Seni Arsitektur era Modern Awal di Dunia

Seni Arsitektur Modern Awal didefinisikan sebagai Gaya baru dalam Seni Arsitektur yang mengutamakan bentuk bangunan beserta fungsinya. Seni Arsitektur era Modern Awal memiliki karakteristik yang menyederhanakan bentuk dan mulai menghapus beberapa ornamen-ornamen klasik. Tampilan bangunan yang bergaya Arsitektur Modern Awal akan menonjolkan keindahan yang lebih sederhana dan simple namun tetap memiliki ketegasan bentuk dan karakternya. 

 

Seni Arsitektur Modern Awal memiliki pengertian dan konsep yang umum serta dapat diterapkan di seluruh dunia. Seni Arsitektur era Modern Awal tidak lagi memiliki beragam jenis dan bentuk yang dicirikan berdasarkan unsur-unsur dan bentuk dekorasinya seperti yang ditemukan pada Seni Arsitektur Klasik pada zaman Abad Pertengahan maupun zaman Kolonialisme Awal. Pada era Klasik bentuk-bentuk bangunan megah dilihat dari ciri khas Pilar atau Bentuk Atap. Namun pada era Modern Awal bentuk atap lebih fungsional tanpa menonjolkan estetika berlebihan. Kemudian Dekorasi Arsitektur Modern Awal menunjukkan ornamen sederhana berupa garis horizontal, vertikal dan garis diagonal sederhana.

 

Sejarah

Seni Arsitektur era Modern Awal muncul pada awal Abad ke-20 atau kisaran awal tahun 1900-an. Seni Arsitektur Modern Awal mulai berkembang setelah masa Invansi Kolonialisme sudah berkembang di beberapa kawasan Dunia atau wilayah baru. Bentuk dan ciri khas klasik seperti ornamen yang rumit mulai dikurangi dan ditinggalkan, dan mulai menerapkan beberapa bentuk-bentuk baru yang bersifat kubisme dan sederhana.

Faktor-faktor yang menyebabkan perubahan yang dimunculkan dari Seni Arsitektur Modern Awal pada dasarnya adalah perubahan dalam Teknologi, Sosial dan Kebudayaan yang terhubung sejak Revolusi Industri di Eropa yang berakhir pada akhir tahun 1800-an. Kemudian Sejarah Perkembangan Seni Arsitektur Modern Awal terbagi dalam beberapa fase atau Periode.

1. Periode I (Tahun 1900 – 1929)

Pada sejarah perkembangan awal Seni Arsitektur era Modern Awal mengalami banyak pertentangan. Hal ini ditenggarai karena beberapa eksperimen Seni Arsitektur Modern Awal terkesan tidak memiliki nilai estetika yang banyak ditemukan dari pada era sebelumnya. Pada era Abad Pertengahan dan Kolonial, Prinsip Arsitektur menunjukkan beberapa nilai seperti art, form, craft dan karya manual. Sementara Arsitektur Modern Awal menunjukkan beberapa prinsip baru seperti science, space, assembly dan karya machinal.

Gaya Arsitektur Modern Awal akhirnya lebih berkembang karena bersamaan dengan momen Perang Dunia I yang banyak menghancurkan sarana dan prasarana serta ekonomi di berbagai kawasan di Eropa. Seni Arsitektur Modern Awal memiliki konsep free plan dan universal plan yang dapat digunakan untuk berbagai macam aktifitas dan fungsi. Material bangunan seperti beton, baja dan kaca dibentuk dari industri dan diseragamkan (universal). Hingga pada bulan September 1928 telah diadakan Kongres Arsitektur yang diselenggarakan oleh CIAM (Congres Internationaux d’Architecture Moderne) yang mengumpulkan para Arsitek untuk membahas konsep Arsitektur Modern yang lebih universal.

 

2. Periode II (Tahun 1930 – 1939)

Pada Periode ke-2 perkembangan Seni Arsitektur Modern Awal telah menyebar ke seluruh kawasan Eropa, Amerika hingga Jepang. Namun perbedaan kondisi geografis, iklim dan corak tradisi mempengaruhi apresiasi bentuk bangunan. Kemudian perkembangan metode hubungan ruang, bentuk, struktur dan bahan bangunan tidak dapat mengikuti konsep universal dari Gaya Arsitektur Modern Awal dari Eropa.  Sehingga karakteristik bentuk dan tampilan bangunan dengan gaya universal tersebut diwarnai dengan tampilan baru menyesuaikan dengan material setempat.

Periode ke-2 ini Seni Arsitektur Modern Awal akhirnya menganut prinsip yaitu; 

  1. Arsitektur adalah perpaduan keahlian, perkembangan teknologi, industri serta seni
  2. Konsep kesatuan yang disebut kemanusiaan, akal dan seni dari Arsitektur Modern Awal.
  3. Nilai-nilai Kedaerahan, Manusia dan Lingkungan.

 

3. Periode III (Tahun 1945-1949)

Pada Periode ke-3 perkembangan Seni Arsitektur Modern Awal bertepatan dengan terjadinya tragedi Perang Dunia II. Kerusakan sarana dan prasarana akibat tragedi perang tersebut menimbulkan faktor-faktor kebutuhan manusia terhadap material untuk membangun kembali rumah-rumah mereka. Hal ini menyebabkan terjadinya Pabrikasi dan Industri Komponen bangunan. Bangunan-bangunan yang dibuat dengan prinsip ekonomis dan rasional demi mempercepat pembangunan. Perkembangan Seni Arsitektur Modern Awal pada Periode ke-3 ini serupa dengan yang terjadi pada Periode ke-1 paska Revolusi Industri. 

Bagi kelompok yang menganggap Arsitektur adalah nilai Seni dan Artistik, perkembangan Seni Arsitektur Modern Awal pada kisaran tahun 1950-an dianggap sebagai titik awal kemerosotan dengan berbagai alasan seperti:

  1. Bahan bangunan yang serupa dan seragam dari hasil pabrikasi massal, namun memiliki kualitas yang berbeda-beda.
  2. Menonjolkan ciri Nihilism yang berarti tidak ada apa-apa kecuali bidang geometris, space ruangan yang luas, desain simpel dan polos, serta bidang kaca yang lebar.
  3. Disharmoni dengan lingkungan dan alam karena keseragaman bentuk bangunan yang geometris.
  4. Perancang Arsitektur tidak lagi dikenal secara individu, namun melalui Tim Kerja dari Biro Konsultan.

Namun bagi kelompok yang menganggap Arsitektur sebagai sebuah Inovasi Teknlogi, perkembangan Seni Arsitektur Modern Awal dianggap sebagai titik puncak kejayaan Seni dan Industri Arsitektur bangunan. Beberapa alasannya antara lain:

  1. Produksi Massal bahan dan komponen bangunan melalui proses pabrikasi yang lebih efisien, rasional dan ekonomis.
  2. Bentuk bangunan yang mengutamakan fungsi dan beradaptasi dengan berbagai kultur dan budaya di seluruh kawasan Dunia.
  3. Arsitektur bergaya Universal sehingga dapat bersifat Internasional.

Dari pertentangan sudut pandang tersebut menciptakan pengulangan Gaya Arsitektur yaitu Aliran Arsitektur Eklektisisme dari era Abad Pertengahan yang memilah dan mengambil unsur-unsur yang dapat mengakomodir perkembangan Seni Arsitektur. Prinsip-prinsip perancangan didasari pada kebutuhan dan fungsi yang dipadukan dengan nilai estetika dan kesatuan dengan lingkungan. Segenap filosofi dan prinsip Arsitektur sebagai ilmu diformulasikan dengan sempurna dari ide sampai realisasinya.

 

4. Periode III fase 1 (Tahun 1949 -1958)

Pada Periode ke-3 fase 1 ini perkembangan Seni Arsitektur Modern Awal terjadi penyatuan karakter bangunan dengan fungsi, serta pertimbangan terhadap hubungan bangunan dengan keadaan lingkungannya atau iklim setempat. Komponen bangunan mencerminkan kemajuan inovasi teknologi bangunan yang dilihat dari penggunaan produk-produk material baru seperti; beton pracetak, baja, aluminium, metal, dan lain-lain. Penggunaan material baru tersebut dibagi menjadi 2 prinsip dasar yaitu; estetika dan efisiensi. Ciri-ciri yang dilihat dari bangunan pada Periode ke-3 fase 1 ini antara lain:

  1. Penggunaan bidang kaca yang lebar.
  2. Ditemukannya konsep Cantilever untuk memperluas lantai.
  3. Penggunaan dinding penyekat yang diproduksi secara industrial.
  4. Permukaan bangunan yang mulai agak kasar.

 

5. Periode III fase 2 (Tahun 1958 – 1966)

Pada periode ke-5 dalam perkembangan Seni Arsitektur Modern Awal mengalami beberapa variasi yang diakibatkan inovasi teknologi bangunan yang semakin maju terutama di kawasan Eropa dan Amerika. Didalam periode ini juga banyak ditemukan jenis-jenis aliran Seni Arsitektur yang memadukan prinsip fungsional, futuristik dan keseimbangan dengan alam sekitarnya. Konsep Seni Arsitektur Modern Awal sangat terasa dan menonjol karena kestabilan ekonomi, kemajuan teknologi, keragaman sosial dan berbagai ide unik yang diterjemahkan ke dalam bentuk-bentuk bangunan modern. Seni Arsitektur Modern Awal akhirnya dapat berkembang ke berbagai penjuru dunia.

 

Ciri Khas dan Karakteristik

Ciri umum yang ditampilkan dari Seni Arsitektur Modern Awal adalah bentuk-bentuk yang terkadang asimetris atau abstrak, terkadang kubisme, berkonsep kontemporerisasi dengan berbagai bentuk dan komposisi, serta memiliki denah yang cukup terbuka. Ciri-ciri lain dari Seni Arsitektur Modern Awal antara lain adalah:

  1. Bangunan bersifat fungsional dalam penggunaan skala manusia.
  2. Tampilan futuristik yang menampilkan visual elemen bangunan yang minimalis namun berkarakter modern, serta warna eksterior atau interior yang lebih lembut.
  3. Tidak ada penggunaan elemen ornamen yang berlebihan. Ornamen bangunan terkadang ditemukan dari material alam yang memiliki kesan abstrak namun rapi.
  4. Minim penyekat ruangan dengan prinsip less is more  ciri Nihilism.
  5. Membangun hubungan dengan alam sekitar.
  6. Gaya Arsitektur yang Singular atau seragam dengan tidak menonjolkan ciri khas dari individu tertentu atau dari para Arsitek seperti pada era Arsitektur Abad Pertengahan dan era Kolonial Awal.
  7. Bangunan menggunakan material modern hasil pabrikasi.
  8. Eksterior dan interior bangunan menonjolkan garis-garis vertikal dan horizontal.
  9. Harmoni dengan lingkungan, iklim dan kultur.

 

Jenis-jenis aliran Seni Arsitektur Modern Awal

Beberapa jenis aliran dalam penerapan Seni Arsitektur Modern Awal antara lain adalah sebagai berikut.

1. Brutalisme 

Aliran Brutalisme merupakan Seni Arsitektur Modern Awal bergaya Brutalis menunjukkan ciri bangunan yang besar berstruktur beton dan beton tersebut sangat terlihat jelas sebagai tampilan visualnya. Bangunan akan terkesan kasar namun menampilkan karakter kokoh. Ciri khas lainnya dinding bangunan berwarna tone gelap. Tokoh-tokoh Arsitek yang menerapkan Seni Arsitektur Brutalisme antara lain; Peter Smithson, James Striling, Alison, dan lain-lain.

Arsitektur Brutalisme
 

2. Konstruktivisme 

Aliran Konstruktivisme adalah Seni Arsitektur Modern Awal yang menunjukkan komposisi struktur dan konstruksi tiga dimensi dengan bentuk-bentuk kubisme. Ciri khas lainnya yang ditampilkan adalah penggunaan ruang kosong sebagai elemen desain dan menciptakan objek geometris dengan menggunakan metode industri. Tokoh-tokoh Arsitek yang menerapkan Seni Arsitektur Konstruktivisme antara lain; Vladimir Tatlin, Alexander Rodchenko, Varvara Stepanova, dan lain-lain. 

Arsitektur Konstruktivisme

3. Ekspresionisme

Aliran merupakan Seni Arsitektur Modern Awal yang menunjukkan ciri irasional, emosional, antropomorfik, romantik dan monumental. Prinsip utama dari komposisi arsitektur ini terdiri dari masa bangunan yang bersifat sentral, dominan dan menjulang. Tokoh-tokoh Arsitek yang menerapkan Seni Arsitektur Ekspresionisme antara lain; Erich Mendelson, Rudolf Steiner, Michel de Klerk, dan lain-lain.

Arsitektur Ekspresionisme

4. Formalisme 

Aliran Formalisme adalah Seni Arsitektur Modern Awal yang menonjolkan estetika pada bentuk bangunan. Formalisme dikenal juga dengan nama Strukturalisme, yang menerapkan prinsip utama yaitu “bentuk menciptakan fungsi”, sehingga lebih mengutamakan estetika. Tokoh-tokoh Arsitek yang menerapkan Seni Arsitektur Formalisme antara lain; Louis Khan, Moshe Safdie, Craig Zeidler, dan lain-lain.

Arsitektur Formalisme

5. Futurisme

Aliran Futurisme merupakan Seni Arsitektur Modern Awal yang menerapkan konsep-konsep baru berdasarkan kecepatan untuk kehidupan modern dan lepas dari konsep masa lalu. Prinsip dan ciri yang ditampilkan adalah paham Chromaticism yang kuat, garis dinamis yang panjang, serta menunjukkan kecepatan, urgensi dan kecanggihan. Tokoh-tokoh Arsitek yang menerapkan Seni Arsitektur Futurist antara lain; Filipo Marinetti, Antonio Santelia, Richard Meier, dan lain-lain.

Arsitektur Futurisme

6. Organic

Aliran Organic adalah Seni Arsitektur Modern Awal yang menunjukkan tampilan visual yang harmonis antara bangunan dan alam. Prinsip dan ciri yang ditampilkan adalah bentuk-bentuk biomorfik dan terorganisir berdasarkan analogi biologi. Tokoh-tokoh Arsitek yang menerapkan Seni Arsitektur Organic adalah Frank Lloyd Wright, Hugo Haring, dan lain-lain.

Arsitektur Organic
 

7. Post Modern

Aliran Post Modern merupakan Seni Arsitektur Modern Awal yang menunjukkan pencampuran gaya arsitektur tradisional dan non-tradisional atau modern dan non-modern. Prinsip dan ciri khas dari gaya arsitektur ini menerapkan perpaduan 2 unsur hybrid dan berpenampilan ganda atau double coding. Tokoh-tokoh Arsitek yang menerapkan Seni Arsitektur Post Modern antara lain adalah Michael Graves, Philip Jhonson, Charles Jencks, dan lain-lain.

Arsitektur Post Modern

Demikian rangkuman dan deskripsi singkat tentang Seni Arsitektur era Modern Awal di Dunia. Artikel terkait lainnya dapat mengunjungi tegaraya.com

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel