Seni Arsitektur era Peradaban Mediterania Kuno


Mediterania Kuno memiliki berbagai keragaman karya seni Arsitektur yang dimiliki oleh beberapa peradaban besar yang berkembang menjadi kerajaan di kawasan tersebut. Dengan kawasan Laut Tengah yang begitu luas beberapa bangsa besar saat itu menjajah kawasan baru melalui pelayaran laut dan menginkulturasikan budaya dan seni yang baru dan memperngaruhi gaya arstiketur di beberapa kawasan. Terhitung saat ini terdapat 25 negara yang memiliki pantai di Lau Mediterania. Sejak peradaban manusia dimulai dari kawasan Mesopotamia, Mediterania Kuno terus mengalami perluasan Seni Arsitektur yang beragam yang ditunjukkan melalui pembangunan bangunan-bangunan yang monumental.
Beberapa peradaban besar saat itu yang bersentuhan langsung dengan Laut Mediterania adalah Bangsa Romawi, Yunani, Spanyol wilayah selatan, sebagian wilayah Timur Tengah dan utara benua Afrika. Berbagai Bangsa besar yang menempati kawasan-kawasan tersebut memiliki ciri khas dalam karya seni merancang bangunan kerajaan. Beberapa monumen dibuat untuk keperluan religius dan penyembahan terhadap dewa-dewi saat itu. Kawasan Mediterania berperan penting dalam permulaan dan perkembangan Peradaban Barat.
Berikut ini adalah beberapa hasil karya seni arsitektur zaman Mediterania Kuno. Daftar berikut disusun berdasarkan kawasan dan peradaban besar saat itu.


1.   Mesir Kuno

Mesir Kuno berada di kawasan Afrika Utara yang berbatasan langsung dengan Laut Mediterania. Peradaban dan kerajaan di era ini dibangun dilembah Sungai Nil pada kisaran tahun 3200 SM. Kerajaan Mesir Kuno mengalami perkembangan peradaban yang panjang dan mengalami beberapa kali perubahan penguasa kerajaan. Peradaban Mesir Kuno dimulai sejak zaman Prawangsa, zaman awal Kerajaan, Hingga Kerajaan Baru sebelum akhirnya takluk oleh serangan Bangsa Yunani.
Mesir Kuno memiliki banyak peninggalan karya seni arsitektur yang monumental dan bercorak khas peradaban Mesir Kuno. Bangunan-bangunan yang didirikan berupa istana, kuil dan makam kerajaan.

a) Sphink dan Piramida
Sphink adalah Patung Raksasa yang dibuat oleh Peradaban Mesir Kuno. Sphink berbentuk Patung Singa yang sedang duduk dan memiliki Kepala Raja Mesir Kuno. Sphink dibuat sebagai simbol kerjaan dan penjaga makam-makam raja yang ada didalam Piramida Besar.
Piramida adalah bangunan monumental dengan ciri khas arsitektur Mesir Kuno. Piramida dibuat sebagai makam para raja dan juga tempat menyimpan harta karun peninggalan kerajaan. Piramida adalah bangunan besar berbentuk limas segiempat yang disusun dari batu-batu berbentuk kubus dengan ukuran yang sangat akurat dan presisi. Salah satu Piramida tertua dari Peradaban Mesir Kuno adalah Piramida Djoser yang dibuat oleh Arsitek tertua, yaitu Imhotep. Piramida masuk kedalam daftar keajaiban Dunia Kuno. Beberapa Piramida yang terkenal adalah Piramida Giza, Piramida Khufu dan Piramida Bent
b) Kuil Mesir Kuno
Kuil Mesir Kuno adalah bangunan kuno yang dibuat untuk kegiatan religius masyarakat Mesir Kuno saat itu untuk menghormati Dewa Dewi utama. Kuil-kuil Mesir Kuno diartikan sebagai tempat-tempat bagi dewa-dewi untuk singgah di bumi.
Kuil Mesir Kuno memiliki ciri khas Arsitektur yang khas. Kuil-kuil tersebut dibuat dari susunan batu yang dipahat rapi dan presisi, dilengkapi dengan ornamen aksara khas Peradaban Mesir. Pilar-pilar tinggi berbentuk silinder panjang menjadi ciri khas lain dari kawasan Mediteranian Kuno yang mengalami perkembangan Arsitektur tingkat lanjut. Beberapa Kuil Mesir Kuno ada yang dibuat dipinggir tebing atau lembah bukit dan berfungsi sebagai makam Raja Mesir saat itu. Beberapa Kuil Mesir Kuno yang terkenal dengan kemasyurannya adalah: Kuil Thebes, Kuil Ramses, Kuil Abydos, Kuil Luxor, Kuil Horus, Kuil Philea, Kuil Hasheput, dan lain-lain. 

c) Istana Mesir Kuno
Peninggalan Istana zaman Mesir Kuno saat ini hanya tersisa puing-puing peninggalan. Salah satu situs peninggalan Istana zaman Mesir Kuno adalah Istana Amarna yang dibuat saat Firaun Akhenaten berkuasa.


d) Obelisk
Obelisk yang terkenal terletak di kota Heliopolis. Obelisk dibuat sebagai monumen yang berfungsi untuk memberi informasi waktu dengan memanfaatkan bayangan matahari yang mengenai tiang Obelisk. Bangunan ini dianggap jam tertua dari peradaban Mesir kuno.



2.   Yunani Kuno

Kawasan Yunani Kuno berada di Eropa Selatan, tepatnya di semenanjung Khalkidiki dan Peloponnesos, dan berbatasan langsung dengan laut Mediterania. Yunani Kuno banyak melakukan pelayaran ke pulau-pulau disekitarnya seperti Pulau Kreta, Eubea, Lesbos, dan lainnya. Bangsa Yunani Kuno merupakan bangsa pertama yang menguasai laut Mediterania sejak tahun 1000 – 800 SM. Melalui pelayaran ini mereka juga membawa budaya, seni dan arsitektur yang mempengaruhi daerah jajahannya.
Seni Arsitektur bangunan pada Bangsa Yunani Kuno memiliki ciri khas kuno dan monumental. Bangunan tersebut didirikan diatas ketinggian bukit sehingga menampilkan keanggunan proporsi bangunan. Sifat bangunan yang sangat formalitik karena menunjukkan kemegahan. Sistem bangunan yang memiliki banyak kolom dan bersifat polikrom, disusun dari batu-batu yang dipahat tanpa polesan mortar. Bangunan-bangunan besar yang difungsikan sebagai pusat kerajaan dan keagamaan.

a) Megaron
Megaron adalah aula besar yang berada di kompleks kerajaan Yunani Kuno dengan struktur bangunan berbentuk bujursangkar, dikelilingi 4 kolom besar, terpusat pada perapian di tengah ruangan dan memiliki oculus di bagian atap. Dinding Megaron memiliki ornamen pahatan Lukisan Fresco khas Yunani Kuno. Megaron memiliki ruang tidur rakyat yang terletak paling belakang. Megaron difungsikan sebagai bangunan kerajaan, rumah tinggal, ruang pengadilan dan prosesi pengorbanan.

b) Bouleterion (balai pertemuan)
Bouleterion adalah fasilitas publik yang digunakan masyarakat untuk berinteraksi dalam musyawarah. Bouleterion dibuat seperi aula setengah melingkar yang disusun dari batu-batu yang dipahat dan dilengkapi dengan ornamen-ornamen khas Yunani Kuno. 

c) Teater Drama Athena
Bangsa Yunani Kuno memiliki kesenian teater yang berpuncak pada era Yunani Klasik pada 500 SM – 220 SM. Kegiatan Teater pada jaman Yunani Kuno dilakukan di Kompleks Teater yang dibangun berundak-undak seperti tribun tempak duduk, dilengkapi panggung setengah lingkaran dan memiliki background panggung yang dibuat dari susunan batu. Kegiatan Teater juga digunakan sebagai pemujaan terhadap dewa dewi melalui kesenian.

d) Kuil keagamaan Yunani Kuno
Yunani kuno menganut ajaran Politeisme yang artinya menyembah banyak dewa dewi, sehingga menciptakan banyak kuil-kuil keagamaan saat itu. Kuil-kuil dibangun diatas tempat yang agak tinggi atau lembah. Ciri khas Arsitektur Bangunan Yunani Kuno adalah memiliki banyak pilar-pilar besar berbentuk silinder tinggi, tersusun rapi dari batu-batuan serta sangat akurat dan presisi. Atap kuil dibuat menggunakan susunan batu yang dipahat dan berbentuk atap pelana memanjang. Atap tersebut duduk diatas balok batu yang melintang diatas pilar-pilar yang memiliki elevasi yang selevel. Beberapa Kuil Yunani Kuno yang terkenal adalah:  Kuil Olympia Zeus, Kuil Phartenon, Kuil Poseidon, Kuil Apollo, dan lainnya.



3.   Romawi Kuno

Romawi Kuno adalah bangsa besar yang menguasai Semenanjung Italia di selatan Eropa dan menjadi salah satu kekaisaran terbesar di dunia. Kekaisaran Romawi Kuno banyak melahirkan beberapa gaya arsitektur yang mempengaruhi dunia hingga era modern. Dari kekaisaran Romawi juga memunculkan banyak seniman bangunan atau arsitek yang merancang bangunan megah kerajaan.
Ciri khas arsitektur bangunan-bangunan di Kekaisaran Romawi kuno saat itu adalah bentuk konstruksi lengkungan dan kubah. Gaya arsitektur Romawi Kuno juga banyak diadaptasi dari Yunani Kuno karena kedekatan historis dan saat penyebaran kekuasaan Romawi di kawasan Mediterania Kuno saat itu. Teknologi bangunan pada era Romawi Kuno juga sudah mengenal bahan bangunan semen dan batu bata. Romawi Kuno adalah salah satu Bangsa besar yang menunjukkan keunggulan dalam bidang seni arsitektur.

a) Kuil Saturnus
Saturnus adalah dewa besar dari kerajaan Romawi Kuno sehingga untuk menghormatinya dibuatkan Kuil megah yang terletak di dekat Bukit Capitol. Bangunan kuil Saturnus berbentung persegi panjang dengan ukuran 40 meter. Pondasi bangunan kuil terbuat dari batu alam dan bagian utama terbuat dari baton dan batu bata. Eksterior bangunan dibuat dari marmer yang dipahat. Banyak ukiran ornamen yang khas menunjukkan mitologi kebesaran Dewa Saturnus melalui situs ini.

b) Roman Forum
Roman Forum adalah plaza besar yang dibuat oleh Bangsa Romawi Kuno untuk kegiatan publik kerajaan seperti pemilu kerajaan, pidato kerajaan, pasar rakyat, dan lainnya. Roman Forum merupakn kompleks besar dengan pilar-pilar bangunan di sekelilingnya yang menyerupai konstruksi kompleks bangunan Basilika di Vatikan. Dikawasan ini ditemukan banyak patung-patung dan monumen khas Kekaisaran Romawi Kuno saat itu.

c) Colloseum
Colloseum adalah bangunan terkenal dari Kekaisaran Romawi kuno yang berfungsi sebagai tempat pertarungan Gladiator. Konstruksi bangunan berbentuk lingkaran ini menyerupai bangunan stadion sepakbola. Pintu masuk dengan jumlah yang banyak, memiliki bentuk khas lengkungan. Didalam Colloseum disusun tangga berundak yang difungsikan sebagai tribun penonton arena pertarungan Gladiator saat itu.



4.   Semenanjung Iberia Kuno

Semenanjung Iberia adalah kawasan yang berada di Barat daya Eropa yang saat ini mencakup beberapa Negara, seperti Spanyol, Portugal, Andorra dan sebagian selatan Prancis. Pada zaman Mediterania Kuno penduduk kawasan ini disebut Hispani. Orang-orang Yunani menyebut penduduk Iberia saat itu dengan nama Iberes. Peradaban Iberia Kuno telah ada sejak tahun 600 SM.
Salah satu peninggalan Arsitektur di kawasan Iberia Kuno adalah Kota Berbenteng Castro. Castro adalah benteng-benteng yang berbentuk lingkaran yang dibuat untuk melindungi permukiman dari serang musuh. Hingga akhirnya sejak kawasan Iberia dijajah oleh Romawi Kuno, bangunan memiliki corak arsitektur Romawi Kuno.



5.   Asia Barat Kuno

Kawasan Asia Barat yang saat ini disebut Timur Tengah adalah kawasan dengan banyak peradaban kuno. Negara Timur Tengah saat yang berhubungan langsung dengan Laut Mediterania adalah Lebanon, Suriah, Israel, Palestina hingga kawasan Yordania. Beberapa bangsa besar yang mendiami kawasan Asia Barat Kuno saat itu meninggalkan beberapa monumen yang memiliki cora khas arsitektur Asia Barat Kuno.

a) Istana Salomo
Istana Salomo atau Istana Nabi Sulaiman merupakan peninggalan peradaban Yerusalem kuno dengan corak Arsitektur khas kawasan Asia Barat Kuno. Diilustrasikan bangunan tersebut sangat megah dan merupakan bukti perkembangan Arstiktur di kawasan Yerusalem sebelum dijajah oleh Bangsa Romawi Kuno. Istana Salomo dikelilingi tembok tinggi dan memiliki halaman luas untuk kegiatan kerajaan.

b) Kota Kuno Petra
Monumen kota kuno Petra merupakan karya seni Arsitektur yang terkenal dengan keanggunannya. Kota yang dibuat dibuat dengan memahat dinding batu ini memiliki ornamen yang berestetika dan megah. Pilar-pilar silinder yang dipahat dipengaruhi oleh corak arsitektur Romawi Kuno saat bangsa itu menjajah kawasan Yordania kisaran tahun 100 SM.

c) Kota Kuno Palmyra
Kota Kuno Palmyra terletak di Negara Suriah. Kota kuno ini dibangun oleh Bangsa Tadmur. Kawasan ini mengalami inkulturasi budaya dan seni arsitektur semenjak dijajah oleh Bangsa Romawi Kuno kisaran tahun 150 SM. Sehingga gaya arsitektur bangunan di Palmyra mengadopsi gaya Romawi Kuno.

Demikian ulasan artikel tentang karya seni arsitektur di era peradaban Mediterania Kuno. sebagian besar karya seni arsitektur saat itu bersifat terpusat pada bangunan kerajaan yang dbuat megah. Artikel terkait lainnya silahkan cek tegaraya.com

Related Posts

2 comments

  1. Keren artikelnya.. semoga makin berkembang

    ReplyDelete
    Replies
    1. terimakasih untuk review-nya.. untuk artikel terkait lainnya silahkan cek di menu website

      Delete

Post a Comment

Subscribe Our Newsletter