Tari Serimpi: Tari Tradisional dari Provinsi Jawa Tengah & Yogyakarta

Tari Serimpi (atau disebut juga Tari Srimpi) adalah jenis Tari Tradisional Klasik Jawa yang berasal dari Provinsi Jawa Tengah dan Yogyakarta. Tari Klasik Jawa ini merupakan warisan tradisi dari Keratonan Kesultanan Mataram Kuno yang pengaruhnya ditemukan pada Keraton Surakarta di Jawa Tengah dan Keraton di Provinsi D.I. Yogyakarta. Tari Serimpi telah dikenal secara luas di Indonesia hingga mendunia. Tari Tradisional Serimpi merupakan Tari yang bersifat sakral sehingga tidak bisa dipertunjukkan secara sembarangan.

 

Sejarah Tari Serimpi

Tari Tradisional Serimpi telah ditemukan sejak tahun 1613 di kawasan Keraton Mataram Kuno yang saat itu dipimpin oleh Sultan Agung Mataram. Saat itu Tari Serimpi adalah Tarian utama khas Keraton Mataram yang sangat disakralkan untuk kepentingan ritual kerajaan. Pada tahun 1755 saat Keraton Mataram mengalami perpecahan menjadi 2 Kesultanan yang terpisah, yaitu Keraton Surakarta dan Keraton Yogyakarta, mengakibatkan Tari Serimpi memiliki 2 versi berdasarkan kebutuhan masing-masing Kesultanan.

Akibat perpecahan tersebut, Tarian Serimpi versi Keraton Surakarta memiliki bentuk gerakan yang berbeda dengan Keraton Yogyakarta, namun tetap memiliki makna dan arti yang sama. Hingga pada rentang tahun 1788 hingga 1820, Tarian Tradisional Serimpi kembali populer di wilayah Keraton Surakarta. Pada tahun 1920-an Tarian ini mulai dikenalkan dan diajarkan kepada para Siswa di sekolah Taman Siswa Jogja, serta dimasukkan kedalam kurikulum kelompok tari dan karawitan Krida Beksa Wirama. Hingga saat ini Tari Serimpi dapat ditampilkan secara umum untuk acara Kenegaraan maupun Festival Rakyat.

 

Makna dan Ciri Khas Tari Serimpi

Penamaaan Tari Serimpi diilhami dari istilah “Srimpi Sangopati” yang memiliki makna “kandidat penerus raja”. Sementara kata “Srimpi” justru memiliki arti perempuan, sehingga sebagian pengamat yang menyimpulkan bahwa Tari Serimpi adalah Tarian kelompok Penari Perempuan yang dipertunjukkan untuk mencari kandidat Sultan. Pendapat lain mengatakan bahwa Srimpi berasal dari kata ”Impi” yang berarti mimpi tentang kehadiran Sang Raja.

Tari Serimpi merupakan tarian tradisional yang memiliki makna makna sakral dan tidak boleh dipertunjukkan secara sembarangan. Tarian ini ditampilkan hanya untuk Ritual Keraton, seperti Penasbihan Raja, Hajatan Kerajaan dan acara-acara keratonan lainnya. Para penari dari Tarian Serimpi ini dipilih oleh para orang-orang Keraton untuk dapat ditampilkan didepan Sultan.

Ciri khas dan gerakan Tari Serimpi adalah alunan gerakan tarian yang gemulai dan dan teratur. Gerakan-gerakan didalam Tarian Serimpi memiliki makna dan arti kesopanan, kehalusan budi, dan kelemahlembutan.

 

Ragam Gerakan Tari Serimpi

Didalam kelompok Tari Serimpi yang diisi oleh para Wanita berjumlah 4 orang dan satu Penari Utama yang diberi nama Putri Renggawati. Para penari wanita tersebut diiringi oleh Musik Tradisional Gamelan berirama lembut.

Gerakan Tari Serimpi didominasi gerakan yang gemulai, lembut dan anggun. Gerakan kepala, kaki dan tangan dilakukan secara harmonis, walau terjadi perpindahan tempo didalam tariannya. Didalam Tarian Serimpi memiliki 3 gerakan dasar, antara lain adalah:

  1. Maju Gawang; adalah gerakan pertama para Penari Serimpi saat memasuki pentas tari. Gerakan ini berbentuk gerakan teratur bertempo lambat, berjalan berbelok ke kiri dan ke kanan yang disesuaikan dengan pola lantai yang telah diatur. Kemudian diakhir gerakan diakhiri dengan posisi duduk yang mengartikan para penari bersiap untuk membuka pertunjukkan Tari Serimpi.
  2. Gerakan Pokok; merupakan gerakan utama yang menampilkan adegan sesuai dengan alur cerita yang dipertunjukkan. Didalam gerakan ini, para Penari Serimpi akan menggunakan properti yang menceritakan sebuah adegan atau narasi tertentu didalam pertunjukkan tarian.
  3. Maju Mundur; adalah gerakan terakhir para Penari Serimpi saat keluar dari Pentas Tari. Gerakannya tetap teratur, lembut dan gemulai namun dengan tempo sedang.

 

Busana dan Aksesoris Tari Serimpi

Tari Serimpi merupakan tarian tradisional yang menggunakan busana dan aksesoris tradisional khas Adat Jawa. Pada awalnya Para Penari Serimpi menggunakan busana pengantin wanita yang menunjukkan keanggunan khas Busana Jawa. Namun saat ini ketika Tari Serimpi semakin berkembang dan dikenal luas, jenis busana tradisional yang digunakan adalah busana wanita khas berupa baju tanpa lengan dibagian atas dan kain jarik bermotif batik pada bagian bawah.

Namun pada perkembangannya, busana yang digunakan oleh para Penari Serimpi dapat dikreasi ulang dan dimodifikasi. Beberapa unsur baru dari budaya luar pun ikut mempengaruhi jenis kreasi busana Tari Serimpi (contoh: budaya Tionghoa). Beberapa properti yang digunakan dan dipilih biasanya disesuaikan dengan narasi cerita yang ditampilkan pada pentas tari, antara lain seperti keris, pistol, gandewa dan busur panah.

 

Jenis-jenis Tari Serimpi

Tari Serimpi ternyata memiliki beragam jenis turunan akibat dari perpecahan Kesultanan Mataram Kuno dan juga perkembangan modernisasi yang terjadi pada Tarian Serimpi. Macam-macam jenis Tari Serimpi tersebut tetap memiliki karakter dan unsur inti Tarian yang disakralkan untuk Ritual Kesultanan. Berikut ini adalah beberapa jenis-jenis Tari Serimpi yang telah dikenal.

  1. Tari Serimpi Ludira Madu; adalah jenis Tarian Serimpi yang dikreasi oleh Pakubuwana V saat diangkat menjadi Putra Mahkota Keraton Surakarta. Tari Serimpi jenis ini diciptakan sebagai peringatan Pakubuwana untuk mengenang Sang Ibu yang berasal dari Pamekasan.
  2. Tari Serimpi Anglirmendhug; merupakan jenis Tarian Serimpi yang digubah oleh Mangkunagara I. Tarian Serimpi jenis ini memodifikasi jumlah Penari Serimpi yang biasanya berjumlah 4 orang Penari Wanita menjadi 7 orang Penari Wanita.
  3. Tari Serimpi Sangupati; adalah jenis Tari Serimpi yang dimodifikasi oleh Pakubuwana IX yang awalnya merupakan kreasi dari Pakubuwana IV saat memerintah Keraton Surakarta pada tahun 1788. Tarian Serimpi ini menceritakan tentang kekalahan Kolonial Belanda oleh gempuran Kesultanan Surakarta saat itu.
  4. Tari Serimpi Gendangwati; merupakan jenis Tari Serimpi yang diciptakan oleh Sri Sultan Hamengkubuwono V. Tari Serimpi jenis ini mementaskan 5 orang penari yang dilengkapi dengan properti berupa sebatang pohon dan seekor burung wilis berwarna putih.
  5. Tari Serimpi Merak Kasimpir; adalah jenis Tari Serimpi yang dikreasi oleh Sri Sultan Hamengkubuwono VII. Tari Serimpi jenis ini menampikan penggunaan instrumen musik berupa Gendhing Merak Kasampir dan beberapa properti unik yang digunakan oleh para Penari, seperti pistol dan panah (jemparing).
  6. Tari Serimpi Padelori; merupakan jenis Tari Serimpi yang dikreasikan oleh Sri Sultan Hamengkubuwono VI dan VII. Tari Serimpi jenis ini menampilkan narasi cerita yang berkisah tentang perang antara Dewi Sirtu Palaeli dan Dewi Sudarawerti. Para penarinya dilengkapi dengan properti berupa bedil (pistol) dan keris kecil yang disebut Cundrik.
  7. Tari Serimpi China; adalah jenis Tari Serimpi yang berasal dari Keraton Yogyakarta. Tari Serimpi jenis ini menginkulturasi beberapa unsur Tionghoa didalam busana yang digunakan oleh para Penari Serimpi tersebut.

Ragam jenis-jenis Tari Serimpi lainnya masih banyak ditemukan dan dikreasikan diluar dari daftar dan deskripsi diatas. Jumlah turunan Tari Serimpi yang berasal dari Keratonan Surakarta dan Keratonan Yogyakarta bahkan berjumlah puluhan jenis bentuk tarian. Hal ini diakibatkan dari beragam kreasi dan modifikasi yang disesuaikan dengan jenis tema ritual yang diselenggarakan oleh pihak Keraton.

 

Demikian artikel singkat tentang Tari Serimpi yang merupakan Tari Tradisional Jawa Klasik yang berasal dari Provinsi Jawa Tengah dan D.I. yogyakarta. Artikel terkait lainnya dapat menelusuri label seni tari pada laman tegaraya.com

Belum ada Komentar untuk "Tari Serimpi: Tari Tradisional dari Provinsi Jawa Tengah & Yogyakarta"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

RajaBackLink.com