SENI TARI menurut Sejarah Perkembangan dan Bentuknya

Tari merupakan ungkapan keindahan melalui gerak tubuh manusia yang telah diekspresikan sejak masa lampau. Sejarah perkembangan Seni Tari sejak masa Prasejarah berlanjut hingga era modern saat ini. Menurut Definisi Seni Tari dan jenisnya, Tarian dibagi berdasarkan jumlah penari yaitu penari tunggal, penari berpasangan maupun penari berkelompok.  Seni tari mengalami perubahan kreasi dan fungsi yang menyesuaikan jaman dan kultur budaya yang berkembang secara universal.
Setiap kawasan di berbagai belahan dunia memiliki sejarah perkembangan seni tari yang berbeda-beda dan tersendiri. Tarian merupakan hasil penerapan kultur dan budaya ysang diapresiasi dalam bentuk gerakan indah tari-tarian dan diiringi musik. Tarian mengalami perkembangan pesat dan menyebar secara universal serta banyak dikreasikan oleh beberapa seniman akibat banyak media yang memperkenalkan dan mempertontonkan banyak ragam jenis tari di dunia. Tari-tarian tersebut akhirnya berkembang menuju era modernisasi tetapi sebagian tetap mempertahankan gaya dan aturan pola gerak tari.
Perkembangan sejarah Seni Tari dipisahkan berdasarkan rentang waktu, kultur, aliran dan tempat asal. Berikut ini adalah deskripsi sejarah perkembangan seni tari beserta Bentuknya.

1.   Tarian Primitif Masa Prasejarah
Masa Prasejarah merupakan masa peradaban manusia sebelum memiliki catatan tulisan untuk menulis rentang waktu atau sejarah. Pada masa ini beberapa catatan kehidupan manusia hanya berupa coretan atau lukisan tangan pada dinding batu atau disebut Zaman Batu Akhir. Tari-tarian pada jaman prasejarah merupakan representatif pencitraan gerakan tari yang didasari dari gerakan alam atau meniru gerakan makhluk hidup disekitarnya. Tarian pada masa prasejarah belum berestetika atau berpola, sehingga gerakan didasarkan pada keinginan individu. Umumnya tarian di jaman prasejarah dilakukan secara bersama-sama atau kelompok dengan mengelilingi api unggun yang dianggap sebagai pemberian Dewa Dewi yang berasal dari alam.
Tarian pada jaman Prasejarah dianggap memiliki daya magis dan sakral. Tujuan tarian saat itu untuk mengekspresikan kepercayaan mereka di dalam sebuah ritual, seperti tarian memanggil hujan, tarian kematian, tarian persembahan, tarian eksorsisme, dan lain-lain. Sehingga kegiatan tari-tarian sangat disakral tanpa boleh sembarang dilakukan tanpa ijin dan tujuan yang jelas.

2.   Tarian Masa Sejarah Awal
Sejarah diawali dengan kemampuan manusia membuat tulisan dan aksara sebagai catatan & media berkomunikasi. Sejarah pertama manusia lahir di kawasan Lembah yang diapit Sungai Tigris dan Sungai Eufrat, atau dikenal dengan nama wilayah Mesopotamia pada kisaran tahun 3000 SM. Dari peradaban besar yang berubah menjadi kawasan kekaisaran tersebut melahirkan banyak karya seni termasuk Seni Tari. Tari-tarian saat itu digunakan untuk pemujaan bagi para Dewa dan menghibur para Raja. Tarian juga ditemukan diperadaban kuno lainnnya di kawasan Persia Kuno dan Mesir Kuno, hingga beberapa peradaban di kawasan Mediterania lainnya, seperti Yunani hingga Romawi. Pada masa ini pengembangan tarian menjadi sangat luas karena menyentuh beberapa aspek keperluan di masyarakat saat itu, dan mereka mampu mengapresiasikan tarian dengan tujuan hiburan. Beberapa bentuk tari telah dipisahkan antara Tarian Pemujaan, tarian militer, tarian tradisional rakyat, tarian pribadi dan tarian pergaulan.
Tarian pada Masa sejarah awal peradaban manusia ini sudah memiliki pola dan bersifat formal dan seremonial. Beberapa tarian menjadi begitu rumit sehingga dibutuhkan penari khusus yang bisa menampilkannya. Tari-tarian dijaman Kerajaan besar saat itu yang bertujuan menghibur Raja biasa dilakukan oleh penari wanita yang berbusana minim dan menonjolkan beberapa lekuk tubuh tertentu. Jenis tarian yang ditampilkan bisa tarian tunggal hingga tarian berkelompok. Salah satu tarian kuno terkenal dari jaman ini adalah Tarian Perut dari Mesir Kuno.

3.   Tarian Tradisional
Tarian Tradisional ditemukan diberbagai tempat di dunia. Setiap kawasan memiliki sejarah tersendiri terhadap apresiasi Tarian Tradisional. Tidak ada catatan yang spesifik tentang perkembangan Seni Tari Tradisional, namun diyakini Tarian Tradisional merupakan warisan dari Budaya Leluhur pada jaman Pra Sejarah. Tarian Tradisional merupakan identitas sebuah daerah yang diwariskan turun temurun hingga sekarang. Tarian Tradisional bersifat lokal, namun ada juga menjadi universal karena dibawa oleh beberapa Bangsa Kolonial saat ekspansi kekuasaan ke beberapa wilayah tertentu. Sebuah tarian tradisional biasanya mengandung nilai filosofis, simbolis dan religius. Semua aturan ragam gerak tari tradisional, formasi, busana dan riasan tidak berubah hingga saat ini.
Tarian Tradisional dibagi menjadi beberapa jenis, yaitu:
  1. Tari Tradisional Klasik; merupakan tarian yang dikembangkan oleh kalangan bangsawan istana dengan aturan baku yang tidak boleh dirubah. Tarian jenis ini menggunakan gerakan yang anggun dan busana yang cenderung mewah. Contohnya adalah Tari Topeng Kelana (Jawa Barat), Bedhaya Srimpi (Jawa Tengah), Sang Hyang (Bali), Pakarena (Sulawesi Selatan), dan lain-lain.
  2. Tari Tradisional Kerakyatan; merupakan jenis tarian tradisional yang berkembang di kalangan rakyat biasa. Gerakan yang digunakan cenderung mudah dan sangat aktif. Busana yang digunakan cukup sederhana. Contoh tarian tradisional kerakyatan antara lain Jaipongan (Jawa Barat), Payung (Melayu), Lilin (Sumatera Barat), dan lain-lain.
  3. Tari Tradisional Kreasi Baru; merupakan jenis tarian tradisional yang dikreasi menjadi memiliki lebih banyak ragam gerakan baru, namun tetap menjaga nilai artistiknya dan tidak menghilangkan esensi ke-tradisional-nya. Jenis tarian yang dipilih untuk dikreasi bisa tarian tradisional kerakyatan maupun tarian tradisional klasik.

4.   Tarian Abad Pertengahan dan Kolonial
Abad Pertengahan adalah periode perkembangan peradaban sejak runtuhnya kerajaan Romawi Kuno yang menguasai sebagian besar daratan Eropa. Abad Pertengahan berada pada rentang waktu abad ke-5 hingga abad ke-15 Masehi dan merupakan peralihan dari Zaman Kuno menuju era Modern. Seni Tari pada Abad Pertengahan tetap digunakan sebagai instrumen keagamaan dan ritual kepercayaan tertentu. Seni Tari akhirnya difungsikan sebagai hiburan, teatrikal dan kegiatan sosial masyarakat Eropa saat itu. Tarian-tarian Eropa bersifat lokal dan dikembangkan dikawasan masing-masing. Beberapa kawasan yang memiliki kemajuan untuk mengembangkan Seni Tari adalah Negeri Prancis dan Semenjung Iberia. Beberapa jenis tarian yang terkenal dari kawasan ini adalah Prekursor Waltz, Volta, Khidmat, Ballet, Gavotte, Minuet, Quadrille, dan lain-lain. Tarian-tarian tersebut merupakan sumber awal mula perkembangan Seni Tari Modern.
Tarian Eropa pada Abad Pertengahan merupakan jenis tarian Tradisional yang dikreasi untuk keperluan hiburan dan teatrikal rakyat. Tari-tarian ini kemudian disebarkan melalui penjelajahan laut dan ekspansi kekuasaan di tanah jajahan mereka di Benua Baru seperti Asia, Afrika dan Amerika. Tarian Eropa pada era Abad Pertengahan menjadi bersifat universal melalui penyebaran kolonial. Beberapa contoh tarian pada era Abad Pertengahan yang akhirnya tersebar ke wilayah lain adalah Tari Flamengo dari Spanyol, Ballet dari Italia dan Prancis, Dance of Death dari Hungaria, Polka dari Cekoslavia, Landler dari Jerman, Minuet dari Prancis, dan lain-lain.

5.   Tarian Kontemporer
Tarian Kontemporer adalah tarian klasik atau tradisional yang terpengaruh dampak modernisasi yang merubah tema, pola gerak tarian, pakem dan aturan dari tarian tersebut. Beberapa jenis tarian klasik atau tradisional yang memiliki aturan tertentu, dirubah oleh beberapa seniman tari untuk menghasilkan tarian-tarian baru dengan latar belakang tarian daerah tertentu. Gerakan tari Kontemporer adalah simbolik dan memiliki keterkaitan dengan koreografi yang unik. Beberapa pendapat mengataka bahwa Tarian Kontemporer bisa mengkombinasikan beberapa tarian tradisional dari berbagai daerah dengan tarian-tarian modern.
Sejarah Tari Kontemporer dipelopori oleh beberapa seniman tari dunia, seperti Isadora Duncan, Ruth St. Denis, Francois Delsarte, Merce Cunningham, Martha Graham, Rudolp van Laban, Marie Rambert, dan lain-lain. Beberapa contoh Tarian Kontemporer antara lain adalah Tari Samba dari Brazil, Tari Limbo dari Afrika Selatan, Tari Katlak dari India, Tari Barong-Barongan dari Indonesia, Tari Tonga dari kawasan Pasifik, dan lain-lain.

6.   Tarian Modern
Tarian Modern adalah tarian yang diciptakan di era digital modern yang fungsikan sebagai hiburan dengan pola gerak dan koreografi yang trending saat ini. Tarian Modern dikenal sejak awal abad ke-20 dan terus berkembang hingga kini. Tarian Modern merupakan kombinasi antara emosi dan rasa yang tertuang dalam pola gerakan yang bebas dan tidak mengandung gerakan tradisional. Beberapa improvisasi dilakukan untuk menambah daya tarik tarian dihadapan penoton.
Tujuan Tarian Modern adalah popularitas supaya digemari oleh banyak orang di dunia. Busana dan riasan yang digunakan penari dibuat semenarik mungkin dan menyesuaikan dengan tema dan konsep modern yang serba baru. Beberapa kostum pun akan dibuat sangat unik dan glamour untuk menunjang popularitas tari Modern. Beberapa bentuk Tarian Modern yang populer saat ini adalah Break Dance, Robot Dance, Hip-Hop, Locking, Popping, Ballroom Dance, Shuffle Dance, dan lain-lain.

Demikian deskripsi beberapa ragam bentuk dan periode sejarah perkembangan seni tari. Fenomena perkembangan seni tari akan terus berubah dan mengalami banyak kreasi demi kebutuhan hiburan bagi sebagian orang. Artikel terkait lainnya silahkan cek di tegaraya.com

Related Posts

Post a Comment

Subscribe Our Newsletter