Musik Krumpyung: musik tradisional dari Provinsi Yogyakarta

Musik Krumpyung adalah jenis Musik Tradisional Terkenal di Indonesia yang berasal dari Kulon Progo, Provinsi Yogjakarta. Sementara untuk menikmati Kesenian Musik Krumpyung ini dapat ditemukan di Dusun Tegiri, Desa Hargowilis, Kecamatan Kokap. Musik Krumpyung biasanya membawakan lagu-lagu Langgam Jawa, Uyon-uyon dan Campursari.

Musik Krumpung hampir serupa dengan Musik Tradisional Gamelan, namun jenis instrumennya yang berbeda. Kesamaan ini dikarenakan Musik Krumpung menggunakan tangga nada pentatonik yang juga ditemukan pada Musik Gamelan. Ciri khas Musik Krumpyung adalah sebagian besar alat-alat musiknya menggunakan bahan bambu dengan nuansa musik yang sama seperti Musik Gamelan.

 

Sejarah Musik Krumpyung

Kesenian Musik Krumpyung pertama kali muncul pada kisaran tahun 1919 saat pendudukan Kolonial Belanda yang menguasai Pulau Jawa. Saat itu Musik Krumpyung dipertunjukkan untuk acara hajatan rakyat, acara adat  atau pengiring tarian tradisional. Kemudian saat Masa Penjajahan Jepang di Indonesia, Kesenian Musik Krumpyung sempat menghilang sebagai Seni Pertunjukkan Musik Rakyat Kawasan Kulon Progo saat itu.

Pada tahun 1973 Kesenian Musik Krumpyung dihadirkan kembali oleh seorang Seniman musik dari Dusun Tegiri, Desa Hargowilis di Kecamatan Kokap, Kulon Progo bernama Sumitra. Kemudian berkembang dari kumpulan alat-alat musik tersebut yang disatukan untuk melahirkan sebuah jenis musik tradisional baru. Beliau menghidupkan dan mengembangkan jenis musik tradisional ini pada yang terinpirasi dari anak kecil yang ingin belajar Musik Gamelan. Karena keterbatasan itulah Sumitra mengumpulkan jenis-jenis alat musik berbahan Bambu yang dibuatkan pertunjukkan musiknya seperti Permainan Musik Gamelan. Penamaan “Krumpyung” pada jenis musik tradisional ini didasari dari kebiasaan masyarakat setempat yang ketika mendengar suara alat-alat musik berbahan bambu tersebut, akan berbunyi “pating krumpyung” atau “krum-pyung krum-pyung”. Sejak saat itu Musik Tradisional ini dipanggil Kesenian Musik Krumpyunh.

 

Instrumen alat Musik Krumpyung

Instrumen alat Musik Krumpyung terdiri dari banyak instrumen perkusi yang hampir keseluruhan terbuat dari bambu.

Instrumen alat-alat musik Krumpyung

Beberapa instrumen alat musik tersebut dari Musik Krumpyung antara lain;

  1. Krumpyung; merupakan instrumen alat musik golongan alat musik idiofon. Bentuk alat musik berbahan bambu ini berupa susunan pipa-pipa secara vertikal yang bagian tengahnya dipotong separuh, sehingga menyerupai alat musik organ. Alat musik Krumpyung dimainkan dengan cara digoyangkan atau digetarkan dengan tangan sehingga menimbulkan suara benturan antara pipa-pipa bambu tersebut. 
  2. Saron; adalah instrumen alat musik yang termasuk ke dalam golongan alat musik idiofon. Alat musik ini dimainkan dengan cara dipukul pada bagian bilahnya dengan sebuah pemukul kayu yang telah dibalut dengan karet pada bagian kepalanya. Saron berbentuk susunan bilah bambu berjumlah 7 yang tersusun secara berurutan dari yang berukuran kecil hingga besar.
  3. Demung; merupakan jenis instrumen alat musik bergolongan idiofon. Sekilas bentuk alat musik Demung mirip atau serupa dengan alat musik Saron. Alat musik ini juga dimainkan dengan cara dipukul pada bagian bilah-bilahnya yang berjumlah 7 buah. Perbedaan alat musik Demung dengan Saron adalah alat musik Demung memiliki tangga nada yang lebih rendah 1 oktaf dibandingkan dengan alat musik Saron.
  4. Gambang; adalah jenis instrumen alat musik yang  bergolongan idiofon. Bentuk alat musik Gambang sekilas mirip dengan alat Musik Demung dan Saron, namun dengan jumlah bilah yang berbeda sebanyak 15 bilah. Alat musik ini juga dimainkan dengan cara dipukul pada bilah-bilahnya dengan pemukul yang dilapisi karet. Alat musik Gambang dimainkan untuk mengisi melodi dan harmoni pada pementasan Kesenian Musik Krumpyung.
  5. Bonang; merupakan instrumen alat musik yang juga bergolongan idiofon. Bentuknya nyaris serupa dengan alat musik Gambang, namun ciri yang nada yang berbeda. Bilah-bilah bambu pada alat musik Bonang tidak saling berurutan besar – kecil seperti alat musik Saron, Demung atau Gambang, tetapi ukuran kecil dan besar saling mengisi di tiap selanya, dan memiliki nada oktaf yang berbeda-beda.
  6. Kempul; merupakan instrumen alat musik yang bergolongan idiofon. Bentuk alat musik Kempung ini masih sama atau serupa dengan alat musik Gambang atau Bonang. Bilah-bilah bambu disusun secara paralel berukuran besar hingga kecil dengan panjang yang berbeda-beda pula. Alat musik ini dimainkan dengan cara dipukul menggunakan pemukul kayu yang dilapisi dengan karet.
  7. Gong; adalah jenis instrumen alat musik yang  bergolongan idiofon yang juga terbuat dari bahan bambu berdiameter agak besar. Alat Musik Gong pada Musik Krumpyung hanya memiliki 2 nada dengan oktaf rendah. Alat musik ini dimainkan dengan cara dipukul menggunakan batang kayu.
  8. Gendang; atau disebut juga Kendang merupakan instrument alat musik perkusi yang termasuk dalam golongan membranofon. Alat musik ini terbuat dari bahan kayu berbentuk silinder dan dilapisi kulit kerbau atau kambing pada kedua ujung lubang kayu yang berbentuk silinder tersebut. Alat musik Gendang dimainkan dengan cara dipukul atau ditepuk dengan menggunakan kedua tangan di kedua ujung silinder yang dilapis oleh kulit binatang tersebut.

 

Bentuk Penyajian Musik Krumpung

Keunikan Musik Krumpyung adalah nada yang digunakan adalah jenis Laras Slendro dan Pelog. Jenis nada ini awalnya digunakan pada pertunjukkan Musik Gamelan sejak Kerajaan di Kawasan Jawa Kuno. Nada Laras Slendro ditemukan dari  Kerajaan Mataram Kuno yang dikuasai oleh Dinasti Syailendra. Sementara nada Pelog lebih berkembang di Kawasan Kerajaan Bali Kuno.

Pertunjukkan Kesenian Musik Krumpyung terdiri dari 2 kelompok terdiri dari Niyaga atau pemain instrumen alat musik, dan Sinden dan Wiraswara yang bertugas melantunkan lagu-lagu. Sinden adalah pengisi vokal Perempuan, sementara Wiraswara adalah pengisi vokal laki-laki.

Didalam pertunjukkan memiliki susunan pemain kesenian Krumpyung tersebut. Sinden dan Wiraswara berada ditengah-tengah, sementara Niyaga akan berada disekelilingnya untuk mengapit Sinden tersebut. Total pemain musik Krumpyung berjumlah sembilan orang pemain, emua pemain musik Krumpyung ini duduk secara bersila diatas lantai atau karpet. Pada kesenian Musik Krumpyung biasanya menggunakan busana serangam dengan tema busana cenderung bernuansa tradisional Jawa tanpa menggunakan alas kaki. Penggunaan aksesoris biasanya hanya sebatas ikat kepala, selendang dan blangkon. Kemudian pertunjukkan Musik Krumpyung biasanya dilakukan di halaman terbuka hingga di dalam sebuah gedung.

 

Demikian artikel tentang definisi dan deskripsi, sejarah dan jenis-jenis Musik Tradisional Krumpyung. Artikel terkait lainnya dapat menelusuri label musik pada laman tegaraya.com

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel