-->

SENI SASTRA berdasarkan Jenis dan sejarah perkembangan

Seni Sastra telah mengalami sejarah perkembangan yang panjang sejak manusia mengenal “aksara” atau tulisan. Perkembangan seni sastra memiliki beberapa jenis yang lahir dari hasil buah pemikiran dan konsep keindahan yang dibuat oleh peradaban manusia. Sastra telah hadir sejak peradaban besar manusia mampu menulis ukiran di atas lempengan batu atau prasasti yang bertahan hingga ribuan tahun. Sastra bertujuan sebagai catatan sejarah dengan kisah-kisah legendaris masa lampau hingga akhirnya saat ini beralih fungsi sebagai bacaan yang mengandung unsur keindahan tutur kata. Saat ini karya seni Sastra dapat dijadikan sebuah naskah yang dapat digunakan untuk apresiasi Seni Teater (film).
Beberapa jenis-jenis karya seni Sastra dan sejarah perkembangannya adalah sebagai berikut.

1.   Sastra Kuno

Sastra Kuno adalah karya tulisan yang dibuat pada awal sejarah ketika manusia sudah mengenal tulisan atau aksara pada kisaran tahun 3000 SM. Biasanya karya sastra kuno berbentuk catatan sejarah kerajaan seperti legenda, epos, mitologi hingga sajak. Tulisan sastra kuno bertema tentang cerita kemasyuran kerajaan dan mengagungkan para Raja maupun Dewa Dewi yang disembah saat itu serta puji-pujian kuno terhadap ritual atau hukum kerajaan.
a) Karya Sastra zaman Mesopotamia Kuno
Epos Gilgamesh
Peradaban pertama yang mengenal tulisan dan seni sastra adalah Bangsa Sumeria yang menduduki wilayah kekaisaran di kawasan Mesopotamia. Masyarakat saat itu membuat tulisan dalam bentuk ukiran dan pahatan yang ditulis di lempengan batu. Karya Sastra pertama yang sangat terkenal di Zaman Sumerian Kuno adalah Epos Gilgamesh.
 
b) Karya Sastra Bangsa Mesir Kuno
Bangsa Mesir kuno banyak meninggalkan beberapa catatan sastra dan puisi kuno yang diukir di dinding beberapa kuil kebanggaan mereka. Beberapa karya Sastra dari bangsa Mesir Kuno antara lain: Legenda Isis dan Osiris, The Tale of The Shipwrecked Sailor, Hymen Agung ke Aten, The Maxims dari Ptahhotep dan The Wescar Papyrus.
 
c) Sastra Yunani Kuno
Bangsa Yunani Kuno banyak melahirkan karya tulis yang melegenda hingga saat ini. Sejak tahun 1000 SM Bangsa Yunani Kuno banyak melahirkan beberapa bentuk karya sastra, antara lain:
  1. Epos: Illiad, Odyessia
  2. Puisi: Theogonia, Erga Kai Hemerai, Arkhilokhos, Odyssey
  3. Catatan Sejarah: Perang Persia, Perang Peloponnesos, Penaklukan Romawi di Tanah Yunani
  4. Naskah Pidato politik karya Lysias, Isokrates dan Demosthenes.
d) Sastra Romawi Kuno
Romawi Kuno banyak mempengaruhi perkembangan seni sastra di dataran eropa hingga kini. Sejak Romawi kuno menguasai seluruh kawasan Mediterania lewat penaklukan dan asimilasi budaya, banyak catatan sastra kuno yang legendaris seperti:
  1. Epos: Aeneis, Hercules
  2. Puisi: Puisi Hukum Alam karya Epicurus, Catullus, Georgica, Amores karya Ovidius, Metamorphoses.
  3. Catatan Sejarah: Sejarah Romawi karya Livius, Perang Punisia karya Polybios, Historia karya Tacitus.
  4. Biografi: Agricola karya Tacitus
  5. Etnografi: Germania karya Tacitus

2.   Sastra Dunia

Sastra dunia adalah karya-karya sastra besar dari berbagai penjuru dunia yang diakui keberadaan dan kualitas karyanya dalam berbagai bentuk seperti puisi, cerita pendek (cerpen), novel dan lain-lain. Karya seni sastra dunia menggunakan bahasa universal yang dimengeri oleh berbagai orang di dunia, dengan dialek yang umum namun memiliki pemilihan kata yang khas dan mencirikan keindahan dan kekayaan kosakata.
Istilah sastra dunia awalnya diungkapkan oleh Sastrawan asal Jerman bernama Johann Wolgang von Goethe pada tahun 1749. Menurut dia Sastra dunia adalah sastra kanon yang menjadi pionir terhadap perkembangan sastra modern. Sastrawan tersebut menelurkan karya-karya besar dalam bahasa Inggris, Prancis dan Italia.
Sastra Dunia merupakan karya masterpiece yang mempengaruhi kebudayaan dan minat baca sekelompok orang diberbagai penjuru dunia yang menggemari seni sastra. Salah satu kunci kepopuleran sastra dunia adalah bahasa yang universal. Tema yang diangkat pun bersifat umum dan sederhana tanpa dilebih-lebihkan dan biasanya sangat digemari oleh beberapa kalangan. Beberapa karya sastra dunia yang melengenda antara lain:
  1. Epos: Ramayana, Mahabarata, dan lain-lain
  2. Puisi: I’m Afraid karya William Shakespeare, Huesca karya John Cornford, Love karya Elisabeth Barret Browning, dan lain-lain.
  3. Novel: Romeo and Juliet karya William Shakespeare, Harry Potter karya J. K. Rowling, Seri Goosebumps karya R. L. Stine

3.   Sastra Lokal

Sastra Lokal adalah sastra yang hadir didalam cakupan wilayah tertentu dengan ciri khas bahasa dan dialek yang digunakan berasal dari daerah lokal tertentu. Bentuk karya sastra lokal biasanya adalah sajak, prosa, pantun maupun legenda. Tema dan pola pikiran yang dituangkan dalam sastra lokal sebagian besar hanya dimengerti oleh sebagian orang di wilayan tertentu saja dan bersifat lokal. Hampir seluruh wilayah di dunia memiliki karya sastra masing-masing. Sastra lokal biasanya tidak diketahui siapa penulisnya dan bersifat prolagis (diwarnai hal-hal gaib) serta beberapa diantaranya disampai secara lisan.
Sastra lokal menggunakan bahasa daerah setempat dan kurang relevan untuk diterima oleh orang diluar wilayah lokal tersebut. Sastra lokal bersifat sempit dan hanya dapat diapresiasi oleh masyarakat setempat. Biasanya sastra lokal banyak mengisahkan sebuah mitos atau legenda suatu fenomena alam atau peristiwa sebuah bangunan Kerajaan (seperti candi, gunung atau danau) dengan cerita yang dilebih-lebihkan namun dipercaya oleh masyarakat setempat. Saat ini beberapa sastra lokal dikembangkan dan ditulis ulang oleh beberapa peneliti dan pengamat seni sehingga hasil akhirnya karya sastra tersebut diterjemahkan dengan bahasa yang universal, namun tetap berlatar dan bertema daerah asalnya.
Sastra lokal adalah jenis karya sastra yang otentik dan original di berbagai belahan dunia sebelum beberapa kebudayaan asing masuk saat Masa Kolonial. Beberapa bentuk karya sastra lokal adalah:
  1. Puisi/Sajak: Semilau Sang Rumpun Sajak dari Lampung, Bangsa Na Jugul Do Hami dari Sumatera Utara, Kakawin Ramayana dari Jawa Kuno
  2. Peribahasa: Nusantara, Melayu, Jawa, dan lain-lain
  3. Cerpen: Cerkak Kakang Kawah Adi Ar-ari dari Jawa, Kisah Pilanggur dari Banjar, Maling Kundang dari Sumatera, Tangkuban Perahu dari Jawa Barat, dan lain-lain.
  4. Prosa: Nirguna dari Bali, Siti Nurbaya dari Sumatera Barat,Candakarana dari Jawa Kuno, Carita Purnawijaya dari Sunda Kuno, dan lainnya.
  5. Legenda/Dongeng rakyat: Candi Prambanan dari Pulau Jawa, Bukit Tangkiling dari Kalimantan Tengah, Legenda Batu Menangis dari Kalimantan Barat, dan lain-lain
  6. Fabel: Cerita Kancil dan Buaya, Kisah Kura-kura dan Kelinci, dan lain-lain 
  7. Syair
  8. Gurindam
  9. Sastra Melayu Lama

4.   Sastra Nasional

Sastra Nasional adalah karya sastra berasal dari bangsa atau negara tertentu dengan cakupan geografis yang luas dan bahasa yang nasionalis yang hadir sebagai karya sastra modern dan menjadi simbol karya seni serta ciri khas oleh beberapa bangsa. Beberapa contoh sastra Nasional seperti Sastra Negeri China, Sastra Inggris, Sastra Prancis dan Sastra Indonesia. Pengarang karya sastra tersebut berasal dari negara masing-masing, namun ada juga yang menerjemahkan sastra dari luar negaranya atau menuliskan karya sastra dengan settingan wilayah diluar negeri. Konteks karya seni Sastra Nasional tidak ditentukan berdasarkan dari bahasa nasional yang digunakan, namun kewarganegaraan sang penulis karya sastra.
Sastra Nasional terkadang mengambil beberapa karya sastra lokal yang menjadi identitas beberapa suku atau daerah yang berada di wilayah teritorial negara tersebut. Sastra lokal yang dinasionalisasikan tersebut diterjemahkan dengan bahasa nasional dan memodifikasi penggunaan dialek lokal menjadi lebih universal. Beberapa karya Sastra Nasional yang terkenal antara lain;
  1. Puisi: Sajak Putih karya Chairil Anwar, Taman Dunia karya Asrul Sani, Tirani dan Benteng karya Taufiq Ismail, dan lain-lain.
  2. Novel: Laskar Pelangi karya Andrea Hirata, Tenggelamnya Kapal Van Der Wijk karya Hamka, Ronggeng Dukuh Paruk karya Ahmad Tohari, Wisanggeni Membakar Api karya Pitoyo Amrih, dan lain-lain.

Demikian artikel ulasan deskripsi seni sastra yang berdasarkan jenis dan sejarah perkembangannya. Dapat disimpulkan bahwa sastra mengungkap tulisan-tulisan khas dari sastrawan yang dipengaruhi oleh budaya dan dialek setempat, hingga akhirnya mendunia lewat asimilasi budaya saat gerakan kolonialisme. Artikel terkait lainnya silahkan kunjungi laman tegaraya.com
LihatTutupKomentar