Definisi Seni Patung dan Jenis Bentuknya

Definisi Seni Patung adalah karya seni yang mencurahkan ide dan ekspresi ke dalam bentuk visual padat tiga dimensi. Karya Seni Patung merupakan salah satu bentuk dari Seni Rupa. Seni Patung mengandung unsur-unsur Rupa (visual) agar membentuk objek tiga dimensi yang menarik dan indah seperti; garis, bentuk, volume, raut, tekstur dan warna. Melalui unsur-unsur tersebut Karya Seni Patung dapat dinikmati secara visual oleh indera penglihat maupun secara sentuhan dengan indera peraba. 

 

Seni Patung baisa mengambil objek-objek yang ada di alam, seperti; manusia, hewan maupun tumbuhan, maupun objek-objek imajinasi atau khayalan seperti makhluk mitologi, sosok mistis maupun Dewa Dewi. Karya Seni Patung biasanya diolah dan dibuat dengan metode substraktif atau aditif. Bahan yang diolah menjadi Patung bisa berbahan keras maupun lunak, sesuai dengan ekspresi dan keinginan dari Sang Seniman Patung. Seniman yang mengolah dan membuat Patung tersebut disebut Pematung. Berdasarkan bentuknya, Seni Patung memiliki 2 bentuk perwujudannya, antara lain adalah:

  1. Seni Patung Figuratif; yaitu bentuk patung yang bersifat representatif atau realis dengan meniru bentuk objek yang ada di alam. Contohnya manusia, hewan dan tumbuhan.
  2. Seni Patung Nonfiguratif; yaitu bentuk patung yang bersifat nonrepresentatif atau tidak realis yang mengambil objek imajinasi, tidak nyata atau abstrak serta tidak ditemukan di alam. Contohnya patung abstrak geometris, abstrak non-geometris, dan lain-lain.

 

Sejarah

Seni Patung telah ditemukan sejak masa Prasejarah. Patung pada masa lampau tersebut berupa artefak-artefak sederhana namun sudah bersifat figuratif. Pada saat itu Patung dibuat dengan tujuan Paganisme dan disakralkan oleh beberapa kelompok komunitas masyarakat lokal yang menganut kepercayaan Politeisme. Patung-patung pertama tersebut telah ada pada sejak tahun 3300 SM di kawasan lembah sungai Tigris dan Eufrat di Mesopotamia, serta lembah Sungai Indus di kawasan Asia Selatan. Patung-patung tersebut dibentuk dan dibuat dengan cara memahat batu-batu besar yang ditemukan di alam sekitar.

Kemudian bentuk-bentuk Patung semakin berkembang sejalan dengan kepercayaan Politeisme yang juga berkembang hingga ke kawasan Mesir Kuno. bentuk-bentuk patung semakin bersifat figuratif dan monumental. Bentuk-bentuk Patung yang lebih figuratif juga ditemukan melalui Kepercayaan Agama Hinduisme, Buddhaisme dan Jainisme. Hingga akhirnya Patung tidak hanya dibuat dari batu, tetapi juga dibentuk dari bahan-bahan logam dengan metode peleburan dan pencetakan.

 

Fungsi Karya Seni Patung

Pembuatan Karya Seni Patung memiliki beragam fungsi. Adapun fungsi-fungsi tersebut antara lain;

  1. Patung Monumen; adalah patung yang dibuat dengan fungsi sebagai peringatan terhadap suatu peristiwa bersejarah atau mengenang sebuah jasa heroik seorang pahlawan bagi suatu Bangsa atau Negara.
  2. Patung Religi; adalah patung yang dibuat dengan fungsi sebagai sarana ibadah bagi agama tertentu yang memiliki makna tertentu dan nilai-nilai religius.
  3. Patung Arsitektur; merupakan patung yang berfungsi untuk menunjang estetika Arsitektur pada konstruksi sebuah bangunan.
  4. Patung Seni; adalah sebuah karya seni murni yang berfungsi untuk dinikmati keindahannya yang menonjolkan nilai estetika dan ekspresi dari pembuatnya.
  5. Patung Dekorasi; merupakan patung yang berfungsi sebagai dekorasi hiasan pada sebuah bangunan dan lingkungannya, baik eksterior maupun interior.
  6. Patung Kerajinan; adalah patung yang berfungsi sebagai hiasan figuratif yang dapat diperjualbelikan.

 

Jenis dan Bentuk Karya Seni Patung

Karya Seni Patung memiliki beragam jenis-jenis dan bentuknya. berikut ini adalah deskirpsinya.

1. Patung Utuh

Patung Utuh adalah jenis karya seni patung yang menampilkan seluruh objek secara utuh. Karya Seni Patung ini biasanya menggunakan objek utuh seperti manusia, hewan, tumbuhan, atau bahkan makhluk-makhluk imajinasi didalam mitologi tertentu. 

Patung Utuh

2. Patung Torso 

Patung Torso merupakan jenis karya seni patung yang hanya menampilkan sebagian objek atau bagian tertentu dari figur tertentu. Contoh Patung Torso antara lain; patung tangan, patung kaki, patung mata, dan lain-lain. 

Patung Torso

 

3. Patung Dada 

Patung Dada adalah jenis karya seni patung yang menampilkan figur kepala manusia hingga dada. Biasanya Patung Dada dibuat untuk meniru dan menunjukkan wajah figur atau sosok yang terkenal, seperti tokoh pahlawan, tokoh filsafat, tokoh kerajaan, dan lain-lain. 

Patung Dada

 

4. Patung Relief 

Patung Relief merupakan jenis karya seni patung yang menempel atau menyatu dengan bidang datar vertikal atau dinding. Patung Relief menunjukkan perbedaan elevasi objek patung terhadap bidang datar tersebut. 

Patung Relief

5. Patung Bergerak 

Patung Bergerak adalah jenis patung yang dapat digerakkan dengan bantuan tenaga alam seperti angin, air atau api, dan juga dapat bergerak secara mekanis.

Patung Bergerak

Bahan dan Metode membuat Patung

Dalam membuat Seni Patung memiliki beberapa jenis bahan dan teknik olahan atau metode untuk mengolah dan bentuk patung yang ingin dibuat. Beberapa jenis bahan-bahan dan tekniknya antara lain adalah sebagai berikut.

1. Bahan Lunak

Bahan Lunak merupakan bahan untuk membuat patung dari materi yang memiliki volume yang lunak. Contoh bahan materinya antara lain: tanah liat, lilin, sabun, clay, dan lain-lain. Metode yang digunakan untuk membuat seni patung dari bahan ini adalah aditif dan substraktif, yaitu menambah atau mengurangi bahan untuk membentuk objek patung. 

Patung Lilin

 

2. Bahan Sedang

Bahan Sedang merupakan bahan untuk membuat patung dari materi yang bervolume dan bersifat tidak terlalu keras dan tidak terlalu lunak. Contohnya adalah kayu-kayuan. Metode yang digunakan untuk membuat seni patung dari bahan ini adalah substraktif atau menghilang sebagian volume masa dengan beberapa teknik reduksi. Beberapa teknik yang digunakan antara lain: Teknik Pahat, Teknik Ukir, Teknik Butsir, dan lain-lain.

Patung Kayu

 

3. Bahan Keras 

Bahan Keras merupakan bahan untuk membuat patung dari materi yang bervolume yang keras. Contoh bahan materinya adalah batu-batuan dan potongan logam. Metode yang digunakan untuk membuat seni patung dari bahan ini adalah aditif dan substraktif, yaitu menambah atau mengurangi bahan untuk membentuk objek patung. Beberapa teknik yang lazim digunakan antara lain adalah: Teknik Pahat, Teknik Ukir hingga Teknik Las pada potongan-potongan logam.

Patung Batu

 

4. Bahan Cetak 

Bahan Cetak merupakan bahan untuk membuat patung dari materi yang dapat dibentuk dengan teknik cetak atau cor pada sebuah acuan bentuk figuratif. Contoh bahan materinya adalah; beton, besi, tembaga, fiber, resin, dan lain-lain. Metode yang digunakan untuk membuat patung dari bahan cetak cukup beragam, antara lain adalah:

  • Teknik cetak cor untuk objek yang berbahan beton atau gypsum
  • Teknik Cetak leleh untuk objek patung yang berbahan besi, tembaga atau materi logam lainnya.
  • Teknik Kosntruksi untuk membuat objek patung dari kerangka besi atau tulang yang direkatkan dengan bahan cetak berupa bubur kertas, semen, plastisin, dan lain-lain.

Patung Cetak Beton

Karya Seni Patung menjadi sebuah karya seni bervolume yang banyak ditemui di berbagai kawasan di Dunia sebagai sebuah simbol monumental maupun karya seni yang tersimpan di dalam museum, hingga diperjualbelikan.

Demikian artikel rangkuman tentang Definisi Seni Rupa Patung dan beragam jenis-jenis dan bentuknya. Artikel terkait lainnya dapat dilihat pada laman tegaraya.com

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel