-->

Beragam Jenis Seni Teater Tradisional yang Terkenal di Dunia


Seni Teater telah berkembang sejak 2000 SM di seluruh Dunia dan membentuk Teater Rakyat di berbagai kawasan di Dunia. Jenis dan Bentuk Teater Tradisional telah banyak ditemukan diberbagai kawasan lainnya di Dunia. Setiap regional atau kawasan Negara memiliki bentuk-bentuk Teater Tradisional yang menjadi hiburan rakyat dan daya tarik pariwisata. Saat ini Seni Teater adalah hasil kebudayaan yang menjadi ikon dan daya tarik pariwisata di berbagai Negara.

Berikut ini beberapa bentuk dan Jenis Teater Tradisional yang Terkenal dari beberapa Negara yang Terkenal diberbagai kawasan di dunia.

 

1. Opera Peking

Opera Peking atau juga dikenal dengan nama Opera Beijing merupakan jenis Teater Tradisional yang berasal dari Negeri China. Pertunjukkan Opera Peking ditemukan hadir sejak akhir abad ke-18 di daratan Tiongkok. Kemudian Teater Tradisional Opera Peking berkembang menjadi sangat populer pada pertengahan abad ke-19. Lakon Drama Opera Peking biasanya diambil dari sejarah China, Legenda, Cerita Rakyat serta Cerita Masa Kini. Hingga tahun 1894 Teater Tradisional Opera Peking memperbolehkan dimainkan oleh kaum Perempuan saat sebelumnya hanya dimainkan oleh para Laki-laki. Teater Opera Peking saat ini bahkan sudah ditemukan berkembang di kawasan Taiwan.


Teater Tradisional Opera Peking merupakan perpaduan dari banyak bentuk kesenian di China. Opera Peking memiliki unsur-unsur berupa seni musik, seni tari, pantonim, akrobat, bela diri dan nyanyian-nyayian. Kemudian Tata Rias dan Tata Busana dari Pemain Teater tersebut penuh warna dan sangat rumit. Gerakan-gerakan yang diperagakan oleh para Pemeran Teater tersebut bersifat simbolik dan sugestik. Didalam pementasan Opera Peking atau Opera Beijing menampilkan empat jenis peran utama, yaitu Sheng (pria), Dan (wanita), Jing (pria kasar), dan Chou (badut).

 

2. Kabuki

Teater Kabuki adalah jenis Teater Tradisional yang berasal dari Negara Jepang. Teater Kabuki ditemukan sejak tahun 1603 di kota Kyoto yang dipopulerkan dan dibawakan oleh Seniman Wanita bernama Okuni. Okuni memperagakan Pertunjukkan Tarian di Kuil Kitano Tenman-gu dengan busana yang mencolok seperti Laki-laki dan berperan seperti orang aneh yang disebut Kabukimono. Dari penampilan wanita tersebut yang diiringi dengan lagu-lagu tradisional yang cukup populer saat itu, Kabuki menjadi pertunjukkan yang sangat digemari oleh masyarakat dan meluas ke seluruh Kekaisaran Jepang. Saat ini Teater Kabuki telah diakui sebagai Karya Agung Warisan Budaya Lisan dan Non-Bendawi Manusia oleh Lembaga UNESCO.


Teater Tradisional Kabuki memiliki unsur-unsur campuran berupa seni musik, seni tari dan nyanyi-nyanyian. Aktor Utama yang didalam Pertunjukkan Teater Kabuki memiliki tampilan dan kostum yang mencolok dengan kostum mewah dan tata rias yang mencolok. Kemudian untuk Musik Pengiring pertunjukkan dibagi berdasarkan arah sumber suara. Musik yang dimainkan ditempatkan di tempat berbeda-beda, disisi kanan penonton disebut Gidayubushi, disisi kiri penontonn disebut Geza Ongaku, dan musik yang berada di atas Panggung disebut Debayashi.

 

3. Talchum

Teater Tradisional Talchum merupakan pertunjukkan Teater Tradisional yang berasal dari Kawasan Korea. Pertunjukkan Teater tradisional Talchum dipertontonkan oleh pemeran Teater yang mengenakan kostum dan topeng untuk memainkan sebuah lakon drama. Teater Talchum awalnya adalah sebuah pertunjukkan masyarakat pedesaan di Hwanghae, Korea bagian Utara yang diselenggarakan sebagai Ritual menjelang Panen Padi. Teater Tradisional Talchum diperkirakan telah ada sejak abad ke-13. Kemudian Teater ini dikembangkan oleh Dinasti Joseon yang memerintah Semenanjung Korea pada abad ke-17 hingga abad ke-19. Cerita yang ditampilkan akhirnya menjadi tertata dengan Tema Kerakyatan yang digemari masyarakat Korea.


Teater Tradisional Talchum memiliki unsur-unsur pertunjukkan berupa Seni Tari dan Seni Musik yang dilengkapi dengan Dialog dari tiap-tiap pemain Teaternya. Tampilan utama yang mencari ciri khas Teater Talchum adalah penggunaan Topeng dan Busana Tradisional. Topeng yang digunakan pertunjukkan disebut Tal atau Gamyeon. Topeng-topeng yang digunakan tersebut menunjukkan beberapa ekspresi manusia seperti kesedihan, amarah, dan bahagia. Kemudian Topeng-topeng tersebut juga akan menampilkan visual berbagai karakter tokoh seperti; Biksu, Raja, Rakyat, anak-anak, dan lain-lain. Teater tradisional ini diiringi oleh alat-alat musik tradisional Korea seperti Geomungo, Gayageum, Hyangbipa, Haegeum, Taepyeongso dan ala-alat musik tradisional lainnya.

 

4. Kathakali

Teater Tradisional Kathakali merupakan pertunjukkan Teater Musikal yang berasal dari Kerala di India bagian Selatan pada kisaran tahun 1500-an dan tetap populer hingga kini. Tema Pertunjukkan yang ditampilkan biasanya diambil dari cerita klasik Ramayana dan Mahabharata, serta berbagai kisah Legenda dan Mitologi Hindu Kuno, yang menceritakan tentang Kemenangan Kebenaran atas Kesalahan. Pertunjukkan Teater Kathakali ini bisa dimainkan berjam-jam hingga semalam suntuk di depan Halaman Kompleks Candi atau Kuil. 


Teater tradisional Kathakali hanya diperankan oleh Laki-laki dengan berbagai riasan wajah. Apabila hendak menampilkan karakter wanita, salah seorang Pemeran akan didandani seperti layaknya seorang Perempuan. Unsur-unsur yang ditemukan dari Pertunjukkan Teater Tradisional Kathakali berupa penampilan Seni Tari dan Seni Musik, serta Seni Tata Rias wajah para Pemeran Teater Katakhali menggunakan riasan wajah serta kostum tarian yang berwarna meriah, yang melambangkan bahwa karakter-karakter yang dimainkan merupakan makhluk dari Dunia Lain. Riasan wajah-wajah para penari dapat dibedakan sebagai Satvik (rupa Dewa), Rajasik (rupa Ksatria) dan Tamasik (rupa Setan).

 

5.  Ta’Zieh

Teater Ta’zieh adalah jenis Teater Tradisional kuno dari Negara Iran. Teater Ta’Zieh merupakah warisan kebudayaan Persia Kuno yang menampilkan pertunjukkan drama yang bertema Ekspresi Duka, Kesedihan atau Berkabung. Kisah-kisah yang ditampilkan berupa Cerita Kesedihan Paska Perang yang terjadi pada kisaran tahun 680 Masehi, akibat perebutan kekuasaan Khilafah setelah wafatnya Nabi Muhammad SAW. Teater Ta’Zieh berkembang di Iran sejak akhir abad ke-17. Beberapa penonton yang berasal dari Masyarakat Iran akan menangis dan berduka ketika mengenang cerita duka, terutama saat cerita Kematian Hussein Sang Cucu Nabi Muhammad. 


Pertunjukkan Ta’Zieh lebih banyak ditampilkan di lapangan terbuka yang disaksikan langsung oleh para masyarakat sekitar. Beberapa unsur yang ditemukan dari pertunjukkan Teater Tradisional Ta’Zieh adalah Drama dan Musik Tradisional sebagai pengiring. Didalam Teater Ta’Zieh juga akan menunjukkan dekorasi-dekorasi dan properti yang mencolok untuk digunakan dalam adegan drama Teater Ta’Zieh seperti,  Tenda Perang, Umbul-umbul Bendera, Pedang, Perisai, Kuda, dan lain-lain. Penggunaan Kostum dalam pertunjukkan Teater Ta’Zieh dianggap representasional yang tidak menunjukkan realitas histori yang sebenarnya. Pemeran yang berkostum tersebut hanya membantu penonton untuk mengenal karakter yang dimainkan, dengan kostum berwarna merah sebagai kelompok antagonis, sementara kostum berwarna hijau adalah kelompok protagonis.

 

6. Kagaroz

Teater Tradisional Kagaroz merupakan jenis Teater Boneka Tradisional dari Turki. Teater Kagaroz merupakan salah satu Kesenian yang tertua dari daratan Turki. Teater Boneka Kagaroz diyakini terinspirasi dari Budaya Asia Tenggara dan Asia Tengah yang dikembangkan melalui jalur perdagangan dan penhijrahan. Kemudian ada pendapat lain yang mengatakan Teater Kagaroz dibawa oleh Sultan Yavuz Selim pada tahun 1517 dari Kawasan Mesir. Teater Tradisional Karagoz saat ini telah terdaftar pada Lembaga Representative List of The Intangible Cultural Heritage of Humanity atas nama Negara Turki sejak tahun 2009.


Pada pertunjukkan Teater Kagaroz menampilkan unsur-unsur berupa Drama, Puisi, Tarian serta Akrobat. Teater Kagaroz menampilkan cerita tentang Tokoh Utama yaitu Kagaroz dan Hacivat yang berpetualangan berkeliling Kota Istanbul. Teater Kagaroz dibuka dengan sebuah Mukadimah berupa pembacaan Puisi oleh Hacivat, yang kemudian dilanjutkan dengan dialog dengan Kagaroz yang mendengar dan merespon Puisi yang disampaikan oleh Hacivat. Pertunjukkan Boneka Kagaroz dibantu dengan dekorasi berupa bantuan cahaya yang menciptakan siluet pada bentangan layar kain.

 

7. Wayang

Teater Tradisional Wayang adalah jenis Teater berbentuk Boneka Tradisional Asli dari Indonesia. Wayang populer dan berkembang pesat di Pulau Jawa dan Bali. Teater Wayang merupakan sebuah adopsi dan kreasi lokal yang mengartikan ajaran Agama Hindu yang dibawa oleh Pedagang dari India sejak abad ke-4 di kawasan Nusantara, terutama di Pulau Jawa. Dengan menggunakan Narasi cerita yang berasal dari India seperti Epos Ramayana dan Mahabharata, Wayang saat itu merupakan sebuah media untuk menyebarkan Prinsip-prinsip Agama Hindu. Catatan tentang asal mula Seni Pertunjukkan Teater Wayang tercatat dalam Prasasti Balitung yang berisi Naskah Si Galigi Mawayang. Teater Wayang diakui oleh Lembaga Pendidikan dan Kebudayaan Dunia, yaitu UNESCO pada tanggal 7 November 2003 sebagai Warisan Mahakarya Dunia yang Tak Ternilai dalam Seni Bertutur (Masterpiece of Oral and Intangible Heritage of Humanity).


Teater tradisional Wayang memiliki berbagai jenis berdasarkan bahan pembuatannya, seperti Wayang Kulit, Wayang Bambu, Wayang Kayu (Golek), Wayang Rumput, Wayang Motekar, hingga Wayang yang diperankan oleh manusia yang disebut dengan Wayang Orang. Kemudian berdasarkan asal tempat Teater Wayang ini berasal dikenal dengan beberapa nama seperti Wayang Jawa Timur, Wayang Bali, Wayang Madura, Wayang Cirebon, Wayang Surakarta, dan lain-lain. Unsur-unsur yang terdapat dalam pertunjukkan Teater Wayang antara lain Seni Musik berupa alat-alat musik pengiring dan nyanyian berupa sinden, Dialog Drama yang dimainkan oleh Seorang Dalang, dan Dekorasi pertunjukkan yang teratur dan fungsional.

 

Banyak contoh keragaman, jenis-jenis dan bentuk Teater Tradisional yang terdapat diberbagai kawasan Dunia diluar dari daftar rangkuman diatas. Aspek utama penampilan Teater Rakyat atau Teater Tradisional adalah Hiburan Kerakyatan dan mempertahankan tradisi yang sudah menjadi kebiasaan adat setempat. Melalui Teater Tradisional tersebut juga menjadi media penyampaian Legenda setempat, Petuah dan Nasihat yang kelak akan menjadi sebuah acuan berkehidupan di masyarakat.

Demikian deskripsi singkat tentang bentuk dan Jenis Teater Tradisional yang Terkenal dari beberapa Negara yang Terkenal diberbagai kawasan di dunia. Artikel terkait lainnya silahkan cek di laman tegaraya.com

LihatTutupKomentar