Definisi Seni Arsitektur menurut Jenis dan Sejarahnya

Arsitektur adalah ilmu atau seni merancang suatu bangunan yang bernilai fungsi & artistik. Seni Arsitektur masuk dalam kategori Seni Rupa Terapan (mulai dari gambar, maket, sampai ke bangunan fisik). Seni Arsitektur secara umum adalah seni merancang & mengimajinasikan sebuah bangunan hingga dalam wujud visual 3 dimensi oleh individu tertentu yang disebut Arsitek.
Seni Arsitektur juga mencakup perancangan desain eksterior dan interior bangunan, perabot dan produk souvenir adalah arsitektur tingkat mikro. Perencanaan tata kota, lansekap, dan site plan adalah arsitektur tingkat makro.
Perancangan bangunan pada awalnya di masa pra-sejarah pekerjaan pembangunan dilakukan secara kolektif dan hanya bersifat fungsional tanpa aspek estetika. Kemudian Seni Arsitektur berkembang di masa pertengahan Rennaissance dan mulai mengenal profesi seniman arsitektur secara individu. Hingga kini perancangan dilakukan kembali secara kolektif namun dengan bidang keilmuan yang beragam dalam membangun sebuah bangunan.
Berikut ini adalah beberapa klasifikasi jenis arsitektur, bentuk bangunan  dan sejarah perkembangannya. 
1.   Seni Arsitektur Pra Sejarah (Neolitikum) 
sumber: Pinterest
Seni Arsitektur pada masa ini dikenal dengan era The New Stone Age. Arsitektur Neolitik berkembang pada tahun 10.000 – 3.000 SM di wilayah Timur Tengah, Levant, Anatolia, Syria, Mesopotamia utara dan Asia Tengah. Ciri arsitektur bangunan era ini sangat sederhana. Dalam pembangunan bangunan tersebut orang-orang Neolitik hanya memanfaatkan batu bata yang disusun untuk membangun rumah. Selain itu perabot & interior bangunan memanfaatkan tanah liat untuk pembuatan tembikar dan tungku masak, sekaligus pengembangan alat berburu.


2.  Arsitektur Mesopotamia Kuno
sumber: pinterest
Arsitektur Mesopotamia Kuno berkembang sekitar tahun 5.000 – 2000 SM oleh Bangsa Sumerian Kuno di wilayah Irak. Seni Arsitektur era ini masih sangat sederhana & kuno, namun sudah lebih berkembang selaras dengan perkembangan budaya & kepercayaan pagan saat itu dan memiliki nilai artistik pada kuil-kuil dan bangunan kerajaan. Bangunan dibuat menggunakan material tanah alluvial yang dikeringkan seperti batu bata, karena disitu tidak ditemukan material seperti kayu & batu-batuan.

 
3.   Arsitektur Mediterania Kuno 
Seni Arsitektur pada masa ini berasal dari wilayah Meditarania atau wilayah yang berada disekitar laut tengah (Eropa bagian selatan, Asia Barat dan Afrika Utara). Karakteristik khas Arsitektur Meditarian Kuno terdapat di pada bangunan Romawi, Yunani, Spanyol wilayah selatan sebagian wilayah Timur Tengah dan utara benua Afrika.
sumber: Pinterest
Arsitektur ini berkembang kisaran tahun 3.000 SM. Ciri khas bangunan rumah memiliki dinding batu bata tebal dan jendela kecil yang menjadi lubang sirkulasi udara, karena wilayah mediterania memiliki iklim yang panas. Kemudian atap menggunakan genteng tanah liat dan struktur atap pelana atau dak datar. Pada bangunan besar akan menonjolkan pilar-pilar besar yang disusun dari batu. Banyak ditemukan corak-corak ukiran kuno dan patung-patung pagan pada bangunan-bangunan besar.


4.   Arsitektur Tradisional Asia dan Afrika
Sumber: Pinterest
Arsitektur tradisional sudah mulai berkembang di masyarakat setelah masa neolitikum berakhir kisaran tahun 1600 SM. Di wilayah Asia Barat dan Asia Tengah berkembang corak arsitektur dengan gaya Persia dan India. Arsitektur bangunan di Asia Tengah dan Barat masih menggunakan bahan bangunan batuan dan marmer, dan memiliki cakupan yang cukup luas karena memiliki perpaduan antara tradisi kuno dan ragam dengan tipe bangunan, bentuk dan teknologi dari Asia bercampur dengan gaya Eropa. Sedangkan dibagian Asia Timur hingga Asia Tenggara arsitektur tradisional sudah menggunakan material kayu yang dipadukan dengan batu bata dan lempengan timah atau perak sebagai corak-corak dan ornamen pada bangunan istana.


5.   Arsitektur Mesoamerika
sumber: Pinterest
Seni Arsitektur pada era Mesoamerika hadir sejak tahun 200 M. Seni Arsitektur pada era ini berkembang di wilayah Amerika Tengah yang dihuni oleh suku Maya, Aztec dan Inca. Seni Arsitektur era ini disebut juga Arsitektur Pra Columbia , yang berarti seni arsitektur yang ada sebelum kedatang Rombongan Chrsitoper Columbus pada tahun 1400. Arsitektur pra-Columbia sebagian besar tercatat dalam bentuk Piramida berundak lengkap dengan penataan site luas yang merupakan struktur terbesar di luar Mesir Kuno. Arsitektur monumental tersebut dikembangkan oleh suku Maya dan Aztec dan memiliki ciri khas tersendiri.



 6.   Arsitektur Periode Abad Pertengahan
sumber: Pinterest
Arsitektur era ini berkembang di Eropa pada awal masa Masehi. Karakteristik dasar gaya arsitektur ini dipengaruhi oleh agama (latin cross style church), dinding militer (benteng dan menara penjaga) dan dampak sipil (Manors). Arsitektur era ini ditandai dengan penggunaan lengkungan bulat atau sedikit runcing pada atap dan ornamen gerbang dan pintu masuk, tiang-tiang penopang yang mendukung kubah, menampilkan struktur batu dengan hamparan kaca besar dan jendela bersisi.


7.   Arsitektur Islam
sumber: Pinterest
Arsitektur era ini dimulai sekitar tahun 600 - 1700 M. Arsitektur Islam terdiri dari berbagai macam gaya sekuler dan religius. Gaya arsitektur Islam dipengaruhi kekhalifahan Moorish, Abbasiyah, Fatimiyah, Mamluk, Persia, Azerbaijani, Turkistan, Ottoman, Indo-Islam, Sino-Islam, Indonesia-Melayu, Sahel-Islam, dan arsitektur Somalia-Islam. Jenis arsitektur utama Islam adalah: masjid, makam, istana dan benteng.

 
8.   Arsitektur Kolonial
Sumber: Pinterest
Arsitektur pada periode ini dimulai dengan bangkitnya berbagai kerajaan kolonial Eropa dari abad ke-16 hingga abad 20. Tren gaya baru Eropa diekspor dan diadopsi berbagai wilayah di seluruh dunia lengkap dengan variasi regional. Pada Arsitektur era ini terbagi lagi dalam beberapa periode, seperti Baroque (rumit dan dirancang terlalu lama), Klasikisme (simetri dan proporsional), Revivalisme (kebangkitan era arsitektur), Orientalisme (Imitasi Budaya Timur), dan Art Nouveau (bentuk dan struktur organik).


 9.   Arsitektur Awal Modern
Sumber: Pinterest
Pada era ini adalah era arsitektur modern awal. Arsitektur jenis ini berkembang di tahun 1900-an. Karakteristik arsitektur era ini terjadi penyederhaan bentuk dan mulai menghapus beberapa ornamen klasik. Hingga akhirnya padan tahun 1940-an gaya arsitektur ini diidentifikasi sebagai gaya Internasional dan bisa diterima di berbagai regional.


10.   Arsitektur Kontemporer
Sumber: Pinterest
Arsitektur jenis ini berkembang sejak tahun 1950-an hingga sekarang. Arsitektur jenis ini terdapat unsur Regionalisme (sense of placelessness), Arsitektur Post-Modern (estetika yang beragam dan inovatif), Arsitektur Dekonstruksi (fragmentasi dan kekacauan yang terkendali). Kemudian Arsitektur era modern juga mengembangkan implementasi Arsitektur Ramah Lingkungan atau Green Architecture.

Demikian ulasan yang mendeskripsikan karya seni arsitektur berdasarkan jenis dan sejarah perkembangannya. Bentuk-bentuk karya arsitektur berkembang sesuai kebutuhan peradaban manusia disetiap jaman yang berbeda-beda dan teknologi yang memajukan pembuatan bangunan-bangunan tersebut. Artikel terkait lainnya silahkan cek di tegaraya.com

Related Posts

Post a Comment

Subscribe Our Newsletter