Pementasan Wayang : seni teater tradisional dari Indonesia

Pementasan Wayang adalah jenis pementasan Seni Teater Tradisional yang berasal dari Indonesia. Seni pementasan Wayang ini berkembang pesat dengan kebudayaan di Pulau Jawa, Bali dan sebagian Pulau Sumatra. Menurut filosofi dari kebudayaan Jawa, Wayang diartikan sebagai seni bayangan, gambaran atau lukisan mengenai kehidupan alam semesta.

Wayang dipertunjukkan dalam sebuah pentas seni yang memuat pertunjukkan drama, musik dan seni tutur dialog yang dipimpin oleh seorang Dalang. Wayang berbentuk teater boneka pipih atau tipis yang terbuat dari kuit hewan, kemudian disorot menggunakan pelita atau cahaya dan menghasilkan bayangan pada sebuah layar. Namun Seni Teater Wayang juga ditemukan dalam bentuk lainnya, seperti teater boneka kayu, boneka bambu, boneka rumput atau oleh manusia.

Wayang merupakan sebuah seni tradisional yang mengambarkan kekayaan dan ragam seni pada proses pembuatan hingga pertunjukkannya, seperti seni rupa, seni lukis, seni teater, seni musik, seni tutur, seni sastra (naskah), dan seni perlambang.

 

Sejarah dan Tujuan Wayang

Seni Pementasan Teater Wayang merupakan sebuah adopsi kebudayaan dan ajaran dari Agama Hindu yang tersebar di kawasan Nusantara sejak abad ke-4, terutama di Pulau Jawa. Ajaran-ajaran Agama Hindu tersebut menyampaikan sebuah narasi cerita terkenal seperti Epos Ramayana dan Mahabharata, lengkap dengan para tokoh dan beragam karakternya. Kemudian narasi-narasi cerita tersebut dikreasikan menjadi sebuah pementasan drama dalam bentuk boneka kulit yang disebut Wayang Kulit. Dari pementasan seni teater wayang tersebut menjadi sebuah media untuk menyebarkan nilai-nilai ajaran Agama Hindu, nilai-nilai kebaikan dan nasehat-nasehat untuk para penonton. Sehingga kreasi Seni Teater Wayang ini merupakan sebuah Seni Terater Tradisional yang lahir dari kebudayaan Jawa di Indonesia.

Menurut beberapa catatan sejarah Nusantara, asal mula Seni Pementasan Teater Wayang tercatat pada Prasasti Balitung yang berisi naskah Si Galiging Mawayang. Kesenian Wayang lahir pada Kekuasaan Raja Airlangga yang memerintah Kerajaan Kahuripan pada tahun 976-1012 Masehi. Naskah drama yang digunakan untuk pementasan Seni Teater Wayang menggunakan naskah kitab Ramayana berbahasa Jawa Kuno, hasil kreasi dari Para Pujangga, seperti Empu Kanwa, Empu Sedah dan Empu Panuluh. Hingga akhirnya Seni Teater Wayang menjadi berkembang dan terkenal di Kerajaan Kediri saat dikuasai oleh Prabu Jayabaya pada tahun 1130-1160. Pada prasasti-prasasti Kerajaan menyebutkan Seni Pementasan Teater Wayang ditulis dengan istilah Mawayang dan Aringgit yang artinya Pementasan Wayang, dan telah dikenal hingga saat ini.

 

Bentuk dan Tujuan

Seni Pementasan Teater Wayang merupakan sebuah pertunjukkan tradisional yang divisualkan secara lengkap. Didalam proses persiapan hingga pementasannya, Teater Wayang banyak melibatkan banyak jenis kesenian, seperti seni rupa, seni lukis, seni teater, seni musik, seni tutur, seni sastra (naskah), dan seni perlambang. Didalam pembuatannya, beragam jenis Wayang akan menerapkan seni rupa dengan cara dilukis dan diukir atau dirias pada wayang orang, sementara dalam pementasannya menerapkan seni sastra pada naskah drama, serta seni teater dan seni musik pada pertunjukkannya.

Teater Wayang diakui oleh Lembaga Pendidikan dan Kebudayaan Dunia UNESCO pada tanggal 7 November 2003 sebagai Warisan Mahakarya Dunia yang Ternilai dalam Seni Bertutur (Masterpiece of Oral and Intangibel Heritage of Humanity). Hal ini diakui karena Wayang menjadi sebuah media penyampaian gagasan dan nasehat untuk para penonton seni pementasan teater wayang. Pementasan Teater Wayang memiliki kandungan berupa:

  1. Momot Kamot yang berarti gambaran kehidupan manusia, baik secara ideologi, politik, ekonomi, sosial dan budaya.
  2. Tatanan, Tuntunan dan Tontonan, yang berarti menjadi sebuah pertunjukkan yang memiliki pesan moral.
  3. Teater Total, yang berarti menampilkan pertunjukkan kesenian yang utuh.

 

Jenis-jenis Wayang

Seni Pementasan Teater Wayang memiliki beragam jenisnya. Jenis-jenis wayang tersebut dipilah dan dikategorikan berdasarkan bentuk dan bahan pembuatannya. Berikut ini adalah beragam jenis-jenis wayang yang tersedia:

1. Wayang Kulit

Wayang Kulit merupakan sebuah pertunjukkan seni teater tradisional yang menggunakan media boneka yang terbuat dari kulit binatang dan dibuat supaya menyerupai figur tokoh tertentu. Wayang Kulit berbentuk pipih atau tipis yang diolah atau dibuat dari bahan-bahan tipis seperti kulit sapi, kulit kerbau atau kulit lembu, kemudian dihias dan diberi corak warna agar terlihat lebih indah dan menarik.

Wayang Kulit

Wayang Kulit banyak ditemukan dalam pementasan Seni Teater tradisional di Pulau Jawa dan Bali. Ada beberapa jenis Wayang Kulit yang ditemukan di wilayah tersebut, seperti: Wayang Purwa; Wayang Dupara; Wayang Gambuh; Wayang Krucil; Wayang Arja; Wayang Suluh dan lain-lain.

2. Wayang Kayu

Wayang Kayu adalah pertunjukkan Seni Teater tradisional yang menggunakan media boneka berbahan kayu. Wayang Kayu berbentuk seperti boneka pada umumnya, kemudian dilukis dan diberi corak warna, hingga lapis dengan kain yang menyerupain baju dan aksesorisnya. 

Wayang Golek

Wayang Kayu banyak ditemukan diberbagai wilayah di Indonesia, seperti Pulau Jawa, Bali, Nusa Tenggara, dan sebagian Sumatra. Beragam jenis Wayang Kayu yang cukup terkenal antara lain adalah: Wayang Gedog; Wayang Golek; Wayang Klithik, Wayang Timplong, Wayang Menak, dan lain-lain.

3. Wayang Bambu

Wayang Bambu merupakan sebuah pementasan seni teater boneka yang terbuat dari bahan bambu. Wayang Bambu berbentuk seperti boneka kayu yang dihias dan diberi riasan aksesoris. Salah satu jenis Wayang Bambu yang terkenal adalah Wayang Golek Langkung yang berasal dari Jepara di Jawa Tengah.

Wayang Bambu

4. Wayang Rumput

Wayang Rumput adalah sebuah pementasan seni teater boneka yang terbuat dari bahan Rumput. Wayang Rumput hampir serupa dengan bentuk Wayang Kulit, hanya bahannya saja yang membedakan. Penyajian pementasan Wayang Rumput ini sama dengan Wayang Kulit yang dilengkapi dengan dialog  dan seni musik. Salah satu jenis Wayang Rumput yang terkenal adalah Wayang Suket yang dipopulerkan oleh Seniman Slamet Gundono yang berasal dari Tegal, Jawa Tengah.

Wayang Suket

5. Wayang Motekar

Wayang Motekar merupakan sebuah jenis wayang yang terbuat dari plastik berwarna. Wayang Motekar dipentaskan dalam bentuk seni teater drama untuk anak-anak. Wayang jenis ini dapat ditemukan dimana saja dan dibuat oleh berbagai orang.

Wayang Plastik

6. Wayang Orang

Wayang Orang adalah sebuah pementasan seni teater wayang yang diperankan oleh orang (manusia). Pementasan Wayang Orang telah ada sejak tahun 1731 pada masa kekuasaan Raja Hamangkurat I. Lakon yang biasa diangkat pada pementasan Seni Teater Wayang Orang diambil dari kisah Epik Ramayana dan Mahabharata, dan ditambah dengan karakter-karakter asli Kebudayaan Jawa seperti Punakawan, Gatotkaca, Antareja dan Antasena. Beragam jenis Wayang Orang yang cukup terkenal antara lain adalah: Wayang Topeng dari Pulau Jawa dan Wayang Gung dari Kalimantan Selatan.

Wayang Orang

 

Pementasan Seni Teater Wayang adalah sebuah karya seni dan warisan kebudayaan yang harus tetap dijaga oleh Bangsa Indonesia. Banyak bangsa lain yang ingin mengklaim kebudayaan ini dan menganggap Seni Teater tradisional ini adalah salah satu produk karya seni dari wilayah geografis mereka.

Beragam jenis Seni Teater Wayang masih banyak ditemukan diberbagai pelosok negeri, diluar dari daftar dan deskripsi yang tertulis di atas. Semoga artikel ini menjadi sebuah manfaat untuk mencari tahu informasi lainnya yang berkaitan dengan Seni Teater Wayang.

Demikian artikel tentang definisi dan deskripsi tentang Pementasan Seni Teater Wayang. Artikel terkait lainnya dapat ditelusuri pada label seni teater pada laman tegaraya.com 

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel