Definisi Epos dan Ragam Kisah-kisah yang Terkenal di Dunia

Definisi Epos (atau Epik) adalah sebuah Karya Seni Sastra Kuno (Tradisional) yang berisi cerita atau syair tentang kisah-kisah Kepahlawanan yang legendaris dan mashyur. Kata Epos berasal dari Bahasa Yunani Kuno yang memiliki arti nyanyian atau puji-pujian yang liriknya bersifat puitis dan dramatis yang mengisahkan kepahlawanan Para Dewa atau Tokoh tertentu. Pengertian Epos juga serupa dengan Pengertian Wiracarita (Dewanagari) yang berasal dari Bahasa Sansekerta, merupakan sebuah gabungan kata dari Wira yang berarti Pahlawan, dan Carita yang artinya sebuah hikayat cerita.

Dalam Kesusastraan Epos terdiri dari 2 jenis; yaitu Epos Rakyat dan Epos Ciptaan. Epos Rakyat adalah sebuah karya sastra syair yang lahir dari sebuah sejarah dan kebudayaan dan bersifat turun temurun di sebuah lingkungan masyarakat dan menjadi sebuah legenda, biasanya dalam rentang waktu pada masa lampau (jaman purba) hingga era abad ke-17. Sementara Epos Ciptaan adalah karya sastra syair atau hikayat yang hasil karangan para pujangga atau penulis terkemuka di dalam sebuah kekaisaran atau dinasti kerajaan yang agung, namun didasarkan dari Epos Rakyat yang melegenda.

Berikut ini adalah beberapa jenis Kisah-kisah Epos yang Legendaris dan Terkenal di Dunia.

1. Epos Gilgamesh

Relief  tentang Gilgamesh

Epos Gilgamesh atau Wiracarita Gilgamesh adalah syair kuno dan yang epik dan Tertua di Dunia yang berasal dari kawasan Mesopotamia Kuno. Karya Sastra ini dibuat atau ditulis diatas sebuah lempengan tablet berbahan tanah liat dan juga batu-batuan. Narasi Sastra Epos yang pertama ditemukan berupa syair Puisi ini awalnya berbentuk 5 Puisi dengan aksara dan bahasa Sumeria Kuno yang dibuat pada kisaran tahun 2100 SM. Kemudian dari Puisi awal tersebut dilanjutkan penulisan Epos ini dengan menggunakan bahasa Akkadia Kuno. Narasi Epos Gilgamesh ini akhirnya dikumpulkan dan digabungkan pada masa Babilonia Pertengahan kisaran tahun 1600 SM yang ditulis secara lengkap oleh pujangga kerajaan bernama Sen-Leqi_Unninni. Ketikan keruntuhan Kerajaan Babilonia di kawasan Mesopotamia banyak narasi dari cerita Epos Gilgamesh yang hilang, hingga pada tahun 1849 M ditemukan oleh Arkeolog Eropa pada puing-puing Perpustakaan Kuno Ashurbanipal.

Tablet Epos Gilgamesh

Epos Gilgamesh merupakan sebuah epos kuno yang panjang dan lengkap tentang kisah kepahlawanan seorang Raja Babilonia Kuno yang legendaris bernama Gilgamesh. Gilgamesh adalah sosok yang dianggap sepertiga Manusia dan dua pertiganya berwujud Dewa. Gilgamesh memiliki watak arogan dan suka menindas rakyatnya, sehingga para Dewa menurunkan seseorang jelmaan manusia yang bernama Enkidu untuk turun ke bumi dan memperdaya Gilgamesh serta menantangnya untuk bertarung. Dari pertarungan tersebut justru dimenangkan oleh Gilgamesh. Namun Gilgamesh akhirnya memiliki kebijaksanaan dan mengakui ketangguhan Enkidu dalam pertarungan. Kemudian Gilgamesh bersahabat dengan Enkidu dan mengajaknya untuk melakuan perjalanan untuk mencari Pohon Suci Aras untuk mencapai keabadian dalam hidupnya. Pohon Suci Aras tersebut yang dijaga oleh Makhluk Mitologi yang mengerikan yaitu Humbaba. Sejak saat itu petualangan dan hikayat kisah Kepahlawanan Raja Gilgamesh terus berlanjut dan menjadi Raja bijaksana yang diagungkan oleh para Rakyatnya.

 

2. Epos Ramayana

Epos Ramayana pada Relief Candi Prambanan

Ramayana merupakan karya sastra Epos yang berasal dari kawasan Asia Selatan (India Kuno) dan menceritakan banyak kisah dan mitologi Hindu Kuno. Penamaan Ramayana berasal dari bahasa Sansekerta, yang merupakan gabungan dari kata Rama dan Ayana yang memiliki arti Kisah “Perjalanan Rama”. Kisah Epos Ramayana ini juga ditemukan dan menyebar hingga Asia Tenggara, dan kawasan Nusantara. Pada Khazanah Sastra Jawa Kuno, Epos Ramayana digubah oleh para pujangga kerajaan dan dikenal dengan nama Kakawin Ramayana dan berbahasa Jawa Kuno.  Sementara pada kebudayaan Melayu dikenal dengan nama Hikayat Seri Rama. Epos Ramayana ini merupakan salah satu Epos kuno terbesar di Dunia, yang bersumber dari karya tulis pujangga yang bernama Maharishi Valmiki atau Resi Balmiki, yang tertulis bersama cendekiawan lainnya di India pada kisaran tahun 1200 SM.

Narasi Epos Ramayana

Epos Ramayana terdiri dari 7 kitab kisah atau disebut Kanda yang disusun menjadi sebuah kesatuan epos yang utuh. Kitab tersebut antara lain; Balakanda, Ayodhyakanda, Aranyakanda, Kiskindhakanda, Sundarakanda, Yuddhakanda, dan Uttarakanda. Epos Ramayana secara garis besar bercerita tentang Perjalanan seorang Pangeran Legendaris dari Negeri Ayodya yang bernama Sri Rama, yang merupakan keturunan dari Raja Darasata. Kemudian Rama berhasil memperistri Dewi Sita dari sayembara yang dibuat oleh ayahnya yaitu Prabu Janaka. Akibat permohonan Dewi Kekayi yang merupakan istri ketiga Raja Darasata yang merupakan ibu tiri dari Rama, Pangeran Rama beserta istri dan saudaranya mengasingkan diri ke hutan. Didalam pengasingan di hutan tersebut, Dewi Sita diculik oleh Raja Alengka yang bernama Rahwana. Akhirnya Perseteruan dan perjuangan Rama untuk menyelamatkan Dewi Sita menjadi sebuah kisah epik dan terkenal dari Epos Ramayana ini.

 

3. Epos Mahabharata

Lukisan Perang Kurukshetra

Mahabharata adalah karya Sastra Epos legendaris dari Kawasan India Kuno. Epos Mahabharata ini seperti kisah sebelumnya yaitu Ramayana, yang menceritakan banyak kisah dan tokoh serta mitologi dari ajaran Hindu Kuno. Narasi Sastra dari Epos Mahabharata ini menggunakan Bahasa Sansekerta yang ditulis dan disusun oleh seorang Filsuf ajaran Hindu bernama Kresna Dwaipayana Byasa atau dikenal juga dengan nama Resi Abiyasa. Sebagian besar Epos ini disusun sejak tahun 300 SM hingga 300 Masehi, yang berdasarkan Wiracarita peristiwa asli yang terjadi pada abad ke-9 hingga ke-8 SM, yang juga tertulis dalam catatan sejarah Agama Hindu Kuno. bentuk akhir dari Narasi lengkap Epos Mahabharata ini diduga dibuat pada masa Kekuasaan Dinasti Gupta pada kisaran tahun 400 Masehi. Dari penyusunan Wiracarita ini membuat Epos Mahabharata dianggap sebagai salah satu Epos Terpanjang dan sangat populer di Dunia, dan memuat syair puisi terpanjang di Dunia. Naskah narasi Mahabharata secara utuh memiliki komposisi sekitar 100.000 sloka atau setara 4 kali lipat narasi Wiracarita Ramayana.

Naskah Epos Mahabharata

Mahabharata banyak memuat nilai-nilai filsafat dan ajaran Agama Hindu, serta memaparkan Empat Tujuan Hidup Manusia. Epos Mahabharata terdiri dari beberapa kitab yang memaparkan banyak kisah epik, antara lain; Adiparwa, Sabhaparwa, Wanaparwa, Wirataparwa, Bhismaparwa, Karnaparwa, hingga menuju kitab terakhir Prasthanikaparwa dan Swargarohapanaparwa. Secara garis besar Mahabharata menceritakan tentang ajaran tentang kebaikan dan keburukan sifat manusia yang digambarkan dalam perang saudara. Mahabharata merupakan kisah perseteruan para keturunan Prabu Pandu yang disebut para Pandawa dengan keturunan Dretatastra yang disebut para Kurawa. Pandawa merupakan simbol kebaikan, sementara Kurawa menunjukkan sifat-sifat keburukan. Perseteruan Pandawa dan Kurawa meletus pada Perang Mahadahsyat di Padang Kurukshetra. Pihak Pandawa mengakhiri perang tersebut dengan kemenangan yang sangat disesali karena membunuh keluarga mereka sendiri. Hingga akhirnya Para Pandawa menuju Nirwana sebagai penutup Epos legendaris ini.

 

4. Epos Iliyad

Lukisan Perang Troya

Epos Iliyad atau disebut juga Ilias dalam Bahasa Yunani Kuno merupakan salah satu karya Sastra Epos yang terkenal dari Bangsa Yunani Kuno. Tulisan Epos Iliyad banyak memberi pengaruh besar pada perkembangan Karya Sastra Epos di Kawasan Eropa Kuno saat itu. Epos Iliyad (Ilias) yang memuat syair-syair Puisi Klasik dengan ritme kuno khas Puisi Barak Klasik ini ditulis secara utuh dan digubah oleh seorang Pujangga bernama Homeros. Para sejarawan meyakini bahwa naskah narasi Epos Iliyad dari peristiwa sejarah yang terjadi pada kisaran tahun 1200 SM, kemudian Homeros menulis dan menyusun Epos ini secara utuh pada abad ke-8 SM atau pada periode Abad Kegelapan Yunani berdasarkan catatan sejarah dari berbagai prasasti Yunani Kuno. 

Naskah Epos Iliyad

Epos Iliyad terdiri dari 24 jilid buku yang tersusun menjadi Sastra Epos yang panjang. Epos ini berlatar cerita tentang Perang Troya yang legendaris. Perang Troya adalah kisah pengepungan Kota Troya (Ilion) oleh koalisi kota Mikene atau Akhaya selama 10 tahun. Perang tersebut ditenggarai oleh peristiwa penculikkan Putri Hellen dari Akhaya yang merupakan istri dari Menelaos (Raja Sparta) yang dilakukan oleh Pangeran Paris dari Troya. Putri Hellen yang ternyata juga menaruh hati kepada Pangeran Paris bersedia untuk keluar dari Yunani dan mereka mengasingkan diri ke Kota Troya, dan menciptakan sebuah tragedi perang besar antara Troya dan Akhaya. Raja Menelaos yang dibantu oleh Pahlawan Yunani seperti Achilles, Odysseus, dan Raja Nestor mengepung Kota Troya dan menjadikannya seperti lautan darah akibat keegoisan cinta Paris dan Hellen.

 

5. Epos Odyssey

Lukisan Epos Odyssey

Epos Odyssey atau dalam Bahasa Yunani Kuno disebut Ulisses (Ulixes) adalah Karya Sastra Epos terkenal dari daratan Yunani. Karya Epos beraksara Yunani ini merupakan salah satu karya terbesar Yunani Kuno yang ditulis dan disusun Homeros yang dikenal sebagai Pujangga Terkenal dari Yunani. Epos Odyssey merupakan syair-syair puisi kuno yang terdiri dari 12.000 baris heksameter ayat (bentuk puisi yang digunakan dalam Epos Yunani Kuno atau Epos Latin setelahnya) yang terbagi dalam 24 buah jilid buku. Odyssey adalah kisah epos kelanjutan dari Epos Iliyad yang mengambil peristiwa setelah perang Troya. Kisah Epos Odysseus diyakini dibuat oleh Homeros pada kisaran abad ke-7 hingga ke-8 SM.

Naskah Epos Odyssey

Karya Epos Odyssey menceritakan tentang kisah Seorang Pahlawan paska Perang Troya bernama Odysseus yang telah menaklukkan Kota Troya. Setelah kemenangan mereka menjatuhkan Kota Troya tersebut, semua Raja di kawasan Yunani Kuno pulan dan kembali ke kerajaan mereka masing-masing, kecuali Odysseus yang merupakan Raja Ithaka. Odysseus ditangkap oleh Nimfa Kalipso ditengah perjalanan karena menimbulkan kemarahan bagi Dewa Poseidon akibat perbuatan mereka yang merusak kuil-kuil yang menyembah para Dewa di Kota Troya. Perjalanan kepulangan Odysseus menuju Kerajaan Ithaka yang terhambat selama 10 tahun karena pertikaiannya dengan Para Dewa, membuat Ratu Penelope yang merupakan istri dari Odysseus mendapat banyak gangguan dari para penyerang kerajaan akibat kekosongan posisi Raja Ithaka. Namun Ratu Penelope bersama anaknya yang bernama Telemakhos  tetap bertahan dan setia menunggu kepulangan Odysseus.

 

6. La Chanson de Roland

Lukisan Tentara Karel

Epos La Chanson de Roland atau Chanson de Geste merupakan sebuah karya sastra epos yang berasal dari Prancis Kuno. La Chanson de Roland memiliki arti “Lagu Roland” (Song of Roland) merupakan karya sastra berbahasa Prancis Kuno dan Sastra yang Tertua dari Prancis yang dibuat pada kisaran tahun 1040 hingga 1115 Masehi oleh seorang Pujangga yang bernama Turoldus. Epos La Chanson de Roland terdiri dari 4000 baris puisi yang dibuat berdasarkan kisah Pertempuran Jalur Gunung Roncevaux pada tahun 778 selama masa kekuasaan Karel yang Agung

Naskah Epos La Chanson de Roland

Epos La Chanson de Roland mengisahkan tentang perang Pasukan Basque Muslim dengan Pasukan Karel yang Agung. Perang tersebut terjadi di kawasan Pirenia atau sekitar Jalur Gunung Roncevaux yang berada di Semenanjung Iberia pada tahun 778 Masehi. Pasukan Basque menyerang Pasukan Karel ketika melewati lembah sempit tersebut dan mengepung mereka dari depan dan belakang. Dari peristiwa perang ini, pasukan Karel nyaris tersudut dan mengalami kekalahan, hingga saat Roland sang Ksatria Palladin yang memimpin Pasukan Karel ini diminta untuk meniupkan terompet gading gajah untuk memanggil Pasukan Frank dari Kekaisaran Prancis. Namun Roland tidak melakukan hal tersebut karena menganggap hal tersebut adalah sebuah tindakan pengecut. Akhirnya Roland tewas sebagai Martir bagi Kekaisaran  Prancis, dan meniupkan terompet dan mengumandangkan nyanyian menjelang kematiannya sebagai simbol balas dendam dari Pasukan Frank kelak kepada Pasukan Basque.

 

7. Sureq Galigo

Teatrikal Epos Sureg Galigo

Epos Sureq Galigo atau disebut juga La Galigo karya sastra Epos dari Peradaban Bugis di Sulawesi Selatan (Indonesia). Epos tentang Mitos Penciptaan ini dibuat pada kisaran abad ke-13 hingga ke-15 Masehi dalam bentuk syair-syair Puisi Klasik berbahasa Bugis yang ditulis dengan aksara Lontara Bugis Kuno. Sastra Epos ini merupakan sebuah warisan Karya Sastra Suku Bugis yang awalnya berkembang melalui lisan di dalam masyarakat Bugis. Epos ini terkadang disampaikan menjadi sebuah lirik syair-syair lagu pada beberapa acara adat Suku Bugis. Hikayat Epos ini akhirnya tertulis pada abad ke-18 ke dalam sebuah manuskrip kuno dan tersimpan pada  perpustakaan adat Suku Bugis. Sureq Galigo merupakan sebuah mitos legendaris tentang penciptaan Manusia di Dunia.

Naskah Epos Sureg Galigo

Sureq Galigo berkisah tentang penciptaan Dunia pada masa lampau. Raja Langit yang dikenal dengan nama La Patiganna melantik anaknya yang bernama La Toge untuk menjadi Raja di Bumi dan diberi gelar Batara Guru. Ketika Batara Guru turun ke bumi, dia memiliki anak kembar laki-laki yang bernama Lawe dan Sawerigading. Sawerigading melakukan perantauan ke Tiongkok dan akhirnya memperistri seorang Putri cantik bernama We Cudai. Dari perkawinan Saweragading dengan We Cudai ini, lahirlah seorang Putra bernama La Galigo yang kelak menjadi seorang Pahlawan tiada banding yang menaklukkan lautan dan berbagai pulau. La Galigo akan dikenal dengan gelar Datunna Kelling karena kepahlawanannya di lautan.

 

8. Hikayat Hang Tuah

Lukisan Hang Tuah

Hikayat Hang Tuah adalah sebuah karya sastra Epos yang terkenal dari Wilayah Riau dan Semenanjung Malaya. Epos legendaris  ini sangat dikenal di kawasan Indonesia dan juga di Negeri Malaysia. Kisah Epos Hang Tuah didasari dari Riwayat Hang Tuah pada masa kejayaan Kesultanan Malaka pada abad ke-15. Penulis Sastra Epos ini tidak diketahui, namun dipercaya bahwa narasi cerita Epos ini telah ditulis ulang secara turun temurun oleh para cendekiawan Melayu pada berbagai periode waktu.

Naskah Epos Hang Tuah

Hikayat Hang Tuah berkisah tentang seorang Laksamana Termasyhur yang bernama Hang Tuah pada masa Kejayaan Kesultanan Malaka. Hang Tuah adalah seseorang yang berasal dari keluarga miskin yang lahir di gubuk reot. Hang Tuah telah ikut dalam penjelajahan menuju Laut Cina Selatan saat mereka masih berumur 10 tahun, dan ditemani oleh para sahabatnya yang bernama Hang Jebat, Hang Kasturi, Hang Lekir dan Hang Lekiu. Dari penjelajahan mereka menjadi sebuah cerita yang diketahui oleh Raja Kerajaan Malaka, yaitu Raja Syah Alam. Mereka akhirnya mengabdi kepada Raja Syah Alam dan Hang Tuah diangkat sebagai Laksamana Utama Kerajaan Malaka. Penjelajahan Lautan oleh Hang Tuah hingga mencapai Kerajaan Majapahit dan dia sempat belajar bertapa di Pulau Jawa. Namun pada akhirnya kisahnya Hang Tuah mendapat fitnah melakukan perzinaan dengan pelayan Kerajaan. Hang Tuah dijatuhi hukuman mati, namun ternyata dia dapat diselamatkan dan disembunyikan oleh Bendahara Kerajaan. Karena Fitnah tersebut mengakibatkan sahabatnya sendiri ingin merebut kedudukan Laksamana Utama di Kerajaan. Akhirnya Hang Tuah keluar dari persembunyiannya dan ingin menyelesaikan pertikaian di dalam kerajaan, serta menumpas pemberontakkan yang dilakukan oleh sahabatnya sendiri.

 

Demikian Artikel tentang Definisi dan Deskripsi dari jenis kisah-kisah Epos yang Terkenal dan Legendaris di Dunia. Artikel sejenis dan terkait lainnya dapat menelusuri label seni sastra pada laman tegaraya.com

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel