-->

Seni Arsitektur Tradisional Kawasan Asia dan Afrika Kuno

Benua Asia dan Afrika merupakan daratan benua yang sangat luas di dunia dan memiliki keragaman karya seni dan budaya terutama di bidang arsitektur. Sejak akhir zaman Batu hingga banyak karya cipta di bidang arsitektur yang dikembangkan terhadap bangunan kerajaan maupun rumah tinggal dengan gaya dan corak arsitektur yang khas dari perkembangan lokal atau peradaban manusia di wilayah tersebut. Kultur budaya setempat yang mempengaruhi gaya dalam seni arsitektur menciptakan bentuk-bentuk bangunan tradisional kuno dan menjadi identitas khas yang menonjol.
Kawasan Asia merupakan benua terluas di Dunia dengan kultur budaya dan geografis yang beragam. Sejak peradaban tertua di kawasan Asia Barat – Tengah yaitu Peradaban Mesopotamia meninggalkan banyak warisan sejarah dan karya cipta di berbagai bidang, terus mengalami perluasan kemajuan peradaban manusia hingga ke daratan Eropa dan Asia. Sedangkan kawasan Afrika mengalami kemajuan peradaban setelah enkulturasi kebudayaan dan struktur arsitektur kawasan dari Mesopotamia, namun dengan gaya yang berbeda dan lebih maju dari segi arsitektur. Gaya arsitektur yang mereka tampilkan lebih menonjol dan monumental serta meninggalkan banyak artefak yang menjadi warisan sejarah peradaban dunia.
Berikut ini beberapa daftar dan deskripsi Seni Arsitektur Tradisional yang ada di Kawasan Asia Kuno dan Afrika Kuno.

1.   Asia Timur Kuno

Kawasan Asia Timur meliputi daratan Tiongkok, Mongolia, Korea dan Jepang. Jenis Arsitektur yang terkenal dari kawasan ini adalah Arsitektur Tiongkok. Arsitektur Tiongkok diyakini setua dengan Peradaban Tiongkok di kawasan tersebut dan bertahan hingga saat ini. Jenis Arsitektur ini banyak mempengaruhi gaya-gaya arsitektur di kawasan Asia Timur lainnya hingga ke kawasan Asia lainnya seperti Asia Tenggara dan Asia Selatan.
Tidak seperti kawasan Mesopotamia atau Asia wilayah Barat yang hanya menggunakan batuan dan bata untuk menyusun bangunan. Seni Arsitektur kawasan Asia Timur Kuno sudah memiliki teknologi struktur bangunan yang memanfaatkan material kayu. Hal ini ditenggarai karena beberapa wilayah ini memiliki sumber daya alam perkayuan. Beberapa karakter geografis di kawasan Asia Timur juga menciptakan beberapa inovasi dalam pembangunan rumah dan istana kerajaan kuno. Daerah seperti Jepang misalnya memiliki area yang sangat rawan gempa, sehingga arsitektur rumah di daerah tersebut sangat didominasi oleh penggunaan material kayu. 
Penggunaan material kayu pada bangunan kerajaan merupakan persepsi Peradaban Tiongkok yang menonjolkan nilai, etika, estetika dan kedekatan dengan alam terhadap konsep arsitekturnya. Arsitektur Tiongkok dikembangkan dalam berbagi macam bentuk bangunan seperti Istana Kerajaan, Kuil atau Kelenteng, Gerbang (Pai Lou), dan Pagoda. Ciri khas lainnya dari Arsitektur Tiongkok adalah penekanan pada artikulasi dan simetri bilateral, yang berarti keseimbangan bangunan dan terstruktur rapi. Kolom pada bangunan akan terlihat mencolok dengan bahan kayu serta Pintu masuk bangunan yang berada di tengah. Tata Letak bangunan dan layout ruangan diatur mengikuti konsep Kosmologi Tiongkok seperti Fengsui atau Taoisme. Banyak wilayah di kawasan Asia lainnya yang mengadopsi gaya Arsitektur tradisional Tiongkok. Bahkan beberapa rumah tradisional di kawasan Asia Tenggara dan Indonesia mengadopsi gaya Arsitektur Tiongkok.
Beberapa karya cipta arsitektur kawasan Asia Timur lainya pada rumah penduduk yang mengadopsi gaya Arsitektur Tiongkok dan memodifikasinya antara lain Rumah Ger dari Mongol, Rumah Inka dari Jepang, dan Rumah Hanok dari Korea, serta Rumah Xinle dari daratan Tiongkok.
 

2.   Asia Barat

Kawasan Asia Barat atau dikenal sebagai wilayah Timur Tengah merupakan pusat peradaban besar semenjak Bangsa Sumeria Kuno menguasai kawasan Lembah yang diapit oleh sungai Efrat dan sungai Tigris atau disebut Kawasan Mesopotamia. Setelah enkulturasi seni arsitektur yang berkembang dari kawasan Mesopotamia oleh Bangsa Babilonia dan Persia Kuno, hingga akhirnya gaya arsitektur di kawasan Asia Barat banyak dipengaruhi oleh gaya Arsitektur Romawi Kuno saat Bangsa Romawi melakukan Ekspansi kekuasaan hingga ke daerah Asia Barat. Arsitektur Tradisional di zaman ini bisa disebut sebagai gaya arsitektur Pra-Islam. Bangunan yang dibuat menggunakan material batu dan bata yang tersusun rapi dan dilapisi mortar berbahan campuran lumpur dan kapur.
Arsitektur Asia Barat atau gaya Arsitektur Timur Tengah memiliki beberapa ciri khas gaya arsitektur Timur Tengah pada bangunan antara lain atap berbentuk Kubah, adanya Minaret, Plaza Kerajaan, Obelisk, dan dekorasi interior yang memiliki elemen geometris. Gaya Arsitektur Timur Tengah banyak mengadopsi dari peninggalan Babilonia Kuno dan Persia Kuno yang dulu menguasai hampir sebagian besar wilayah Timur Tengah. Kemudian saat kedatangan Romawi Kuno, bangunan tradisional tersebut mengambil gaya dekorasi Romawi Kuno. Penggunaan atap Kubah merupakan peninggalan gaya Arsitektur Persia yang dipadukan dengan Kolom (Pilar) Kokoh berbentuk lingkaran yang mengadopsi gaya Arsitektur Romawi Kuno. Pada dinding bangunan kerajaan akan ditemukan corak kaligrafi bergaya Tsulutsy. Pada Gerbang kerajaan menggunakan Portal yang menggunakan hiasan Geometris serta Obelisk sebagai ornamen. 
Bangunan-bangunan kuno ini saat kehadiran Agama Islam dialihfungsikan menjadi bangunan Spiritual agama atau Masjid oleh pemimpin kerajaan saat itu. Beberapa karya cipta arsitektur kawasan Asia Barat atau Timur Tengah antara lain makam Raja Persia Kuno, Ziggurat Choga Zanbil, Kubik Zoroaster, Istana Kerajaan Persepolis, Rumah Madain Shaleh, Rumah tradisional rakyat Timur Tengah, dan lain-lain.
 

3.   Asia Selatan

Kawasan Asia Selatan meliputi Bangsa India, Pakistan, Bangladesh, Nepal dan Srilanka. Kawasan ini sangat dipengaruhi oleh budaya India. Peradaban kawasan Asia Selatan cukup tua setelah perkembangan kawasan di lembah Indus. Seni Arsitektur di kawasan ini merupakan perpaduan dari berbagai tradisi eksternal dan internal yang datang dari Eropa, Asia Tengah dan Asia Timur. Gaya Arsitektur Tradisional di kawasan ini adalah terpengaruh dari sebagian budaya Tiongkok dan Ekspansi Persia Kuno. Kemudian mengalami pergeseran gaya arsitektur sejak ekspansi Bangsa Arab hingga Kolonial Eropa menduduki kawasan ini. Jadi kawasan Asia Selatan memiliki 2 corak arsitektur yaitu Gaya Tradisional dan Gaya Kolonial.
Ciri khas Arsitektur Asia Selatan banyak ditemukan pada beberapa bangunan keagamaan Hindu dan Budha Kuno seperti Candi, Vihara dan Stupa. Corak Pagan banyak ditemukan pada gaya Arsitektur Kuno India yang menampilkan ukiran relief dan patung-patung pada bangunan keagaaman tersebut. Bangunan besar yang berada di kawasan Asia Selatan khususnya India banyak menggunakan bahan batuan marmer yang dipahat dan disusun rapi, kemudian dilapisi dengan mortar berbahan kapur.
Beberapa karya cipta arsitektur tradisional di kawasan Asia Selatan yang monumental antara lain Kuil Chaitya, Kuil Durga, Taj Mahal, Fatehpur Sikri, dan lain-lain.
 

4.   Afrika Utara

Kawasan Afrika Utara adalah kawasan tandus dan memiliki padang pasir yang luas meliputi beberapa bangsa seperti Mesir, Aljazair, Libya, Tunisia dan Maroko. Wilayah ini termasuk dalam Kawasan Mediterania yang berbatasan dengan Laut Tengah di sebelah utara. Gaya seni arsitektur kawasan ini didominasi oleh perkembangan peradaban Mesir Kuno hingga ekspansi wilayah dari Romawi Kuno. Pergeseran gaya arsitektur tradisional di kawasan ini banyak mengadopsi gaya Arsitektur Islam semenjak penyebaran agama Islam di wilayah ini. Sebagian besar gaya arsitektur tradisional di kawasan Afrika Utara banyak mempertahankan gaya arsitektur Islam hingga kini.
Salah satu Suku Asli yang menempati kawasan Afrika Utara adalah Suku Nubia. Suku Nubia bermukim di kawasan yang berada di sekitar selatan Mesir dan sebagian utara Sudan. Nubia sangat lekat dengan budaya dan pengaruh dari Kerajaan Mesir karena invansi yang dilakukan mereka pada masa lampau.  Arsitektur Nubia merupakan salah satu bentuk corak arsitektur yang cukup tua di dunia. Gaya Arsitektur Nubia yang paling awal meliputi Speos, yaitu mengukir bebatuan menjadi sebuah struktur rumah atau bangunan tertentu. Karena kemampuan mereka yang mahir mengukir dan memahat batu, membuat Bangsa Mesir Kuno menjajah mereka dan menjadikan sebagian besar penduduk Suku Nubia sebagai budak untuk membangun Piramida dan Kuil yang lebih megah untuk Kerajaan Mesir. Beberapa hasil karya cipta arsitektur Suku Nubia antara lain Piramida Nubia, Kuil Deffufa, dan Istana Nappatan.
 

5.   Afrika Bagian Tengah hingga Selatan 

Afrika Bagian Tengah hingga ke Selatan merupakan kawasan Pedalaman Afrika yang memiliki kultur yang berbeda dengan kawasan Afrika Utara. Bangsa Ras yang menempati kawasan ini sering disebut sebagai penduduk asli Benua Afrika yang memiliki ciri khas kulit berwarna gelap.
Karya arsitektur Afrika Kuno di kawasan-kawasan ini disebut dengan Arsitektur Pra-Kolonial Afrika. Yaitu arsitektur sebelum kedatangan invansi penjajah dari wilayah lain yang memberi pengaruh arsitektur dan budaya lokal setempat. Sedikit catatan sejarah yang menulis tentang sejak tahun berapa perkembangan arsitektur di kawasan ini. Namun kawasan Afrika memiliki banyak keragaman karya cipta arsitektur yang sangat khas. Beberapa bentuk arsitektur menarik di kawasan Afrika antara lain adalah sebagai berikut.

a) Burkina Faso

Burkina Faso adalah salah satu tempat terpencil di Afrika bagian barat. Kawasan ini memiliki peninggalan rumah etnik yang tertua di Benua Afrika peninggalan Suku Kassena. Rumah tradisional orang Kassena terbuat dari tanah, lumpur, kayu dan jerami hingga kotoran sapi. Rumah tradisional suku Kassena memiliki dinding yang tebal dan dirancang tanpa jendela, namun hanya lubang kecil sebagai lubang cahaya masuk.

b) Afrika Selatan & Zimbabwe

Kawasan Zimbabwe dan Afrika selatan memiliki rumah tradisional yang bercorak arsitektur khas Afrika bernama rumah suku Ndebele. Rumah ini terbuat dari kayu, bata dan jerami. Bentuk rumah ini layaknya rumah tradisional yang sederhana, namun memiliki keunikan yang mencolok dalam hal dekorasi berupa corak dan motif artistik berwarna warni. Tradisi melukis rumah warna warni ini sudah ada sejak dahulu ketika suku ini dikenal sebagai prajurit tangguh dalam menakhlukkan kelompok etnis lain.  

c) Ghana

Rumah Tradisional di kawasan Ghana hampir sama dengan rumah Tradisional di kawasan Afrika Selatan. Namun yang membedakan adalah corak dekoratif yang dilukis oleh para penduduk lokal terhadap dinding rumah mereka. Corak dan lukisan yang mereka buat tidak mecolok dengan warna-warna terang, tetapi tetap memiliki nilai seni dan memperkaya gaya arsitektur tradisional kawasan Afrika.

d) Kamerun

Rumah tradisional Kamerun atau disebut Rumah Musgum merupakan rumah etnik Afrika yang terbuat tanah liat, lumpur, jan jerami yang dibentuk menggunakan air seperti metode pembuatan tembikar. Bentuk rumah yang sangat unik menyerupai mangkuk terbalik atau berkubah kecubung. Dinding bangungan memiliki corak seperti sarang semut. Meskipun terlihat sederhana namun arsitektur rumah ini direncanakan dengan baik dari berbagai sudut pandang utilitas.

e) Rwanda

Kawasan Rwanda memiliki rumah arsitektur tradisional yang berbentuk bundar terbuat dari material tanah liat, lumpur, kayu dan jerami. Bentuk rumah tradisional mereka telah ada sejak Zaman Batu dan tetap dipertahan sebelum invansi kolonial menguasai kawasan mereka. Rumah Raja mereka dilapisi dengan karpet pada lantai dan ditengah rumah memiliki perapian dari tanah liat. Salah satu bentuk arsitektur rumah tradisional Rwanda ditemukan pada Istana Nyanza.
 

Beragam corak Arsitektur Tradisional di kawasan Asia dan Afrika banyak mempengaruhi gaya arsitektur di berbagai belahan dunia. Dengan berbagai teknologi dan dekorasi yang khas menciptakan keunikan tersendiri terhadap perkembangan seni arsitektur bangunan. Demikian artikel yang memuat Seni Arsitektur Tradisional yang berkembang di Benua Asia dan Afrika. Artikel terkait lainnya silahkan cek di tegaraya.com
LihatTutupKomentar