SENI TEATER berdasarkan Fungsi dan Bentuknya

Visualisasi Seni Teater memiliki ragam bentuk. Menurut Definisi dan Jenis Seni Teater dibagi menjadi 2 jenis yaitu Teater Tradisional dan Teater Modern.  Jenis-jenis visualisasi Teater tersebut memiliki bentuk yang beragam pada tiap daerah diseluruh kawasan di Dunia. Seni Teater yang divisualkan dalam bentuk drama mengandung unsur internal berupa Naskah dan Skenario.
Teater dalam lingkup sempit sering diartikan sebagai Drama diatas panggung yang dimainkan oleh pemeran-pemeran dan diatur berdasarkan naskah dan dialog tertentu. Sementara dalam arti luas visualisasai Seni Teater akan merujuk pertunjukkan yang dipentaskan untuk khalayak ramai, dengan beberapa unsur yang tidak utuh seperti naskah drama atau panggung. Teater dalam dilakukan tanpa Naskah Dialog dengan improvisasi dari pemeran-pemeran yang sudah mengetahui jalan Tema dan jalan cerita. Seni Teater juga dapat dilakukan dilapangan terbuka. Saat ini Visualisasi Drama lebih dikenal dan dikembangkan dalam bentuk digital yang direkam dalam bentuk Sinema Film atau Teater Film. Sehingga penonton tidak menyaksikan sebuah cerita drama didalam sebuah gedung berpanggung, tetapi juga melalui media elektronik atau file digital.
Seni Teater diyakini lahir karena kebiasaan manusia untuk menyampaikan bercerita dan mendengarkan cerita tersebut dari orang lain sejak masa lampau. Dilihat dari Sejarah Perkembangan Seni Teater, dewasa ini mengalami perkembangan yang menuju lebih baik dan beragam jenis dan bentuknya. Pada era Prasejarah yang difungsikan sebagai sarana pemujaan atau ritual kepercayaan terhadap Para Dewa-Dewi pada peradaban kuno. Kemudian Teater berkembang secara fungsi menjadi sebuah hiburan bagi rakyat hingga akhirnya menjadi wadah untuk menvisualkan sebuah Naskah cerita yang disebut dengan Drama. Beberapa fungsi Teater diantaranya adalah sebagai berikut.
  1. Media Pertunjukkan; merupakan sebuah fungsi yang diingin dicapai agar menjadi objek tontonan yang memuaskan khalayak ramai dengan cerita yang diperagakan secara visual.
  2. Media Sakramentasi Ritual; Teater yang berasal dari Mesir Kuno difungsikan sebagai upacara keagamaan atau Ritual penyembahan Dewa. Kemudian Teater semakin dikembangkan oleh Bangsa Yunani Kuno untuk memuja Dewa Dyonesos dan Dewa Apollo. Penonton pertunjukkan Teater saat itu merupakan peserta upacara yang diwajibkan untuk hadir sehingga memiliki jumlah penonton yang banyak.
  3. Media Ekspresi; merupakan sarana untuk mengekspresikan laku gerak, dialog, cerita dan ekspresi. Teater juga akan mencurahkan improvisasi perasaan yang tidak tertulis didalam sebuah cerita.
  4. Media Hiburan; dimaksudkan bahwa pertunjukkan Teater menjadikan para penonton merasa terhibur, memahami cerita dan memberi penilaian terhadapp pertunjukkan tersebut.
  5. Media Pendidikan; dimaksudkan bahwa visualisasi Teater menjadi sebuah sarana untuk menyampaikan pesan moral dan mengajarkan nilai kebaikan dan keburukan tentang kehidupan yang diperlihatkan didalam adegan.
Seni Teater dibagi dalam beberapa ragam bentuk. Bentuk-bentuk dari Visualisasi Seni Teater tersebut memiliki ciri khas masing-masing. Berikut ini adalah deskripsi beberapa Bentuk visualisasi Seni Teater.
1.   Teater Dramatik
Teater Dramatik adalah sebuah lakon yang dipentas oleh kelompok pemeran manusia diatas panggung teater. Visualisasi Teater Dramatik bersumber dari Naskah tertulis yang menjadi acuan cerita dan dialog oleh para tokoh didalam cerita tersebut. Didalam Teater Dramatik, perubahan karakter secara psikologis dan ekspresi sangat diperhatikan. Situasi cerita dan latar belakang dibuat secara detail dan sangat ketat. Fokus pertunjukkan Teater Dramatik adalah menarik perhatian dan minat penonton terhadap situasi cerita yang disajikan. Karakter yang ditampilkan tanpa improvisasi yang berlebihan dan mengikuti alur plot yang ditetapkan dalam naskah. Teater Dramatik ini mencoba menampilkan cerita seperti halnya realita.

2.   Teater Tutur
Teater Tutur adalah aktifitas visualisasi drama yang bercerita secara tunggal atau monolog. Didalam pertunjukkan Teater tutur biasanya menampilkan seseorang berbicara seorang diri untuk menghibur penonton dengan monolog yang diucapkan. Kemudian ada jenis lain pertunjukkan Teater Tutur yang menampilkan seseorang membacakan sebuah tulisan yang menceritakan ungkapan ekspresi, dan terkadang akan divisualkan oleh orang kedua sebagai pemeran gerak yang mengikuti alur dari bacaan dari orang pertama. Orang kedua akan bergerak dan berekspresi seperti apa yang dibacakan oleh Orang Pertama. Beberapa contoh dari bentuk visualisasi Teater Tutur adalah Stand Up Comedy, Deklamasi dan Mendongeng Cerita.

3.   Teatrikal Puisi
Teatreikal Puisi adalah bentuk pertunjukan Teater yang menampilkan seseorang yang membacakan Karya Sastra Puisi. Bentuk Teater ini seperti pertunjukkan Teater Tutur, namun bahan dasarnya adalah Puisi yang divisualkan dengan seorang kelompok Pemeran yang mengedepankan estetika Puitik di atas pentas Teater. Tokoh yang berperan di atas pentas memiliki sifat Teatrikal yang menerjemahkan dan mengikuti alur perasaan dan ekspresi yang dibacakan oleh orang pertama secara monolog.

4.   Teater Gerak
Teater Gerak adalah pertunjukkan yang menampilkan Visualisasi Teater yang dialognya disampaikan melalui gerak dan mimik ekspresi wajah. Bentuk Teater ini pertunjukkan bisu karena tidak menggunakan suara. Teater ini adalah pengembangan dari jenis Teater Italia pada era Abad Pertengahan. Makna dan pesan yang disampaikan melalui pertunjukkan Bentuk Teater ini direalisasikan dalam bentuk gerakan. Biasanya tema yang digunakan untuk pertunjukkan Teater Gerak adalah jenis Folklor atau cerita rakyat. Beberapa contoh bentuk Teater Gerak yang populer antara lain Pantonim atau Tablo, Wayang Orang dan Tari Kecak.

5.   Teater Musikal
Teater Musikal atau dikenal sebagai Drama Musikal merupakan pertunjukkan teater yang menggabungkan Seni Tari, Musik dan Seni Peran dengan dialog yang dinyayikan dan diiringi dengan musik secara langsung di atas panggung. Unsur Musikal lebih dominan dibandingkan penghayatan dialog. Bentuk Teater Musikal dinilai dan dinikmati secara utuh dari keharmonisan Tari, Musik, Dialog Nyanyian, dan Penghayatan Ekspresi dari pemain Teater di atas Panggung. Contoh Bentuk Drama Musikal Modern adalah Operet, Kabaret dan Opera. Sementara contoh Drama Musikal Tradisional adalah Lenong, Ketoprak, Teater Kubruk, Ludruk, Langendrian, dan lain-lain.

6.   Teater Boneka
Teater Boneka adalah bentuk visualisasi Drama yang dikenal lama sejak masa Mesir Kuno dan Yunani Kuno dan masih dikembangkan hingga kini. Bentuk Teater Boneka merupakan salah satu bentuk Teater yang populer dan banyak diminati penonton drama. Tema yang digunakan dalam drama Boneka tersebut biasanya adalah Cerita Rakyat, Legenda Kepahlawanan, Fabel, dan Tokoh anak-anak. Beberapa jenis bentuk Teater Boneka yang terkenal antara lain adalah Marionette yang merupakan boneka tali dengan kayu silang diatasnya untuk menggerakkan boneka, Boneka Tangan yang dimainkan dengan memasukkan tangan manusia ke dalam bonek untuk menggerakkannya, serta Boneka Tongkat yang dimainkan dengan tongkat pada tangan boneka tersebut.

7.   Teater Wayang
Teater Wayang adalah jenis Teater Tradisional yang berasal dari kawasan Nusantara. Bentuk Teater ini seperti visualisasi Boneka Tongkat namun menggunakan bahan kayu atau kulit dan memiliki pernak-pernik yang lekat dengan kultur dari Pulau Jawa. Wayang yang digunakan ada yang berjenis kayu dan dikenal dengan nama Wayang Golek, dan ada pula yang berjenis kulit binatang dan dikenal dengan nama Wayang Kulit. Lakon Wayang dimainkan layaknya Teater Musikal yang memiliki unsur musik dan lagu, namun tidak menampilkan mimik ekspresi tokoh yang diperan oleh Pemeran Teater. Pertunjukkan Wayang dimainkan secara tunggal oleh seseeorang yang disebut Dalang yang mengetahui alur cerita dan dialog dari lakon yang dipentaskan.

8.   Teater Sinema Film
Teater Sinema Film adalah Bentuk Teater Modern yang menampilkan visual drama yang telah direkam dalam bentuk roll film atau rekaman file dan menayangkannya ke sebuah layar lebar dan ditonton oleh khalayak ramai. Teater Sinema Film memiliki sebutan populer sebagai Film Layar Lebar atau Film Layar Tancap oleh sebagian besar masyarakat lokal. Film sangat populer di era saat ini karena mudah untuk dinikmati penoton lewat berbagai media digital yang tersedia. Cerita yang ditampilkan memiliki beberapa genre yang menarik.
Ada perdebatan tentang Sinema Film yang dikategorikan sebagai Bentuk dari Visualsasi Seni Teater. Hal itu disebabkan Film tidak dipentaskan secara langsung di atas panggung dan dtampilak didepan penonton. Sementara Seni Teater sangat identik dengan pementasan Dramatik di atas panggung dan ditampilkan secara perfeksionis. Namun Sinema Film tetap dapat dikategorikan sebagai bagian dari Teater karena memiliki Unsur Internal dan Eksternal yang hampir sama, namun dengan Metode dan media pertunjukkan yang berbeda.

Teater saat ini berkembang dengan pesat dan memiliki beberapa genre yang bisa dipilih menurut minat dan selera penonton. Namun beberapa jenis Teater Tradisional mulai dilupakan karena di era infromatika ini lebih banyak disajikan jenis-jenis Teater Modern. Perlu upaya lanjutan dan kontinu untuk terus melestarikan jenis-jenis Teater dengan segala bentuk dan ragamnya tersebut.
Demikian deskripsi Seni Teater berdasarkan fungsi dan bentuknya. Artikel terkait lainnya silahkan cek di menu tegaraya.com

Related Posts

1 comment

Post a Comment

Subscribe Our Newsletter