terjamin...kebetulan sya mengambil studi civil engineering, jadi paham gimana kolaborasi antara arsitektur & insinyur utk membuat karya yg monumental

      Hapus
  3. Rata rata arsitektur gothic ini banyak diterapin di eropa yaa. Salah satu model bangunan yang aku suka dari gothic ini yang Duamo di Milano. Pernah baca sekilas tentang gedung ini xixie Thanks ka sudah sharing

    BalasHapus
  4. Orang awam dulu pahamnya Gothic itu aliran musik atau gaya dandanan, ternyata gothic membahas lebih dari itu ya, sampai arsitektur juga, keren infonya mendetail.

    BalasHapus
  5. Bagi orang awam seperti saya, selalu suka lihat bangunan bercorak gothic karena terasa mewah dan lebih bersejarah hehe.

    BalasHapus
  6. Wah, baru paham kalau katedral yang ada di Jakarta juga Gothic dasar arsitekturnya. Yang saya pahami dulu, Gothic selalu memiliki kesan misterius dan rumit. Penuh detail dan warna-warna gelap. Terima kasih sharingnya, saya jadi belajar banyak.

    BalasHapus
  7. Dari sekian banyak arsitek Gothic yang disebutkan di artikel, untuk orang awam seperti saya, yang saya kenal hanya Antoni Gaudi.

    BalasHapus
  8. bermanfaat sekali bang tegar, untuk yang gak pernah bersentuhan dengan arsitektur tulisan ini menambah wawasan sekali

    BalasHapus
  9. Salah satu gereja yang tidak terpakai lagi di Jogja juga ada yang berarsitektur gothic. Kesannya megah, rumit, dan misterius, tapi cukup bagus bagi saya.

    BalasHapus
  10. Oh namanya gothic. Selalu suka melihat bangunan-bangunan tua seperti ini tapi baru tau namanya gothic. Moga suatu hari bisa mengunjungi salah satu bangunan gothic amin.

    BalasHapus
  11. Melhat banyaknya bangunan gothic di Europe, aku jadi teringat setting novel dan Film The Davinci Code.
    Rasanya kelam dan penuh misteri, namun mewah dan megah tampak dari luar.

    Aku pikir makna Gothic adalah demikian.
    Sehingga identik dengan warna-warna gelap.

    BalasHapus
  12. Bukan anak seni tapi kalau lihat karya seni selalu terpukau. Ternyata ada banyak tipe arsitek, dan semuanya megah dan indah..

    BalasHapus
  13. seni yang sangat indah

    BalasHapus
  14. Wow bentuknya luar biasa banget ya kk 🤩 meankjubkan sekali

    BalasHapus

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

RajaBackLink.com